
WARTASOFIFI.ID – Gubernur Sherly Tjoanda menyalurkan bantuan 67 ekor sapi kurban dalam rangka perayaan Idul Adha 1446 Hijriah. Bantuan tersebut disalurkan ke seluruh 10 kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara (Malut) secara proporsional, sesuai kebutuhan dan jumlah jamaah di masing-masing wilayah.
Bantuan sapi kurban ini sudah mulai disalurkan ke 67 masjid yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara. Penyaluran dilakukan secara bertahap hingga mendekati hari raya Idul Adha.
Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Malut, Kadri Laeje, dalam keterangannya kepada WARTASOFIFI.ID, Kamis (29/5), menyatakan bahwa program bantuan sapi kurban merupakan bentuk perhatian langsung dari Gubernur kepada masyarakat di daerah. Jasa Anti Rayap Jakarta
“Program Ibu Gubernur dalam rangka pemberian bantuan sapi kurban ini menyasar seluruh kabupaten/kota, dari Kota Ternate sampai Pulau Taliabu, dengan pembagian yang disesuaikan secara proporsional,” ujar Kadri.
Kadri menjelaskan, daerah dengan jumlah jamaah lebih besar akan mendapat alokasi sapi lebih banyak. Tahun ini, Pemprov Malut mengalokasikan 67 ekor sapi kurban, namun Gubernur Sherly Tjoanda berharap jumlah tersebut dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
“Ibu Gubernur menyampaikan bahwa dari 67 ekor tahun ini, insya Allah ke depan bisa naik ke 100 ekor, karena kebutuhan masyarakat cukup tinggi,” lanjut Kadri.
Terkait spesifikasi sapi kurban, Gubernur memberikan arahan tegas agar seluruh penyedia mematuhi ketentuan kontrak, khususnya dalam hal berat dan kesehatan hewan.
“Spek sapinya harus jelas. Berat minimal 90 sampai 100 kilogram per ekor, dan harus dalam kondisi sehat. Ibu Gubernur mewanti-wanti agar penyedia benar-benar konsisten terhadap spek ini. Satu kilo pun tidak boleh kurang,” tegas Kadri.
Menurutnya, jika penyedia tidak mematuhi ketentuan tersebut, maka akan menjadi catatan evaluasi serius bagi Gubernur, termasuk kemungkinan tidak dilibatkan lagi dalam proses pengadaan tahun berikutnya.
Kadri juga menambahkan bahwa proses pengadaan dilakukan melalui sistem e-katalog. Karena itu, seluruh penyedia wajib tunduk pada aturan dan komitmen yang sudah tertuang dalam kontrak elektronik.
“Anggaran yang tersedia dalam e-katalog untuk 67 ekor sapi ini sebesar Rp1,5 miliar. Artinya, per ekor sapi rata-rata dianggarkan sebesar Rp20 juta. Tugas penyedia adalah mengantar sapi sampai ke titik lokasi yang telah ditentukan,” paparnya.
Proses distribusi sapi kurban telah dimulai sejak 28 Mei 2025. Tim Biro Kesra sudah diturunkan ke masing-masing kabupaten/kota untuk memastikan sapi tiba di titik masjid yang menjadi sasaran penyaluran.
“Kami telah menerjunkan tim ke lapangan untuk memantau langsung proses distribusi. Tim monitoring kami memastikan bahwa sapi-sapi yang diterima oleh panitia masjid sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” kata Kadri.
Ia juga menyebutkan bahwa panitia pendamping dari Biro Kesra telah diberikan pelatihan khusus untuk mengecek berat dan kondisi fisik sapi, sehingga proses serah terima berjalan objektif dan tidak merugikan pihak manapun.
“Prinsipnya, kami hanya ingin memastikan bahwa amanah Ibu Gubernur tersampaikan dengan baik ke masyarakat. Kami harap para penyedia dan semua pihak terkait tetap komitmen terhadap aturan yang telah ditetapkan,” pungkas Kadri. (red)




