Apel ASN Pemprov Malut Sukses Tanpa Kehadiran Gubernur, Wagub, dan Sekda

168
Suasana apel gabungan yang dipimpin Kadri Laetje diikuti oleh ratusan ASN dari berbagai OPD di lingkup Pemprov Malut. (Foto: WS/RD)

WARTASOFIFI.ID – Kadri Laetje, Asisten I Setda Malut, memimpin apel gabungan di halaman kantor gubernur Malut, Senin (20/10), menegaskan pentingnya uji kompetensi berbasis meritokrasi bagi ASN di lingkungan Pemprov Malut. Apel ini menjadi momen penting bagi ASN eselon IV, III, dan II untuk menegakkan prinsip profesionalisme dan meningkatkan kualitas kinerja.

Uji kompetensi tersebut merupakan langkah strategis Pemprov Malut untuk memastikan setiap ASN memiliki kemampuan dan prestasi yang sesuai standar. Kegiatan ini juga menjadi tolok ukur bagi promosi jabatan dan penilaian kinerja ASN.

“Kemarin, lingkup ASN kurang lebih hampir 700 dari eselon IV, III, dan II melaksanakan uji kompetensi berbasis meritokrasi. Meritokrasi ada tiga: yang pertama adalah uji kompetensi, yang kedua kualifikasi, dan yang ketiga adalah prestasi,” tegas Kadri Laetje.

Mantan Plt Karo Kesra itu menekankan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan menjadi kunci agar ASN mampu bekerja dan berkarya secara optimal. Ia mendorong setiap pegawai untuk terus meningkatkan kompetensi sesuai tupoksi masing-masing.

“ASN, di samping bekerja dan berkarya, kita mengharapkan untuk ditingkatkan ilmu pengetahuan sesuai dengan tupoksi, karena ilmu pengetahuan itu penting sebagai pedoman untuk kita bekerja dan berkarya,” jelasnya.

Setiap ASN menghadapi tes kompetensi yang cukup menantang, terdiri dari ratusan soal yang menguji kemampuan dan kualifikasi di berbagai jenjang jabatan. Sistem komputer digunakan untuk menjamin objektivitas dan akurasi penilaian.

“Ilmu pengetahuan yang dimiliki akan diuji dalam tes kompetensi; rata-rata 500 soal setiap ASN. Mulai jenjang jabatan, promosi harus uji kompetensi sistem komputer. Ini penting buat ASN. Yang kedua kualifikasi keilmuannya, lalu yang ketiga prestasi,” tambah Kadri.

Selain kemampuan teknis, Kadri menekankan pentingnya penghargaan sebagai motivator bagi ASN. Setiap kegiatan internal maupun eksternal harus diikuti dengan pemberian sertifikat atau piagam bagi peserta dan panitia.

“Setiap kegiatan-kegiatan kami juga berharap agar para pimpinan OPD, kalau selesai melaksanakan kegiatan internal atau eksternal, berikanlah penghargaan kepada ASN atau para peserta yang hadir, karena dengan penghargaan dan sertifikat itu maka akan memberikan nilai,” ujar Kadri.

Penghargaan formal berupa piagam atau sertifikat juga mempengaruhi bobot nilai ASN dalam sistem meritokrasi. Kadri mengingatkan agar pimpinan OPD konsisten memberikan apresiasi kepada setiap peserta.

“Dalam sistem rekrutmen meritokrasi, ada piagam, ada sertifikat, itu akan memberikan bobot nilai kepada pimpinan OPD. Agar setiap melaksanakan kegiatan, jangan lupa berikan sertifikasi atau piagam kepada panitia atau peserta, karena itu akan membantu para peserta yang notabene adalah ASN dalam rangka memperoleh bobot nilai dalam sistem uji meritokrasi,” tambahnya.

Menutup arahannya, Kadri Laetje menegaskan kedisiplinan sebagai bagian dari integritas ASN. Ia menekankan bahwa disiplin bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan cerminan komitmen moral dan spiritual.

“Saya kira itu saja yang dapat saya sampaikan. Pada esensinya, kita terus tingkatkan kedisiplinan, karena disiplin merupakan bagian dari integritas yang telah kita komitmenkan pada Allah SWT. Itu saja yang dapat saya sampaikan,” tutup Kadri.

Namun, berdasarkan pantauan Wartasofifi.id, tiga pucuk pimpinan Pemprov Malut, Gubernur Sherly Tjoanda, Wagub Sarbin Sehe, dan Sekda Samsuddin Abdul Kadir, terpantau tidak hadir dalam apel tersebut. Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemprov Malut terkait ketidakhadiran ketiga pejabat tersebut. (red)