
WartaSofifi.id – Aurelia Indah Molle, Sekretaris Fraksi Partai Nasdem DPRD Maluku Utara (Malut), dikenal sebagai sosok politisi muda yang penuh semangat dan komitmen. Dalam wawancara eksklusif dengan media ini, ia berbicara panjang lebar mengenai perjalanan politiknya, tantangan yang dihadapi perempuan dalam politik, serta visinya untuk masyarakat Maluku Utara di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Meski masih muda, Aurelia telah menunjukkan kiprah yang mengesankan sejak memasuki dunia politik pada 2018.
Perjalanan kariernya yang dimulai di DPRD Kabupaten Halmahera Utara (Halut) hingga kini menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku Utara memperlihatkan konsistensinya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Aurelia mengaku ketertarikannya pada dunia politik bermula dari pengalamannya ketika sering menemani sang ayah.
Meski bukan politisi, pekerjaan ayahnya sebagai kontraktor sering mempertemukannya dengan politisi dan pejabat daerah. Dari situlah ia mulai mengenal dunia politik lebih dalam.
“Papa saya bukan politisi, tapi pekerjaan beliau banyak bersinggungan dengan politisi dan pejabat. Saya sering ikut menemani Papa dan berkenalan dengan teman-temannya. Dari situ, saya mulai paham bahwa politik adalah alat penting untuk mengubah kehidupan masyarakat,” kenangnya.
Pada 2019, Aurelia memberanikan diri maju dalam Pemilihan Legislatif untuk DPRD Kabupaten Halmahera Utara melalui Partai Nasdem.
Ia berhasil memenangkan kursi dari daerah pemilihan tersebut, sekaligus menjadi salah satu politisi perempuan muda yang dipercaya masyarakat.
“Ketika saya memutuskan maju, saya berkomitmen bahwa kepercayaan masyarakat harus dijaga. Ini bukan soal ambisi pribadi, tapi bagaimana saya bisa membawa suara mereka ke tingkat pengambilan keputusan,” ujar perempuan kelahiran 12 November 1992 ini.
Sebagai politisi muda, Aurelia memiliki bekal pendidikan yang solid. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di bidang Akuntansi Perpajakan di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, dan melanjutkan S2 di bidang Ekonomi Manajemen di Universitas Surabaya (Ubaya). Pendidikan dasarnya ia tempuh di Manado dan Tobelo, sedangkan pendidikan SMP serta SMAnya di Tobelo.
“Pendidikan adalah fondasi penting bagi saya. Dengan latar belakang pendidikan ekonomi, saya mampu melihat berbagai persoalan masyarakat dari sudut pandang yang strategis, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran dan kebijakan ekonomi daerah,” jelasnya.
Kini, Aurelia bertugas di Komisi IV DPRD Maluku Utara, yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Meskipun awalnya ia berharap dapat ditempatkan di Komisi II yang sesuai dengan latar belakang akademiknya, ia menerima tugas di Komisi IV dengan penuh tanggung jawab.
“Awalnya saya ingin berada di Komisi II karena sesuai dengan pendidikan saya di bidang ekonomi. Namun, di Komisi IV saya menemukan tantangan yang tidak kalah menarik, terutama dalam memperjuangkan akses kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu isu yang menjadi perhatian utamanya adalah masalah sistem BPJS di Maluku Utara.
Aurelia menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan BPJS sebagai jaminan kesehatan.
“Di Halmahera Utara, banyak masyarakat yang baru mengurus BPJS ketika mereka benar-benar membutuhkan. Ini menunjukkan bahwa perlu ada sosialisasi lebih intensif tentang pentingnya BPJS, bukan hanya sebagai formalitas, tetapi sebagai kebutuhan mendasar,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, Aurelia mengapresiasi visi-misi calon gubernur nomor empat yang diusung Partai Nasdem, Sherly Tjoanda.
Menurutnya, program pendidikan yang diusulkan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Maluku Utara.
“Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan program yang tepat, saya yakin generasi muda kita akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang,” tambahnya.
Sebagai perempuan yang aktif di dunia politik, Aurelia mengakui bahwa masih ada stigma bahwa politik adalah dunia laki-laki.
Namun, ia percaya perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan, terutama dalam isu-isu sosial yang membutuhkan perspektif berbeda.
“Banyak yang masih melihat politik sebagai dunia yang dominan laki-laki. Tapi perempuan juga mampu memberikan dampak besar. Kita melihat semakin banyak perempuan yang berhasil di dunia politik, membuktikan bahwa kita memiliki kapasitas yang setara,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa kehadiran perempuan dalam politik bukan sekadar untuk memenuhi kuota, tetapi sebagai bagian dari upaya menciptakan keseimbangan dalam pengambilan keputusan.
“Saya masuk politik bukan hanya untuk memenuhi kuota perempuan, tetapi untuk membuktikan bahwa perempuan mampu bersaing dan membawa perubahan. Kita harus menunjukkan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin yang kuat dan berdaya,” katanya.
Aurelia menegaskan bahwa fokus utamanya dalam politik adalah menjaga kepercayaan masyarakat yang telah memilihnya.
Ia menyadari bahwa politik bukan hanya tentang ambisi pribadi, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk menjadi suara rakyat di tingkat pengambilan keputusan.
“Sejak awal, saya berkomitmen untuk mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Saya percaya kepercayaan adalah modal utama dalam politik, dan itu harus dijaga dengan kerja nyata,” pungkasnya.
Ia berharap dapat terus memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat Maluku Utara, baik melalui peningkatan akses pendidikan, perbaikan layanan kesehatan, maupun penguatan ekonomi daerah.
Dengan pengalaman dan dedikasinya, Aurelia optimis bahwa masa depan politik di Maluku Utara akan lebih inklusif, dengan peran perempuan yang semakin besar dalam pengambilan kebijakan.
Ia juga berharap generasi muda dapat lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
“Politik adalah alat untuk membawa perubahan. Selama kita bekerja dengan niat yang tulus dan komitmen yang kuat, saya yakin masyarakat akan terus mendukung. Bersama-sama, kita bisa membangun Maluku Utara yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya. (red)




