Dua Pejabat Andalan Gubernur Sherly Tjoanda Kini Pimpin IKAL-LEMHANNAS Maluku Utara

461
Ahmad Purbaya (kanan) & Abubakar Abdullah (kiri)

WARTASOFIFI.ID – Semangat nasionalisme dan gagasan strategis kebangsaan mengisi ruang acara pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) IKAL-LEMHANNAS Malut periode 2025–2030 yang berlangsung di Safirna Golden Hotel, Ternate, Rabu (2/7). Dalam kegiatan tersebut, wagub Malut, Sarbin Sehe, hadir dan menyampaikan pandangan mengenai sejarah serta peran strategis Lemhannas dalam pembangunan nasional.

Pelantikan jajaran pengurus dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum DPP IKAL-LEMHANNAS, Agum Gumelar. Dalam prosesi itu, Ahmad Purbaya dipercaya memimpin sebagai ketua, didampingi Hidayatusalam Sehan sebagai sekretaris, serta Abubakar Abdullah sebagai bendahara.

Dalam sambutannya, Wagub Sarbin menyingkap sejarah panjang dan penuh nilai dari berdirinya Lemhannas. Ia mengisahkan bahwa lembaga ini tidak lahir dari proses instan, melainkan dari sebuah idealisme tinggi dan kerja intelektual para pemikir keamanan nasional masa silam.

“Lemhannas berawal dari gagasan yang lahir dari keinginan luhur sejumlah perwira tinggi di staf keamanan nasional di kala itu. Cita-cita pembentukan lembaga Pertahanan Nasional atau Lemhannas bukan lagi hanya sekedar wacana. Mulai dari proses waktu, pemikiran, dan konsepsi yang cukup panjang dan berliku, akhirnya bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional, yang hangat diresmikan pada tanggal 20 Mei 1965,” ungkapnya.

Ia juga mengutip pidato Presiden saat peresmian Lemhannas di Istana Negara, yang menekankan bahwa pertahanan nasional adalah milik seluruh rakyat, dan karakternya harus berpijak pada jatidiri bangsa.

“Presiden pada saat meresmikan Lemhannas di Istana Negara Jakarta, menekankan bahwa kegiatan Pertahanan Nasional harus menyertai segenap unsur-unsur rakyat Indonesia dalam amanat bertemakan ‘Susunlah Pertahanan Nasional bersendikan karakter bangsa’,” tutur Sarbin.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kata “nasional” dalam Lembaga Pertahanan Nasional menyiratkan makna mendalam dan cakupan yang luas.

“Presiden telah menjelaskan arti kata nasional dalam lembaga Pertahanan Nasional yakni pertahanan bagi seluruh tanah air, cara pertahanan sendiri sebuah pesan dengan makna yang sangat mendalam bahwa Lemhannas yang kita cita-citakan adalah sebuah institusi yang berorientasi pada pencapaian tujuan nasional Indonesia,” tambahnya.

Di hadapan para tamu dan pengurus yang baru dikukuhkan, Wagub Sarbin juga menyampaikan harapan besar terhadap peran IKAL-LEMHANNAS di tingkat daerah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, selamat dan sukses kepada ketua dan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Maluku Utara yang baru saja dilantik pada hari ini. Semoga dapat menjalankan tujuan roda organisasi melalui program kerja yang inovatif dan relevan serta berdampak langsung pada pembangunan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.

Ia memandang IKAL-LEMHANNAS bukan sekadar forum alumni, tapi komunitas pemikir dan pejuang yang membawa visi kebangsaan ke ruang lokal.

“Organisasi ini adalah tempat berkumpulnya para pemikir profesional yang berwatak pejuang dan wawasan negarawan yang pengabdiannya hanya untuk ditujukan demi kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya lagi.

“Mari bersinergi dalam kolaborasi yang konstruktif bersama seluruh stakeholder untuk memajukan Malut yang kita cintai dan Indonesia Emas 2045, bersinergi dalam bekerja bersama dan mempersembahkan yang terbaik bagi daerah, bangsa dan negara,” pungkas Mantan Kakanwil Kemenag Sulut ini.

Sementara itu, Ketua DPD IKAL-LEMHANNAS Malut, Ahmad Purbaya, menyampaikan sebuah harapan tentang pentingnya dukungan dari pemangku kebijakan di daerah terhadap program-program organisasi.

Ia menekankan bahwa organisasi ini harus aktif dan berkontribusi nyata, bukan sekadar simbolik.

“Kita harus melangkah dengan aksi nyata. Jangan hanya berhenti pada wacana atau sekadar berkumpul, tapi benar-benar berkontribusi dan mendukung program pemerintah di Maluku Utara,”ucap Ahmad Purbaya.

Sebagai tanda dimulainya tugas kepengurusan, Wagub Sarbin Sehe, menyerahkan Pataka kepada ketua DPD IKAL-LEMHANNAS Malut dalam suasana yang dipenuhi semangat kebersamaan dan apresiasi terhadap komitmen para pengurus yang baru dilantik.

Acara ini turut dihadiri oleh Forkopimda Malut, dewan pembina dan penasehat IKAL-LEMHANNAS Malut, para pengurus dan anggota, serta tamu undangan lainnya yang memenuhi ruangan dengan semangat persatuan dan cita-cita kebangsaan.

Di balik komposisi kepengurusan DPD IKAL-LEMHANNAS Malut periode 2025–2030, terdapat nama-nama yang telah menorehkan kiprah di berbagai bidang strategis pemerintahan, pendidikan, dan sosial-keagamaan di Malut.

