Sherly Tjoanda: Torang Samua Bersaudara

111
Sherly Tjoanda

WARTASOFIFI.ID – Gubernur Malut Sherly Tjoanda turun langsung menemui massa aksi yang berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Ternate, Senin (1/9). Kehadiran Sherly menjadi perhatian karena ia memilih berdialog terbuka dengan pengunjuk rasa, bukan sekadar memantau dari jauh.

Dalam dialognya, Sherly menekankan bahwa suara masyarakat harus tetap didengar, terutama soal kondisi ekonomi yang kini menjadi keluhan utama. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar warga, khususnya para ibu rumah tangga, menggantungkan hidup dari penghasilan harian.

“Ini kan ada banyak Mama-mama, makannya dari pendapatan harian. Kalau ekonomi berhenti, kan kasihan. Kita ini semua rakyat Indonesia, merah putih, mau yang terbaik,” ujar Sherly di hadapan massa aksi.

Sherly menegaskan dirinya terbuka untuk berdialog kapan saja. Ia meminta para mahasiswa maupun masyarakat tidak segan menyampaikan kritik langsung, sehingga pemerintah bisa segera melakukan pembaruan kebijakan.

“Nah, Ade-ade tinggal ngomong saja. Saya selalu terbuka, ketemu saya, saya kan update,” ucapnya.

Lebih jauh, Gubernur mengingatkan bahwa Malut harus tetap dijaga sebagai rumah bersama. Menurutnya, persoalan yang terjadi di pusat jangan sampai merembet dan mengganggu stabilitas daerah.

“Solusi kita cari bersama, dan ingat, torang ini samua bersaudara. Apa yang terjadi di pusat sebenarnya kan jauh dari Maluku Utara. Torang ini samua harus jaga Maluku Utara. Maluku Utara harus damai, ini rumah kita semua. Kalau kita damai dan nyaman, ekonomi berputar,” tegasnya.

Sherly juga mengingatkan bahwa tujuan awal aksi adalah memperbaiki ekonomi. Namun, jika kondisi berlarut tanpa solusi, justru aktivitas masyarakat terhenti dan pendapatan semakin menurun.

“Harus ingat, kita semua harus tenang dan berpikir. Kenapa awalnya ini terjadi? Karena masyarakat mengaku ekonominya sulit. Tetapi setelah satu minggu ini terjadi, ekonomi bukan lebih baik, malah lebih turun lagi,” katanya.

Karena itu, ia mengajak para mahasiswa maupun masyarakat untuk membangun kritik yang konstruktif. Dengan begitu, pemerintah bisa lebih cepat menemukan jalan keluar tanpa merugikan masyarakat luas.

“Karena rodanya berhenti, padahal tujuan awal perjuangan ini adalah ekonomi lebih baik. Jadi, hari ini kita cari solusi bersama. Kita salah, kritik kita dengan baik-baik supaya ada solusi,” jelasnya.

Sherly menutup dialog dengan menegaskan arah kebijakan pemerintahannya bersama Wagub Sarbin Sehe, yakni memastikan keadilan sosial, pemerataan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Malut.

“Tujuannya satu, keadilan sosial, pemerataan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat Maluku Utara. Jika Ade-ade perhatikan semua program kami, saya dan Pak Sarbin. Kita renovasi rumah, kita kasih modal, kita cari masalah, kita cari solusi. Kita berjuang cari anggaran di pusat untuk mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (red)