
SOFIFI – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pemerkosaan, bunuh diri, dan kekerasan terhadap anak menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan komitmennya untuk menangani masalah ini secara nyata.
Saat meninjau sekolah rakyat di Sofifi bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial pada Minggu (25/5), Gubernur Sherly mengungkapkan sejumlah program strategis yang akan diimplementasikan untuk memberikan perlindungan dan rehabilitasi bagi korban kekerasan dan anak-anak berkebutuhan khusus di daerah tersebut.
“Saya sudah berdiskusi banyak dengan Pak Sekjen, jadi banyak sekali program dari Kementerian Sosial yang bisa diimplementasikan di Maluku Utara,” ujarnya kepada wartawan.
Salah satu langkah konkret yang dijanjikan adalah penyediaan lahan seluas 5 hingga 10 hektare di Sofifi untuk pembangunan rumah singgah atau rumah aman.
Fasilitas ini nantinya akan menjadi tempat perlindungan dan pemulihan bagi anak-anak korban kekerasan, pelecehan, gangguan mental, serta mereka yang berkebutuhan khusus.
“Kita akan memberikan ekosistem yang baik di rumah singgah Kemensos tersebut sehingga mereka bisa dirawat dengan layak,” lanjut Sherly.
Selain itu, Gubernur juga menyampaikan adanya kolaborasi erat antara pemerintah pusat melalui Kemensos dengan pemerintah daerah, terutama dalam menangani masalah sosial seperti Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Intinya adalah pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kami hadir untuk menurunkan tingkat kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup, dan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara,” tutupnya. (red)




