Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. WARTASOFIFI.ID/Rais Dero
Wagub Malut Sarbin Sehe menyatakan Gubernur Sherly Tjoanda dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Patani, Kabupaten Halteng, pada Rabu, 8 April 2026, sebagai langkah cepat Pemprov Malut untuk meninjau langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan berjalan tepat sasaran, meski agenda tersebut masih tentatif dan bergantung pada kondisi fisik gubernur usai rangkaian kegiatan luar daerah, namun tetap diupayakan terlaksana sesuai jadwal mengingat tingginya urgensi persoalan di wilayah tersebut, demikian disampaikan di Kantor Gubernur Malut, Sofifi, Selasa 7 April 2026.
“Besok kita agendakan Ibu Gubernur, kalau tidak capek, kunjungi Halmahera Tengah (Patani) dalam rangka melihat langsung kondisi masyarakat setempat. Insya Allah bisa lancar besok,” sebut Sarbin.
Sarbin menjelaskan bahwa dalam rapat koordinasi sebelumnya, Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji telah menyampaikan komitmen Pemkab Halteng untuk segera membangun kembali sebagian rumah warga yang mengalami kerusakan akibat suatu peristiwa, sebagai bagian dari langkah pemulihan kondisi sosial dan kehidupan masyarakat yang terdampak langsung, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga dapat kembali terpenuhi secara bertahap melalui intervensi Pemprov Malut.
“Untuk penanganan rumah-rumah warga, dalam rapat kemarin Pak Bupati Halmahera Tengah sudah memastikan untuk membangun,” paparnya.
Sarbin menambahkan, pertemuan antara Gubernur Sherly dan Bupati Ikram yang direncanakan berlangsung di lokasi nantinya diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan konkrit terkait percepatan pembangunan kembali rumah warga. Menurutnya, kondisi kerusakan yang terjadi cukup parah sehingga membutuhkan langkah cepat dan terkoordinasi antara Pemprov Malut dan Pemkab Halteng.
“Nah, kalau besok Ibu Gubernur dan Pak Bupati ketemu, nanti bicaranya apa, mudah-mudahan bisa berdiskusi dan segera membangun, karena hampir semua rumah tidak bisa dipakai lagi,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil peninjauan langsung yang telah dilakukan sebelumnya, Sarbin mengaku telah melihat secara detail kondisi di lokasi kejadian, termasuk tingkat kerusakan rumah warga yang dinilai cukup berat. Dia menyebut sejumlah rumah tidak lagi layak huni dan diperkirakan harus dibangun kembali dari awal karena hanya menyisakan bagian fondasi.
“Saya sudah ke TKP, makanya saya tahu persis kondisi rumah. Kemungkinan bangun baru semua, yang lain tinggal fondasi. Nanti keputusan akhirnya di Ibu Gubernur dan Pak Bupati,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Karo Adpim Pemprov Malut, Abdul Karim, mengungkapkan bahwa kunjungan gubernur tidak hanya difokuskan pada satu titik, melainkan mencakup beberapa lokasi, terutama di Kecamatan Patani Barat, sebagai bagian dari upaya Pemprov Malut untuk memastikan kondisi sosial dan keamanan tetap kondusif setelah kejadian, serta diperkuat dengan keterlibatan unsur Forkopimda guna menjamin stabilitas dan meningkatkan koordinasi lintas sektor di lapangan.
“Ibu Gubernur akan mengunjungi Patani. Rombongan juga akan disertai Forkopimda, Kapolda, kemudian Danrem, Kabinda, dan Danlanal,” kata juru bicara Pemprov Malut, saat diwawancarai WARTASOFIFI.ID via telepon, Selasa, 7 April 2026.
Karim menjelaskan bahwa selain melakukan peninjauan, gubernur juga dijadwalkan bersilaturahmi dengan masyarakat setempat sebagai bentuk pendekatan sosial guna meredam situasi, sementara Pemprov Malut tengah menyiapkan sejumlah bantuan sosial kemasyarakatan yang akan disalurkan kepada warga terdampak meski masih dalam tahap finalisasi.
“Ibu Gubernur di sana akan bersilaturahmi dan memastikan keamanannya. Selain itu, akan menyerahkan beberapa bantuan sosial kemasyarakatan. Kami juga sedang menyiapkan beberapa jenis bantuan,” tambah Karim. (red)