Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Utara Ajak Masyarakat Kembangkan Pangan Lokal

26
Kadis Perindag Malut saat pemaparan kebutuhan pangan sektor industri.

WartaSofifi.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara menegaskan pentingnya pengembangan pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari daerah lain. Kepala Disperindag Malut, Yuditya Wahab, mengatakan saat ini daerah ini masih bergantung pada komoditas pangan yang diimpor dari luar, seperti bawang komarica, tomat, kentang, dan wortel.

“Ketergantungan ini menyebabkan kita harus mengimpor banyak komoditi pangan dari daerah seperti Manado, Makassar, dan Surabaya. Untuk itu, kita perlu mengembangkan pangan lokal agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari dalam daerah,” ungkap Yuditya pada Minggu (14/7/2024).

Dia menambahkan bahwa Maluku Utara memiliki lahan yang luas dan potensi pertanian yang belum dimanfaatkan secara maksimal. “Dengan pengelolaan yang baik, kita bisa mengatasi ketergantungan ini. Pembangunan sektor pertanian lokal menjadi langkah penting untuk mencapai kemandirian pangan,” lanjutnya.

Disperindag berkomitmen untuk mendukung petani dan masyarakat dalam mengembangkan produksi pangan lokal melalui pelatihan, penyuluhan, dan akses terhadap teknologi pertanian. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pangan lokal yang dihasilkan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta membuka peluang pasar baru.

Yuditya juga mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan pertanian lokal. “Kita ingin masyarakat sadar akan potensi lahan yang ada dan berinovasi dalam pertanian. Melalui kerjasama dan dukungan bersama, kita dapat menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik untuk Maluku Utara,” tegasnya.

Dengan pengembangan pangan lokal, Disperindag berharap Maluku Utara tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan perekonomian daerah secara keseluruhan.