Tenaga Kerja Lokal Maluku Utara Siap Bersaing di Pasar Global

169
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku Utara, Nirwan M. Turuy, memberikan sambutan pembukaan pada kegiatan Pelayanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) (Foto: Ist)

WartaSofifi.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dalam menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks.

Hal ini diwujudkan melalui program Pelayanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perusahaan, yang berlangsung pada Kamis (17/10/2024) di Hotel Bolote, Sofifi.

Acara ini menyoroti pentingnya Surat Izin Operator (SIO) bagi tenaga kerja yang beroperasi di sektor alat berat sebagai syarat mutlak untuk bersaing, baik di pasar tenaga kerja nasional maupun internasional.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku Utara, Nirwan M. Turuy, dalam sambutannya menekankan bahwa sertifikasi SIO bukan hanya legalitas administratif, tetapi merupakan bukti kemampuan dan kompetensi yang diakui secara internasional.

“Kami memprioritaskan sertifikasi ini bagi tenaga kerja lokal yang sudah memiliki kemampuan mengoperasikan alat berat namun belum bersertifikasi. Ini merupakan langkah strategis agar SDM Maluku Utara mampu bersaing di kancah nasional hingga global,” ungkapnya.

SIO bukan sekadar sertifikat, melainkan pengakuan formal atas kompetensi operator alat berat dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berlaku secara nasional dan internasional.

Nirwan menjelaskan bahwa SIO berfungsi seperti “SIM” bagi operator alat berat, yang tidak hanya mengizinkan mereka untuk bekerja di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

“Dengan memiliki SIO, pekerja lokal kita dapat bersaing dan berkontribusi di mana pun, bahkan di pasar tenaga kerja internasional,” jelasnya.

Pelatihan yang dilakukan dalam kegiatan ini juga berfokus pada aspek keselamatan kerja yang menjadi elemen kunci dalam operasional industri berat.

Dengan penerapan standar K3 yang ketat, perusahaan tidak hanya mendapatkan operator yang kompeten secara teknis, tetapi juga yang mampu memastikan operasional perusahaan berjalan tanpa risiko keselamatan.

Sejak program sertifikasi SIO ini dilaksanakan pada 2020, terjadi perubahan signifikan dalam struktur tenaga kerja di Maluku Utara, khususnya di sektor alat berat.

Nirwan mengungkapkan bahwa sebelum program ini berjalan, sebagian besar operator alat berat di wilayah tersebut masih berasal dari luar daerah, seperti Manado.

Namun, setelah pelatihan intensif yang dilakukan pada tahun 2021 dan 2022, semakin banyak tenaga kerja lokal yang memperoleh SIO, sehingga ketergantungan pada tenaga kerja dari luar mulai berkurang.

“Pada tahun 2022 saja, sebanyak 330 SIO berhasil diterbitkan untuk tenaga kerja lokal. Ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah daerah untuk memastikan tenaga kerja lokal kita memiliki kompetensi yang diperlukan. Saat ini, kita sudah mulai melihat keseimbangan antara jumlah operator dari luar dengan tenaga kerja lokal yang bersertifikat. Ke depan, kita harapkan tenaga kerja lokal Maluku Utara dapat sepenuhnya mandiri dalam memenuhi kebutuhan industri,” tambah Nirwan.

Program sertifikasi ini juga merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk pengembangan SDM di Maluku Utara.

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat dan munculnya berbagai industri baru, kebutuhan akan tenaga kerja terampil dan bersertifikat semakin mendesak.

Nirwan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan program pelatihan yang relevan dan berkelanjutan.

“Penting bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Maluku Utara untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja lokal. Dengan bekerja sama, kita dapat memastikan bahwa pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi harapannya agar setiap perusahaan di Maluku Utara menjadikan pelatihan dan sertifikasi sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

“Dengan demikian, kita tidak hanya menciptakan tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ekonomi lokal,” tambahnya.

Dengan diterbitkannya SIO oleh Kementerian Tenaga Kerja, tenaga kerja Maluku Utara kini memiliki kesempatan lebih luas untuk berkarier di tingkat nasional maupun internasional.

Pelatihan yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak akan memastikan bahwa Maluku Utara dapat terus menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan siap menghadapi tantangan industri global.

Melalui inisiatif ini, Maluku Utara menunjukkan tekadnya untuk menjadi pusat pengembangan SDM yang unggul di Indonesia, serta membuktikan bahwa investasi dalam pelatihan dan sertifikasi adalah investasi terbaik untuk masa depan tenaga kerja dan ekonomi daerah. (red)