Aku Masih di Sini, Masih Berjuang, Seperti yang Kau Inginkan

3139
Sherly Tjoanda berdiri dengan anggun di bawah langit yang memerah, seolah ia menjadi satu dengan keindahan yang ada di sekelilingnya. (Tangkapan layar/tiktok/@sherlytjoanda)

WARTASOFIFI.ID – Malam yang penuh makna dan haru itu hadir di Gamalama Ballroom, Bela Hotel, Ternate, Jumat (28/3) pekan lalu. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menggelar acara silaturahmi dan buka puasa bersama yang melibatkan pimpinan perbankan, maskapai penerbangan, dan jajaran Bandara Sultan Babullah. Acara ini, yang tujuannya adalah untuk mempererat hubungan serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan sektor perbankan dan transportasi udara, diwarnai dengan rasa kekeluargaan yang mendalam.

Namun, lebih dari sekadar acara sosial biasa, malam itu menyimpan makna yang jauh lebih dalam.

Baginya, ini adalah sebuah momen untuk mengenang dan menghormati almarhum suami tercinta, Benny Laos, yang telah pergi meninggalkan dunia pada akhir 2024.

Benny Laos dikenal sebagai sosok yang sangat peduliterhadap rakyat Maluku Utara dan telah merintis berbagai program sosial yang memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Sherly Tjoanda, di hadapan para tamu undangan, dengan penuh ketulusan menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan gagasan besar yang telah dirintis oleh Benny Laos, yang memiliki visi misi yang jelas untuk kemajuan Maluku Utara.

“Saya dan Wakil Gubernur berjanji akan melanjutkan gagasan besar Almarhum Benny Laos karena kecintaan Almarhum terhadap Maluku Utara,” ujar Sherly dengan suara yang mantap. Kalimat tersebut menggambarkan betapa besar cinta dan penghormatan yang dimiliki Sherly terhadap almarhum suaminya, serta tekadnya untuk tetap melanjutkan apa yang telah mereka perjuangkan bersama.

Sosok Benny Laos tidak hanya dikenang karena kepeduliannya terhadap rakyat Maluku Utara, tetapi juga karena berbagai inisiatif sosial yang telah ia jalankan.

Program-program seperti pembagian sembako kepada masyarakat, kegiatan silaturahmi dengan warga, serta buka puasa bersama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang tidak bisa dilupakan.

Benny Laos percaya bahwa seorang pemimpin harus mampu merasakan apa yang dirasakan oleh rakyatnya, dan ia menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati.

Sherly Tjoanda dengan tulus menegaskan bahwa berbagai kegiatan sosial yang selama ini menjadi bagian dari hidup Benny akan tetap dilanjutkan.

Tidak hanya sekadar melanjutkan program tersebut, tetapi Sherly ingin agar semangat yang telah ditanamkan Benny bisa terus hidup dalam setiap langkah yang diambil.

“Intinya saya akan selalu ada. Ketika ada hal-hal besar yang Almarhum lakukan, saya akan sebisa mungkin melakukan dan melanjutkannya,” tambah Sherly dengan penuh keyakinan. Ucapan tersebut menggambarkan komitmen dan keseriusannya dalam menjalankan amanah ini.

Ia ingin memastikan bahwa semangat dan dedikasi Benny Laos tidak hilang begitu saja, tetapi terus berkembang demi kesejahteraan masyarakat Maluku Utara.

Acara buka puasa bersama itu juga dihadiri oleh banyak pihak yang merasa dekat dengan almarhum Benny. Banyak dari mereka yang mengungkapkan rasa hormat dan apresiasi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Benny selama hidupnya.

Mereka tahu bahwa tanpa kecintaan Benny terhadap Maluku Utara, banyak program sosial yang bermanfaat bagi rakyat mungkin tidak akan terlaksana.

Di tengah acara yang penuh kekhidmatan itu, Sherly juga mengenang kembali kebersamaannya dengan Benny.

Menurutnya, meskipun mereka selalu sibuk dengan berbagai kegiatan sosial, ada momen-momen sederhana yang selalu membuatnya merasa dihargai, seperti berbuka puasa bersama dengan masyarakat di bulan Ramadan.

Bagi Sherly, Lebaran kali ini sangat berbeda. Ini adalah pertama kalinya ia merayakan hari kemenangan tanpa kehadiran Benny di sampingnya.

Sebelumnya, mereka selalu bersama merencanakan segala sesuatu untuk menyambut Lebaran, mulai dari persiapan open house hingga kunjungan ke berbagai tempat di Maluku Utara. Namun, tahun ini, Sherly harus melaluinya sendiri.

Di akun media sosialnya, Sherly menulis sebuah pesan yang sangat emosional dan penuh perasaan:

“Hi Papi… Ini H-3 Lebaran pertama sendiri. Biasanya Mami nemenin Papi persiapan open house atau kunjungan ke Maluku Utara. Sekarang… sendiri…”

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian banyak orang, baik dari kalangan masyarakat Maluku Utara maupun warganet dari luar daerah.

Ribuan komentar yang datang di bawah unggahan tersebut penuh dengan dukungan dan rasa simpati terhadap apa yang dirasakan oleh Sherly.

Banyak yang ikut merasakan kehilangan dan menyampaikan doa agar Sherly diberi kekuatan dalam menghadapi rindu yang mendalam terhadap suaminya.

Salah satu komentar yang menyentuh hati datang dari seorang warganet, yang menulis: “Padahal laut merebut kebahagiannya, tapi dia tidak takut. Kapal merenggut separuh hidupnya, tapi dia tidak trauma, dan Maluku Utara tempat diambilnya jiwanya, tapi dia tidak dendam. Ketulusan Ibu Sherly menjadi contoh bahwa masih banyak orang baik di dunia ini, walaupun cintanya telah diambil di sana.”

