Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Malut, Naly Thomas, menilai dukungan yang diberikan Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, dan Wagub Malut, Sarbin Sehe, kepada Kontingen Pesparawi Malut yang akan mengikuti Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, merupakan wujud nyata komitmen Pemprov Malut dalam mendukung pengembangan seni budaya gerejawi, pembangunan karakter, serta pembinaan generasi muda di daerah.
“Pemerintah Provinsi Maluku Utara menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung keberangkatan Kontingen Pesparawi Maluku Utara menuju Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat,” kata Naly Thomas ketika diwawancarai WARTASOFIFI.ID melalui sambungan telepon seluler pada Minggu, 14 Juni 2026.
Di tengah berbagai agenda pembangunan daerah, perhatian yang diberikan Sherly-Sarbin terhadap kegiatan keagamaan serta pengembangan seni budaya gerejawi dinilai memiliki makna yang tidak kalah penting. Sebab, pembangunan sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga pembentukan kualitas manusia yang menjadi fondasi masa depan daerah.
“Dukungan yang diberikan menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tetap menjadi perhatian penting Pemerintah Provinsi Maluku Utara,” ujarnya, seraya mengapresiasi perhatian Pemprov Malut.
Dalam perspektif Naly, dukungan Pemprov Malut tidak berhenti pada tataran kebijakan semata, melainkan diwujudkan melalui langkah konkret yang menyentuh langsung kebutuhan kontingen. Komitmen itu tercermin dari penyediaan fasilitas transportasi udara pulang-pergi bagi seluruh peserta dan official, sebuah dukungan yang menjadi fondasi penting agar proses persiapan hingga keikutsertaan dalam ajang nasional dapat berjalan lebih terukur, tertata, dan optimal.
“Fasilitasi transportasi ini memberikan kepastian bagi peserta untuk fokus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional,” terang Naly, sembari mengapresiasi perhatian Pemprov Malut terhadap kebutuhan kontingen.
Di balik berbagai dukungan yang diberikan, kehadiran langsung Gubernur Sherly Tjoanda dalam agenda pelepasan dan keberangkatan kontingen menuju Manokwari menjadi wujud kuat bahwa Pemprov Malut menaruh perhatian serius terhadap perjuangan para peserta yang akan membawa nama Malut di panggung nasional.
“Kehadiran Ibu Gubernur menjadi dukungan moral yang sangat berarti bagi kami dan seluruh peserta dan official kontingen,” tutur Naly.
Menurutnya, perhatian yang ditunjukkan Gubernur Sherly turut menjadi suntikan semangat bagi para peserta yang selama ini menjalani proses latihan dan persiapan secara intensif. Dukungan tersebut tidak hanya memperkuat kepercayaan diri kontingen, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa perjuangan mereka mendapat perhatian dan apresiasi dar Pemprov Malut.
“Para peserta merasa mendapat kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk memberikan penampilan terbaik,” jelasnya, menggambarkan semangat dan kesiapan kontingen menjelang kompetisi tingkat nasional.
Perhatian yang diberikan Wagub Sarbin Sehe terhadap pembinaan seni budaya gerejawi dinilai turut memperkuat upaya pengembangan sumber daya manusia di Malut. Dukungan tersebut dipandang sebagai bagian dari ikhtar membangun karakter generasi muda melalui kegiatan yang tidak hanya mengedepankan aspek seni, tetapi juga nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan pengabdian.
“Selain Ibu Gubernur, Pak Wagub juga memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan seni budaya gerejawi sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat,” ungkapnya, mantan Sekretaris Bappeda Malut itu menilai dukungan tersebut merupakan bagian dari perhatian langsung kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Pada ajang Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, Kontingen Pesparawi Malut tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi membawa tekad untuk tampil maksimal di 12 kategori lomba yang mencakup beragam cabang paduan suara, vokal grup, hingga musik gereja nusantara. Keikutsertaan di seluruh kategori tersebut menjadi bagian dari kesiapan yang dibangun melalui proses panjang latihan, pembinaan, dan seleksi yang ketat, sekaligus menunjukkan keseriusan Malut dalam menempatkan diri sebagai kontingen yang siap bersaing di level nasional.
