
WARTASOFIFI.ID – Kejuaraan Karate Gubernur Cup Maluku Utara tahun 2025 resmi ditutup dengan semarak dan penuh apresiasi oleh Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, pada Kamis malam (3/7). Turnamen bergengsi yang berlangsung selama tiga hari sejak 1 Juli ini, dipusatkan di Gedung Dhuafa Center, Kota Ternate, dan menyedot semangat ratusan atlet dari berbagai daerah di Kawasan Timur Indonesia.
Kontingen Sulut keluar sebagai juara umum dengan dominasi penuh di berbagai kategori. Tiga posisi teratas masing-masing diraih oleh INKAI Sulut (juara umum I), LEMKARI Tangkoko Bitung (juara umum II), dan SMANKOR Sulut (juara umum III), yang semuanya mengantongi medali emas, perak, dan perunggu dalam jumlah signifikan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly Tjoanda menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh atlet, pelatih, tim official, dewan juri, serta panitia penyelenggara yang telah sukses menggulirkan turnamen dengan aman dan lancar.
“Terima kasih kepada seluruh peserta, atlet, pelatih, official tim, dan dewan juri yang telah hadir dan berkompetisi secara sportif. Kejuaraan ini bukan hanya tentang meraih medali, tetapi membangun semangat juang, disiplin, dan kebersamaan di antara kita,” ujar Gubernur Sherly.
Usai menyampaikan sambutan di atas podium, Gubernur perempuan pertama di Malut itu langsung turun menyapa para atlet dan pengunjung.
Momen ini sontak menjadi sorotan ketika ratusan peserta dan penonton antusias mengabadikan foto bersama sang kepala daerah.
Suasana menjadi penuh kehangatan, memperlihatkan hubungan emosional yang erat antara pemimpin daerah dan masyarakatnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Malut, Saifuddin Djuba, dalam laporannya menuturkan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Dispora Malut dan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Malut.
“Turnamen ini merupakan bagian dari strategi pembinaan atlet jangka panjang. Kami mempersiapkan atlet-atlet Malut, baik usia dini maupun pemula, agar bisa tampil di kancah nasional. Kita ingin punya karateka yang siap bertarung di level lebih tinggi,” kata Saifuddin.
Turnamen Gubernur Cup 2025 ini diikuti oleh 608 atlet dari berbagai perguruan dan perwakilan daerah di Malut, Sulut, dan Maluku. Pertandingan terbagi dalam 75 kelas dari tujuh kategori usia, mulai dari usia dini (6 tahun) hingga kategori senior (18 tahun ke atas).
Tujuh kategori yang dipertandingkan meliputi:
1. Usia dini 6–7 tahun (putra)
2. Usia dini 8–9 tahun
3. Pra pemula 10–11 tahun
4. Pemula 12–13 tahun
5. Kadet 14–15 tahun
6. Junior 16–17 tahun
7. Senior 18 tahun ke atas
Panitia pelaksana menyebut, kejuaraan ini tak hanya menjadi ajang uji kemampuan, tetapi juga membentuk karakter atlet sejak dini. Mereka berharap kejuaraan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Gubernur atas dukungan luar biasa, sehingga kejuaraan ini bisa berjalan sukses. Semoga turnamen ini menjadi tradisi tahunan dan terus memunculkan bibit-bibit unggul dari Malut,”kata Saifuddin.
Penutupan kejuaraan turut dihadiri oleh Sekda Malut, Samsuddin Abdul Kadir, Kabinda Malut, Kabag Protokol Setda Malut, jajaran pengurus cabang olahraga, para pelatih, dewan juri, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sherly menekankan bahwa olahraga adalah bagian integral dari pembangunan karakter generasi muda.
Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan olahraga yang mempersatukan dan memberdayakan anak-anak muda di Malut.
“Karate tidak hanya mengajarkan teknik bertarung, tetapi juga kedisiplinan, pengendalian diri, dan semangat juang. Nilai-nilai ini penting dalam membentuk masa depan anak-anak Malut,” tutur Gubernur.
Turnamen Gubernur Cup ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, dan masyarakat dalam menciptakan ruang prestasi dan rekreasi yang positif.
Ke depan, Gubernur Sherly berharap Malut mampu menjadi tuan rumah kejuaraan level nasional, bahkan internasional, di berbagai cabang olahraga.
Dengan berakhirnya Kejuaraan Karate Gubernur Cup 2025, Malut sekali lagi menegaskan posisinya sebagai daerah yang tak hanya kaya budaya, tetapi juga siap melahirkan atlet-atlet berprestasi di panggung nasional. Turnamen ini bukan akhir dari sebuah kompetisi, tetapi awal dari perjalanan panjang menuju kejayaan olahraga daerah. (red)
Sumber: Biro Adpim Malut