Ahmad Purbaya, ketua DPD IKAL-LEMHANNAS Malut, saat ini menjabat sebagai kepala BPKAD Pemprov Malut. Ia juga pernah dipercaya sebagai Pj Bupati Haltim. Rekam jejaknya sebagai birokrat teknokratik memperlihatkan kepiawaiannya dalam tata kelola fiskal dan manajemen pemerintahan di berbagai level.

Abubakar Abdullah, bendahara DPD IKAL-LEMHANNAS Malut, adalah Kadikbud Malut. Ia dikenal sebagai figur kunci dalam menyukseskan program pendidikan gratis yang diusung oleh pasangan Sherly-Sarbin.

Selain itu, Abubakar memiliki pengalaman birokrasi yang sangat luas. Ia pernah menjabat sebagai Pj Sekda Malut, Kepala Biro Humas Pemprov Malut, Kepala Biro Ekonomi, serta Sekwan Malut.

Di masa muda, ia juga pernah memimpin organisasi kepemudaan sebagai Ketua KNPI Malut. Kombinasi pengalaman struktural dan kedekatannya dengan isu pendidikan menjadikannya salah satu birokrat paling komprehensif di lingkup Pemprov.

Hidayatusalam Sehan, sekretaris DPD IKAL-LEMHANNAS Malut, merupakan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Malut, Mufti Kesultanan Ternate, dan dosen di Universitas Khairun Ternate.

Ia dikenal luas sebagai tokoh intelektual-keagamaan yang konsisten mempromosikan nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, serta penguatan wawasan kebangsaan di wilayah kepulauan yang plural seperti Malut.

Dalam struktur birokrasi Pemprov Malut, dua nama yang menonjol karena loyalitas dan komitmennya terhadap kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda adalah Ahmad Purbaya dan Abubakar Abdullah.

Keduanya dikenal sebagai sosok yang konsisten menjaga arah kebijakan gubernur dan memastikan pelaksanaannya berjalan tanpa penyimpangan dari tujuan kebijakan.

Ahmad Purbaya, yang kini menjabat sebagai kepala BPKAD, merupakan figur yang dipercaya gubernur untuk mengawal stabilitas fiskal daerah.

Ia tidak hanya menjalankan tugas teknis keuangan, tetapi juga menjaga agar setiap alokasi anggaran benar-benar sejalan dengan prioritas gubernur.

Di bawah kendali Ahmad, salah satu prioritas utama yang diamankan adalah kebijakan kesejahteraan ASN.

Di tengah tekanan keuangan yang dinamis, Ahmad berhasil memastikan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tetap berjalan lancar.

Ia menaruh perhatian khusus pada aspek ini karena mengetahui bahwa komitmen gubernur terhadap kesejahteraan ASN adalah bagian penting dari stabilitas birokrasi.

Tak hanya itu, penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) ke sejumlah kabupaten juga menjadi salah satu pencapaian Ahmad yang menonjol.

Ia memastikan distribusi DBH dilakukan tepat waktu agar tidak mengganggu layanan publik di tingkat kabupaten, sesuai dengan instruksi langsung Gubernur Sherly Tjoanda.

Hal ini antara lain tercermin dari percepatan pembayaran DBH untuk Kabupaten Halut dan Halbar.

Sementara itu, Abubakar Abdullah, sebagai Kadikbud, menjadi salah satu motor pelaksana program pendidikan gratis Sherly-Sarbin.

Ia hadir di garda depan saat program tersebut diluncurkan, dan terus memantau pelaksanaannya di lapangan.

Dalam berbagai forum internal, baik Ahmad maupun Abubakar sering menjadi representasi dari ketegasan garis komando gubernur.

Mereka tampil sebagai pejabat yang tidak hanya melaksanakan instruksi, tetapi juga memahami arah visi gubernur dan menjaganya dengan penuh kesetiaan.

Loyalitas Ahmad tercermin dalam sikapnya yang disiplin terhadap anggaran. Di sisi lain, Abubakar juga menunjukkan konsistensinya dalam memastikan program pendidikan tetap berpihak kepada masyarakat.

Keduanya juga dikenal sebagai pejabat yang tidak mencari panggung. Mereka lebih memilih bekerja senyap di balik layar, namun dengan hasil yang nyata.

Hal ini sejalan dengan gaya kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda yang mendorong efektivitas birokrasi tanpa banyak gimik.

Komitmen mereka terhadap kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda bukan semata relasi struktural, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab dan integritas yang sejalan dengan arah perubahan yang dibawa Sherly Tjoanda.

Saat situasi di lapangan menuntut respon cepat, keduanya dikenal gesit. Ahmad dengan penyesuaian anggarannya, Abubakar dengan langkah-langkah taktis di bidang pendidikan.

Respon cepat mereka turut menjaga wibawa dan kepercayaan terhadap gubernur tetap stabil di mata publik.

Tidak berlebihan jika banyak pihak menyebut mereka sebagai pejabat yang menjaga marwah kepemimpinan.

Mereka tidak hanya loyal dalam hal perintah, tetapi juga menjaga nama baik gubernur dan wagub dari segala bentuk tekanan, hambatan, dan potensi penyimpangan dari tujuan kebijakan.

Dalam suasana birokrasi yang kadang penuh tarik ulur kepentingan, kehadiran Ahmad dan Abubakar menjadi semacam jangkar stabilitas. Komitmen mereka memperkuat posisi gubernur dan wagub sebagai pemimpin daerah yang serius menjalankan mandat rakyat. (red)