
WartaSofifi.id – Aktivitas pemerintahan Provinsi Maluku Utara (Malut) lumpuh selama kurang lebih dua pekan terakhir sebelum Pilkada pada 27 November 2024.
Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) diliburkan dengan alasan kebijakan Work From Home (WFH) karena keterbatasan transportasi speed boat antara Ternate-Sofifi.
Langkanya pasokan BBM, terutama minyak tanah, disebut menjadi penyebab utama gangguan transportasi tersebut.
Meski demikian, pantauan media ini menunjukkan bahwa operasional speed boat Ternate-Sofifi dan sebaliknya tetap berjalan lancar selama lebih dari sepekan terakhir, melayani kebutuhan masyarakat.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menyatakan bahwa kebijakan WFH akan dievaluasi dalam waktu dekat.
“WFA (Work From Office), kan itu evaluasi ini, evaluasi untuk cabut kembali WFA,” ujarnya saat ditemui di Sofifi, Senin (9/12/2024).
Ia menambahkan bahwa kebijakan WFH hanya bersifat sementara, menunggu laporan dari tim di lapangan terkait kelancaran transportasi serta pasokan BBM.
“Kalau kita mendapatkan laporan dari tim kami di lapangan, khususnya ada kesediaan transportasi Sofifi-Ternate, kalau pelayanannya sudah maksimal, pasokan BBM sudah baik, kemudian kesediaan armada yang memadai untuk digunakan, memang akan segera dicabut. Karena pertimbangan WFA kan cuma di situ.”,” jelasnya.
Abubakar juga menegaskan bahwa jika situasi kembali normal, seluruh PNS akan kembali diwajibkan berkantor untuk memastikan pelayanan publik berjalan seperti biasa.
“Kalau itu kembali sudah normal, berarti kita akan evaluasi untuk menormalkan kembali aktivitas ASN dan melakukan pelayanan di kantor masing-masing,” tegasnya. (red)




