Sherly Tjoanda di Mata Menko Pangan Zulhas

74
Menko Pangan Zulhas dan Gubernur Sherly Tjoanda menghadiri Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Malut di Ternate, Rabu 5 Agustus 2026. Dok, WARTASOFIFI.ID.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengaku selalu belajar dari berbagai pengalaman dan sosok pemimpin yang ditemuinya. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah kepemimpinan Gubernur Malut Sherly Tjoanda, yang dinilainya dikenal luas di Indonesia. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Malut di Pelabuhan Perikanan Nusantara Bastiong, Ternate, Rabu 5 Agustus 2026.
“Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda, Bapak-Ibu, saya itu di mana-mana belajar, karena hidup itu, buat saya, adalah belajar. Saya juga belajar dari Gubernur Maluku Utara,” kata Menko Pangan.
Zulhas, sapaan akrab Ketum PAN, menilai ketulusan dalam mengabdi menjadi alasan seorang pemimpin diterima dan dicintai masyarakat. Penerimaan itu, baginya, tidak ditentukan oleh latar belakang agama maupun identitas, melainkan oleh hati nurani dan pengabdian yang benar-benar dirasakan publik. Dalam pandangannya, kepemimpinan Sherly Tjoanda menampakan nilai tersebut.
“Kenapa sih Gubernur Maluku Utara itu terkenal di mana-mana, orang suka? Ternyata manusia itu sama, universal. Apakah kamu Kristen, Islam, Hindu, atau Buddha, semuanya punya nurani, punya hati. Ibu Sherly ini mampu mengubah semuanya menjadi pengabdian yang tulus, sehingga terasa di publik,” ungkapnya.
Mantan Ketua MPR RI itu menegaskan bahwa ketulusan menjadi inti dari kepemimpinan. Gelar akademik, profesi, maupun latar belakang seseorang tidak akan memiliki arti apabila tidak diwujudkan melalui sikap melayani dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat.
“Saya kira pelajaran dari para bupati dan gubernur sudah jelas. Kita boleh ustaz, boleh doktor, boleh apa saja, tapi akan nyambung kalau bicara dengan tulus,” tegas Zulhas.
Zulhas mengaku memperoleh pelajaran berharga dari perbincangan singkat bersama Gubernur Malut. Ketulusan Sherly dalam menyikapi perjalanan hidup, termasuk mengubah duka atas kepergian sang suami menjadi semangat pengabdian kepada masyarakat, dinilai sebagai teladan kepemimpinan. Sikap itu menjadi salah satu alasan kepemimpinan Sherly mendapat kepercayaan dan dukungan luas dari masyarakat Malut.
“Nah, Ibu Sherly ini, saya diskusi sebentar tadi, saya mendapat pelajaran bahwa beliau mampu mengubah duka atas perjuangan suaminya menjadi pengabdian untuk kita. Maka, beliau terpilih menjadi Gubernur Maluku Utara,” jelasnya. (red)

Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.