“Keikutsertaan dalam 12 kategori menunjukkan kesiapan Maluku Utara untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional,” sebut Naly.
Namun bagi Naly, Pesparawi tidak semata-mata dipandang sebagai ajang kompetisi dan pencapaian prestasi. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi budaya sekaligus sarana memperkuat persaudaraan antarprovinsi dalam bingkai kebersamaan dan nilai-nilai kebangsaan.
“Pesparawi merupakan wadah untuk mempererat persaudaraan, memperluas wawasan, dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.
Karena itu, selain mengikuti perlombaan, Kontingen Malut juga akan berpartisipasi dalam berbagai agenda nasional seperti festival budaya, seminar, pameran, hingga ibadah bersama yang menjadi bagian dari rangkaian Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026. Keterlibatan dalam sejumlah kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana memperluas jejaring dan memperkenalkan identitas serta kekayaan budaya Malut kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Berbagai kegiatan yang diikuti akan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Maluku Utara kepada daerah lain,” paparnya, Naly menegaskan pentingnya partisipasi kontingen dalam memperkuat eksistensi budaya daerah di tingkat nasional.
Naly memandang dukungan yang diberikan Gubernur Sherly dan Wagub Sarbin sebagai gambaran kuatnya kolaborasi antara Pemprov Malut dan masyarakat dalam membina generasi muda. Sinergi lintas elemen ini menjadi elemen penting yang memastikan proses pembinaan, persiapan, hingga keberangkatan kontingen berjalan lebih terarah, terukur, dan berkesinambungan.
“Keberangkatan kontingen ini merupakan hasil sinergi yang baik antara Pemprov Malut, pemerintah kabupaten dan kota, gereja-gereja, serta masyarakat,” ujarnya.
Dukungan yang mengalir dari berbagai pihak itu, dalam pandangan Naly,, tidak hanya menunjang keberangkatan kontingen, melainkan menghadirkan kesadaran kolektif bahwa yang bergerak di atas panggung Pesparawi bukanlah individu atau lembaga yang terpisah, melainkan representasi dari kebersamaan masyarakat Malut itu sendiri. Di dalamnya, tersimpan makna tentang identitas yang dirawat bersama dan harapan yang dipikul secara serentak.
“Kontingen Pesparawi membawa harapan dan kebanggaan masyarakat Maluku Utara di tingkat nasional,” tuturnya, sekaligus menilai bahwa keikutsertaan kontingen dari Malut menjadi simbol persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Rencana keberangkatan bersama perwakilan daerah asal peserta menjadi penegasan kuatnya dukungan lintas daerah terhadap para duta Malut yang akan berlaga di tingkat nasional. Momen kebersamaan tersebut tidak hanya bersifat formal, tetapi juga merepresentasikan soliditas dan komitmen bersama dalam menguatkan kehadiran kontingen di ajang Pesparawi.
“Kebersamaan dalam keberangkatan menjadi simbol dukungan kolektif seluruh daerah kepada kontingen,” ucap Naly.
Bagi Naly, Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 dipandang sebagai momentum penting bagi Malut untuk menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan kehidupan keagamaan dan kebangsaan di Indonesia. Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wahana untuk menampilkan identitas daerah melalui potensi seni, budaya, serta semangat persaudaraan yang terus dirawat di tengah masyarakat.
“Ajang ini menjadi kesempatan bagi Malut untuk menunjukkan potensi, budaya, dan semangat persaudaraan yang dimiliki daerah ini,” terang Naly, serta menilai partisipasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat eksistensi dan kontribusi daera di tingkat nasional.
Harapan utama tidak hanya tertuju pada capaian prestasi, melainkan juga pada kemampuan seluruh peserta untuk menampilkan performa terbaik serta menjaga nama baik Malut selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026. Hal tersebut juga diharapkan menjadi wadah pembuktian kapasitas, disiplin, dan kekompakan dalam membawa nama Malut di tingkat nasional.
“Kami berharap seluruh peserta tampil percaya diri, menjaga kekompakan, memberikan penampilan terbaik, dan mengharumkan nama Maluku Utara di tingkat nasional,” tegas Naly, menutup keterangannya. (red)
Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.