
TERNATE – Pemprov Malut terus mendorong optimalisasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar siswa-siswi di seluruh wilayah, termasuk Kota Ternate. Sebagai bentuk komitmen terhadap program unggulan ini, Wagub Malut Sarbin Sehe turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi makanan berjalan sesuai standar dan tidak sekadar menjadi proyek seremonial.
Peninjauan dilakukan pada Senin (28/5) di sejumlah titik, di antaranya MAN 1 Ternate, SMA Negeri 4 Kota Ternate, SMP Negeri 2 Kota Ternate, serta dapur umum di Kelurahan Tubo, salah satu dari sembilan dapur umum yang menjadi pusat logistik MBG di wilayah ini.
“Saya ingin memastikan program ini menyentuh langsung ke sasaran, bukan hanya laporan di atas meja. Maka dari itu, saya turun langsung,” tegas Wagub Malut Sarbin Sehe dalam keterangannya kepada wartawan.
Dalam kunjungannya, Wagub juga menyerap langsung aspirasi dari para tenaga pendidik. Salah satu isu yang mencuat adalah kurangnya personel untuk membagikan makanan ke siswa di setiap kelas.
Menanggapi hal ini, Wagub mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Badan Gizi untuk melibatkan guru serta pengurus OSIS dalam proses distribusi.
“Kita tidak bisa biarkan anak-anak menunggu makanan karena soal teknis yang bisa segera diatasi. Koordinasi lintas sektor sangat penting,” ujar Wagub.
Ia menegaskan, keterlibatan sekolah dalam teknis distribusi juga menjadi cara membangun rasa tanggung jawab kolektif terhadap masa depan anak-anak.
Dalam kesempatan itu, Wagub meninjau langsung kebersihan dan prosedur dapur umum yang menyuplai makanan ke sekolah-sekolah.
Menurutnya, sembilan dapur umum yang beroperasi di Kota Ternate telah memenuhi standar keamanan pangan.
“Semua makanan yang saya lihat di dapur umum disiapkan secara steril. Ini penting, karena kita bicara soal kesehatan anak-anak. Jangan sampai program bagus ini justru menimbulkan masalah baru,” katanya.
Program MBG merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Malut dalam mengatasi persoalan gizi buruk dan mendukung tumbuh kembang siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Selain menjadi intervensi gizi, program ini juga berperan sebagai instrumen keadilan sosial bagi keluarga kurang mampu.
“Ini bukan sekadar bagi-bagi makanan. Ini adalah investasi sosial yang akan menentukan kualitas SDM Malut ke depan,” tutur Wagub.
Di akhir kunjungannya, Wagub Malut menyampaikan pesan moral yang menggugah. Ia mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pengamat kebijakan.
“Jadikanlah diri kita bagian dari solusi demi Maluku Utara yang lebih baik dan sejahtera. Kita ingin melihat anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing. Itu dimulai dari makanan yang bergizi dan program yang berjalan dengan penuh tanggung jawab,” ucapnya.
Wagub Malut turut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Malut, Abubakar Abdullah; Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPG) Kelurahan Tubo, Ashryani Sitinur; serta perwakilan KSPG dari Kelurahan Sabia dan Sango. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolaboratif antarlembaga dalam mengawal implementasi MBG secara menyeluruh. (red)
sumber: Biro Adpim Malut




