
WartaSofifi.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara kini hampir merampungkan pembangunan pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) di Kabupaten Kepulauan Sula.
Kehadiran pabrik ini tidak hanya akan memenuhi kebutuhan air minum berkualitas bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi aset strategis baru bagi Pemprov Malut, dengan harapan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka peluang ekonomi baru.
Kepala Disperindag Malut, Yudhitya Wahab, mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik AMDK ini merupakan upaya Pemprov untuk menjawab kebutuhan daerah akan pasokan air bersih yang stabil.
Menurutnya, pabrik ini dapat memberikan dampak luas, dari sisi kesehatan hingga ekonomi.
“Kami berharap pabrik AMDK ini tidak hanya memenuhi kebutuhan air minum bersih masyarakat, tetapi juga menjadi katalisator ekonomi lokal dengan membuka lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pada produk dari luar daerah,” ujar Yudhitya pada Kamis (31/10/2024).
Yudhitya menambahkan, proyek ini merupakan langkah strategis yang diambil Pemprov Malut untuk mendorong kemandirian daerah, memanfaatkan potensi lokal, dan memperkuat ekonomi.
“Keberadaan pabrik AMDK ini akan menjadi aset berharga bagi Pemprov, memperkuat posisi kami dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan ini, Muhammad Abdu Djafar, menjelaskan bahwa proses pembangunan hingga pengadaan mesin pabrik berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar ketat.
“Mesin-mesin yang kami gunakan telah diseleksi secara teliti agar produk yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan dan keamanan. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan produk berkualitas bagi masyarakat,” kata Abdu.
Ia menegaskan bahwa pengawasan kualitas akan terus menjadi prioritas, dimulai dari tahap perencanaan hingga distribusi.
Pabrik ini dirancang untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan air minum lokal, tetapi juga untuk memperluas distribusi ke daerah-daerah sekitar, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas di Maluku Utara.
Dengan kehadiran pabrik AMDK ini, Pemprov Malut melihat peluang untuk mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan PAD dari sektor industri minuman.
Ke depan, pabrik ini diharapkan mampu menghasilkan produk air minum yang bersaing baik dari sisi kualitas maupun harga, sehingga masyarakat dapat berbangga menggunakan produk lokal yang dikelola sendiri.
Disperindag optimis bahwa pabrik ini akan segera rampung dalam beberapa bulan ke depan dan siap untuk memulai pemasaran pada awal tahun mendatang. (red)