Kepergian Benny Laos memang menyisakan luka yang sangat dalam, baik bagi Sherly pribadi maupun bagi seluruh masyarakat Maluku Utara. Namun, Sherly tidak membiarkan rasa kehilangan tersebut menghentikan langkahnya.

Sebagai seorang pemimpin, ia tahu bahwa ia harus tetap tegar dan melanjutkan segala yang telah dilakukan oleh almarhum Benny.

Sherly kembali menegaskan bahwa kegiatan sosial yang telah dirintis oleh suaminya tidak akan berhenti.

“Almarhum selalu berusaha mendekatkan diri dengan masyarakat, entah dengan berbagi sembako, silaturahmi, atau sekadar berbuka puasa bersama. Itu adalah bagian dari hatinya, dan saya tidak ingin menghentikannya. Saya akan selalu ada untuk meneruskan itu,” tegas Sherly.

Menurut Sherly, Benny selalu memiliki keinginan yang kuat untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Maluku Utara.

Ia ingin memastikan bahwa keberadaan pemerintah tidak hanya dirasakan dalam bentuk kebijakan, tetapi juga dalam bentuk tindakan nyata yang langsung dapat membantu masyarakat. Itulah yang menjadi fokus Sherly setelah kepergian suaminya.

Sherly tahu bahwa tidak mudah untuk menjalankan tugas besar ini, terutama ketika harus menghadapinya seorang diri.

Namun, ia memiliki keyakinan yang kuat bahwa setiap langkah yang diambilnya adalah untuk kebaikan bersama.

Di tengah kesedihan dan tantangan yang ada, Sherly meminta doa dan dukungan dari semua pihak yang hadir pada acara tersebut.

Ia berharap dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan mewujudkan janji-janji politik yang telah disampaikan bersama Benny Laos.

“Saya mohon doa dari semua yang hadir, agar saya dan Pak Sarbin Sehe bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik, tetap amanah, dan mampu mewujudkan janji-janji politik serta gagasan besar Almarhum Benny Laos untuk Maluku Utara,” ungkap Sherly.

Dalam hatinya, Sherly percaya bahwa doa dan dukungan dari masyarakat akan memberinya kekuatan untuk menghadapinya.

Ia tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah, tetapi ia bertekad untuk terus berjuang demi masyarakat Maluku Utara, demi melanjutkan perjuangan suami tercinta.

Di balik ketegaran yang ditunjukkan Sherly, banyak orang yang menyadari bahwa ia tengah menanggung beban berat.

Tidak hanya sebagai seorang pemimpin, tetapi juga sebagai seorang istri yang telah kehilangan cinta sejatinya.

Namun, di dalam hati yang penuh rindu dan luka, ada juga semangat yang membara untuk melanjutkan apa yang telah dibangun bersama Benny Laos.

Sherly tahu bahwa meskipun Benny tidak lagi berada di sisinya, cinta dan dedikasi yang mereka miliki bersama untuk Maluku Utara tetap hidup. Ini adalah warisan yang harus diteruskan, dan Sherly siap untuk melangkah maju demi mewujudkan mimpi besar yang telah mereka rencanakan bersama.

Dan di suatu tempat yang jauh di sana, Benny Laos mungkin tersenyum bangga melihat segala yang telah dicapai oleh Sherly.

Ia tahu bahwa meskipun ia telah pergi, perjuangan mereka untuk Maluku Utara akan terus berlanjut, diwariskan melalui langkah-langkah yang diambil oleh istri tercintanya.

Dengan segala doa dan harapan, Sherly Tjoanda melangkah maju, tak hanya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai ibu bagi masyarakat Maluku Utara.

Ia tahu bahwa di balik setiap tantangan yang dihadapinya, ada kekuatan yang mengalir dari rakyat yang selalu mendukung dan mengingat warisan cinta dan pengabdian yang telah ditinggalkan oleh Benny Laos.

Tidak hanya melalui acara resmi, Sherly juga berbagi perasaannya di media sosial, terutama di akun TikTok miliknya, @sherlytjoanda. Pada salah satu unggahannya, Sherly menulis dengan sangat emosional:

“Dalam diam, saya belajar menerima… Tak semua harus dipahami saat itu juga… Kekuatan justru datang saat saya berhenti melawan, dan mulai berserah, menerima takdir ini dan percaya pada rancangan-Nya…”

Kutipan tersebut, yang diiringi oleh lagu Ghea Indrawari “Melangitkanmu”, berhasil menyentuh banyak hati para pengikutnya. Dengan lebih dari 45.5 ribu likes dan 777 komentar, unggahan tersebut mengungkapkan betapa dalamnya perasaan Sherly terhadap kehilangan yang ia alami, dan juga bagaimana ia berusaha menerima kenyataan dengan penuh ketenangan.

Pada postingan lainnya, Sherly menulis tentang perasaannya menjelang Lebaran pertama tanpa kehadiran Benny:

“Hi Papi… Ini H-3 Lebaran pertama sendiri… Biasanya Mami nemenin Papi persiapan open house atau kunjungan ke Maluku Utara. Sekarang… sendiri…”

Status ini mengundang ribuan likes dan komentar, yang menunjukkan bahwa banyak orang yang merasakan dan mendukung perjuangannya.

Dukungan dan doa terus mengalir, memberikan kekuatan bagi Sherly untuk terus maju dalam mengemban amanah yang berat ini.

Sherly menunjukkan bahwa meskipun ia menghadapi banyak tantangan, ia tetap tegar dan siap melangkah bersama rakyat Maluku Utara, melanjutkan warisan cinta dan pengabdian Benny Laos yang tak akan terlupakan. (red)

Sumber: Rilis Biro Adpim/TikTok/@sherlytjoanda