
Sebanyak 20 peserta terbaik asal Malut ambil bagian dalam Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara. Rombongan kafilah Malut ini dipimpin langsung oleh Plt Karo Kesra Setdaprov Malut, Asrul Gailea.
Dikutip dari rri.co.id, Asrul menjelaskan bahwa seluruh peserta yang diberangkatkan telah melewati tahapan seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Mereka yang terpilih merupakan hasil dari penilaian objektif dewan hakim yang berkompeten di bidangnya.
“Yang kami bawa ke tingkat nasional ini sudah siap memberikan yang terbaik. Sesuai arahan Pak Wakil Gubernur yang hadir saat pembukaan, semoga kita bisa meraih hasil maksimal,” ujar Asrul saat menyaksikan penampilan salah satu peserta di kampus IAIN Kendari, Rabu (15/10).
Kafilah Malut terdiri dari 20 peserta yang mewakili berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah anak-anak, dewasa, hingga hafalan Al-Qur’an dan hadis. Di antara mereka, terdapat nama-nama seperti Muhammad Fadhil Sillia yang tampil pada cabang Hifzhil Qur’an golongan 1 juz dan tilawah putra, serta Maisarah Bahtiar pada cabang serupa untuk golongan 5 juz putri.
Ada pula Annisa Hanif Latifa dan M. Badwi Pina yang bersaing di cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis, serta Isran Humunggio dan Andi Rahma Maharani Poetri di kategori Hafalan 500 Hadits tanpa sanad.
Untuk cabang hafalan tingkat tinggi, Aziska H. Wahab dan M. Farid Rofki Zulkifli masing-masing mewakili golongan 30 juz, sementara Bima Prasetyo Tukuboya dan Ummi Ainun Sumange berada di golongan 20 juz. Dari kategori hafalan hadis dengan sanad, tampil Faujan Rizaldi Limatahu dan Nurhalisa Rahmediaty.
Sementara di cabang tilawah, nama-nama seperti Firmansyah Abu Yusup dan Ilma Muchsin turun di golongan dewasa, Nofita Afiun serta Muhammad Aldi Ardiansyah di golongan anak-anak, sedangkan Risky Maolana dan Rifqah Hijrah Wati Sapsuha berkompetisi di cabang tilawah dan hafalan kombinasi.
Selain itu, Siti Amalia Djafar dan Muhammad Afdal tampil pada cabang Hifzhil Qur’an golongan 10 juz, menambah kekuatan kontingen Malut di kategori menengah. Menurut Asrul, para peserta tersebut telah menunjukkan kesiapan dan semangat tinggi sejak kedatangan di Kendari.
“Peserta yang telah tampil alhamdulillah lancar. Tinggal kita menunggu hasil penilaian dewan hakim, yang bekerja sangat teliti dan profesional. Semoga saja ada kabar baik untuk Maluku Utara,” ujarnya optimistis.
Dari total 20 peserta, 13 orang telah tampil lebih dulu pada 12-14 Oktober 2025, disusul dua peserta pada 15 Oktober, dan lima peserta lainnya dijadwalkan tampil 16 Oktober 2025.
Asrul menambahkan, keikutsertaan kafilah Malut pada STQH Nasional bukan sekadar kompetisi, melainkan wujud komitmen daerah dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis di tengah masyarakat.
Bagi Asrul, STQH Nasional XXVIII ini menjadi momentum penting bagi kafilah Malut untuk menunjukkan kemampuan terbaik di bidang tilawah, hafalan, dan penulisan ilmiah hadis. Selain menjadi ajang lomba, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antardaerah serta menumbuhkan semangat mencintai Al-Qur’an di kalangan generasi muda.




