Ketua TP PKK Malut, Rusni Sarbin. Foto: Jainal Adaran for WARTASOFIFI.ID
Ketua TP PKK Malut, Rusni Sarbin, mematangkan persiapan menyambut kunjungan Ketua TP PKK Pusat ke Malut yang dijadwalkan pada 3 September 2026. Sejumlah agenda telah disiapkan melalui rapat teknis yang berlangsung di eks Hotel Crysant Ternate, Rabu 26 Agustus 2026.
“Rapat tadi berkaitan dengan persiapan dan kesiapan kunjungan Ketua TP PKK Pusat yang juga sekaligus sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Pusat dan Ketua Perwosi. Insya Allah beliau akan hadir di Provinsi Maluku Utara dengan beberapa agenda penting yang akan dilaksanakan,” katanya di Ternate, Rabu 26 Agustus 2026.
Salah satu agenda kunjungan Ketua TP PKK Pusat di Malut adalah senam bersama yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Landmark Ternate pada 3 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan siswa dan siswi SMA serta SMK dari sejumlah sekolah di Malut. Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kapasitas lokasi, sehingga peserta dari kalangan pelajar tidak berasal dari seluruh sekolah, melainkan diwakili oleh beberapa sekolah di Malut.
“Insya Allah pada tanggal 3 September akan dilaksanakan kegiatan di Landmark. Untuk senam bersama, karena melihat kapasitas tempat, siswa-siswi SMA dan SMK yang terlibat merupakan perwakilan dari beberapa sekolah,” ungkapnya.
Selain senam bersama, kunjungan Ketua TP PKK Pusat ke Malut juga akan diisi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta penyerahan bantuan dari TP PKK Pusat. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda kunjungan yang diarahkan pada pelayanan kepada masyarakat di Malut.
“Setelah itu ada kegiatan berupa CKG dan juga pemberian bantuan dari Tim Penggerak PKK Pusat. Jadi kegiatan ini tidak hanya senam bersama, tetapi ada beberapa agenda yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat,” beber Rusni.
Kegiatan kunjungan juga diarahkan pada penguatan Posyandu melalui sosialisasi serta penyempurnaan registrasi Posyandu. Selain itu, bantuan sanitasi dari Tim Pembina Posyandu Pusat akan diberikan kepada sejumlah wilayah di Malut, termasuk Pulau Maitara dan Morotai. Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda yang disiapkan untuk mendukung penguatan pelayanan Posyandu di Malut.
“Ada kegiatan kami yang berkaitan dengan Posyandu, yaitu sosialisasi dan penyempurnaan registrasi Posyandu. Ada juga bantuan dari pusat berupa sanitasi yang diberikan untuk beberapa wilayah, di antaranya Pulau Maitara dan Morotai,” jelasnya.
Rusni berharap dukungan dan bantuan dari pemerintah pusat untuk Posyandu di Malut dapat terus berlanjut, tidak hanya pada 2026, tetapi juga pada tahun-tahun berikutnya. Penginputan serta registrasi Posyandu dinilai penting agar seluruh Posyandu di Malut tercatat dengan baik, sehingga dukungan program dari pemerintah pusat dapat terus diperoleh.
“Kami berharap bantuan tersebut dari pusat bukan hanya di tahun ini, tetapi Insya Allah dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Yang terpenting adalah penginputan registrasi supaya seluruh Posyandu dapat terdaftar dengan baik,” tutur Rusni.
Rusni Sarbin menekankan pentingnya kolaborasi TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Perwosi dalam rangkaian kunjungan tersebut. Sinergi ketiga organisasi ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan berbagai kegiatan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Malut.
“Bukan hanya PKK saja, tetapi ada kolaborasi dengan Tim Pembina Posyandu dan Perwosi. Kami berharap kolaborasi dari tiga organisasi ini dapat mendatangkan hal-hal yang terbaik untuk daerah kita,” tuturnya.
Rusni Sarbin menjelaskan perubahan cakupan pelayanan Posyandu yang kini menjangkau masyarakat dalam berbagai tahapan kehidupan melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pelayanan Posyandu tidak lagi berfokus pada bayi dan balita. Sejumlah perangkat daerah turut terlibat, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, pekerjaan umum hingga Dinas Sosial.
“Posyandu sekarang memiliki enam SPM yang melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, pekerjaan umum dan Dinas Sosial. Jadi Posyandu ini bukan hanya untuk bayi dan balita, tetapi dimulai dari bayi lahir sampai kepada masyarakat lanjut usia,” tandas Rusni. (red)
Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.