Pabrik AMDK Sula Siap Genjot Ekonomi Maluku Utara

98
Kabid Perdagangan Disperindag Malut, Muhammad Abdu Djafar.

WartaSofifi.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara tengah merampungkan pembangunan pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) di Kabupaten Kepulauan Sula.

Pabrik ini digadang-gadang akan menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat, memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata.

Menurut Kepala Disperindag Malut, Yudhitya Wahab, inisiatif ini muncul dari kebutuhan masyarakat akan pasokan air minum yang stabil dan berkualitas di wilayah Sula.

“Kami berharap pabrik AMDK ini tidak hanya memenuhi kebutuhan air minum bersih masyarakat, tetapi juga menjadi katalis untuk peningkatan ekonomi lokal dengan membuka lapangan kerja baru,” ujar Yudhitya, Sabtu (5/9/2024).

Yudhitya menyebut proyek ini sebagai salah satu langkah strategis Pemprov Malut untuk mendorong kemandirian daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar serta memanfaatkan potensi sumber daya lokal.

Muhammad Abdu Djafar, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan ini, mengungkapkan bahwa proses pembangunan dan pengadaan mesin AMDK berjalan sesuai rencana.

“Mesin-mesin yang kami gunakan sudah melalui proses seleksi ketat, memastikan produk air minum yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan dan keamanan. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan produk berkualitas bagi masyarakat,” jelas Abdu.

Ia menambahkan bahwa pengawasan kualitas menjadi prioritas, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, untuk memastikan produk yang dihasilkan aman dan layak konsumsi.

Selain untuk kebutuhan lokal, pabrik AMDK ini dirancang untuk membuka peluang distribusi ke daerah-daerah sekitar, memperluas jangkauan pasokan air minum bersih di wilayah Maluku Utara.

Dengan begitu, kontribusi industri ini diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Pemprov Malut melihat proyek ini sebagai peluang besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor industri minuman, mengingat potensi pasar lokal yang luas dan kebutuhan akan air minum bersih yang terus meningkat.

“Keberadaan pabrik ini adalah wujud nyata komitmen Pemprov Malut dalam mengelola potensi daerah secara mandiri dan berkelanjutan,” tambah Yudhitya.

Pabrik AMDK ini ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan, dengan pemasaran produk yang diharapkan bisa dimulai pada awal tahun mendatang.

Disperindag optimistis air minum dalam kemasan produksi lokal ini akan mampu bersaing secara kualitas dan harga dengan produk serupa dari luar daerah, sekaligus menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat Maluku Utara. (red)