Disperindag Malut Dorong Pengembangan Sektor Pertanian untuk Kemandirian Pangan

28
Kepala Dinas Perindag Malut, Yudhitya Wahab (Istimewa)

WartaSofifi.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara kembali menekankan pentingnya pengembangan sektor pertanian untuk mengurangi ketergantungan daerah ini terhadap pasokan pangan dari luar. Kepala Disperindag Malut, Yuditya Wahab, mengungkapkan bahwa saat ini Maluku Utara masih mengandalkan pasokan pangan dari daerah lain, termasuk komoditas bawang komarica dan tomat.

“Ketergantungan ini lebih banyak pada komoditi pangan seperti bawang, kentang, dan wortel,” ujar Yuditya pada Minggu (14/7/2024). Menurutnya, tiga daerah utama yang menjadi sumber pasokan pangan bagi Maluku Utara saat ini adalah Manado, Makassar, dan Surabaya.

Yuditya menilai bahwa potensi lahan yang luas di Maluku Utara dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pertanian lokal. “Jika lahan kita dikelola dan dikembangkan dengan baik, ketergantungan ini bisa teratasi,” pungkasnya.

Upaya untuk meningkatkan produksi pangan lokal diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menciptakan kemandirian pangan di daerah. Disperindag mendorong masyarakat dan petani untuk lebih aktif dalam mengembangkan pertanian dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Dalam upaya ini, Disperindag berkomitmen untuk memberikan dukungan melalui program-program peningkatan kapasitas dan akses terhadap teknologi pertanian yang lebih modern. Dengan demikian, diharapkan produksi pangan lokal dapat meningkat, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan di Maluku Utara.

“Pengembangan sektor pertanian bukan hanya tentang mencukupi kebutuhan pangan, tetapi juga tentang meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara keseluruhan,” tambah Yuditya.

Melalui langkah-langkah ini, Disperindag berharap Maluku Utara dapat mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan dan lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.