
WartaSofifi.id — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas penanganan bencana kebakaran, Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi penting yang berlangsung pada 19-20 Oktober 2024. Bertempat di Aula Penginapan Yusmar, Sofifi, acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari instansi terkait, termasuk pejabat teras Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pemadam Kebakaran kabupaten/kota se-Maluku Utara.
Sosialisasi ini bertajuk Komunikasi, Informasi, dan Edukasi kepada Pemangku Kepentingan dan Masyarakat terkait Pencegahan, Penanggulangan, dan Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran di Provinsi Maluku Utara Tahun 2024.
Dihadiri oleh lebih dari 50 peserta, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam membentuk sinergitas antara pemerintah daerah, aparat pemadam kebakaran, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran yang semakin kompleks.
Dalam laporan yang disampaikan Ketua Panitia, Sofyan Muthalib, acara ini merupakan upaya strategis yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan operasional para petugas dan stakeholder terkait dalam menangani kebakaran.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta sinergi yang lebih baik antara instansi terkait dalam mewujudkan kesiapsiagaan yang optimal dalam menghadapi kebakaran dan situasi darurat lainnya,” ujar Sofyan.
Kegiatan ini berlandaskan pada berbagai peraturan perundang-undangan yang memperkuat pelaksanaan tugas-tugas di bidang penanggulangan kebakaran. Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menegaskan pentingnya penanganan kebakaran sebagai salah satu aspek pelayanan dasar yang harus dipenuhi pemerintah daerah.
Selain itu, regulasi lain seperti Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) sub urusan kebakaran, menjadi landasan penting dalam pelaksanaan sosialisasi ini.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap aparat pemadam kebakaran memiliki pemahaman yang kuat mengenai prosedur operasional standar (SOP) dalam menanggulangi kebakaran, sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Kegiatan ini tidak hanya sebatas memberikan informasi, tetapi juga sebagai momentum bagi kita untuk mengoptimalkan kolaborasi lintas instansi, guna memperkuat kemampuan kita dalam menghadapi risiko bencana kebakaran,” ungkap Sofyan dalam sambutannya.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Hairiah, Penjabat Gubernur Maluku Utara menekankan pentingnya sinergitas antara berbagai instansi dalam penanggulangan kebakaran.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan di kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan kesiapan menghadapi bencana kebakaran, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Saya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran dalam menyelenggarakan kegiatan sosialisasi ini. Ini adalah langkah konkret dalam membangun kesiapsiagaan yang lebih baik, terutama di tengah perkembangan pesat infrastruktur di Maluku Utara yang tentunya membawa tantangan baru dalam penanganan bencana kebakaran,” jelasnya.
Penjabat Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas dan profesionalisme personel pemadam kebakaran. Dengan pertumbuhan kawasan perkotaan yang pesat, kebutuhan akan penanganan kebakaran yang cepat dan efisien semakin mendesak. Dalam konteks ini, pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan terlatih menjadi prioritas utama.
“Kita harus menciptakan petugas pemadam kebakaran yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi secara efektif, baik di internal instansi maupun dengan masyarakat. Tantangan ke depan semakin berat, dan kita semua harus siap,” tegasnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Maluku Utara menghadapi peningkatan kasus kebakaran yang sebagian besar terjadi di kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi.
Hal ini menuntut respon cepat dari aparat pemadam kebakaran, yang sering kali harus berhadapan dengan akses jalan yang sempit dan infrastruktur yang kurang memadai.
Di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah provinsi terus berupaya meningkatkan fasilitas pemadam kebakaran, meski diakui bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi.
Penjabat Gubernur menyampaikan bahwa ketersediaan armada pemadam kebakaran di wilayah ini masih terbatas, dan perlu dilakukan penambahan di masa mendatang seiring dengan perkembangan pesat infrastruktur perumahan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita semua menyadari bahwa infrastruktur pemadam kebakaran masih harus ditingkatkan, baik dari segi jumlah kendaraan maupun peralatan. Namun, dengan sinergi yang kita bangun hari ini, saya optimis bahwa kita bisa menghadapi tantangan ini dengan lebih baik,” ujarnya.
Selain kebakaran, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya penanggulangan terhadap situasi non kebakaran, seperti bencana alam atau kecelakaan industri yang juga memerlukan respons cepat dari aparat pemadam kebakaran.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempersiapkan SDM yang tidak hanya terfokus pada satu jenis bencana, tetapi juga siap menghadapi berbagai kondisi darurat.
Para narasumber yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari berbagai lembaga, termasuk Badan SAR Nasional Provinsi Maluku Utara dan Dinas Kebakaran Kota Ternate.
Mereka memberikan materi yang mendalam mengenai teknik-teknik penanggulangan kebakaran, prosedur penyelamatan dalam situasi darurat, hingga strategi komunikasi yang efektif saat menghadapi krisis.
Sosialisasi ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga menjadi pemicu bagi setiap instansi dan individu yang terlibat untuk terus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi kebakaran dan bencana lainnya.
Kolaborasi yang terjalin melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Penjabat Gubernur menutup sambutannya dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan sistem penanggulangan bencana yang lebih komprehensif di Maluku Utara. “Kita semua harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh. Dengan semangat gotong royong, saya yakin kita mampu menghadapi segala tantangan yang ada di depan kita.”
Dengan dimulainya sosialisasi ini, Maluku Utara bersiap untuk menghadapi segala bentuk ancaman kebakaran dan bencana lainnya, dengan optimisme bahwa kolaborasi dan kesiapsiagaan yang lebih baik akan memastikan keselamatan masyarakat di seluruh provinsi ini. (red)




