
Makassar – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, melakukan kunjungan langsung ke RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar pada Minggu malam (11/5/2025), sekitar pukul 20.41 WITA, untuk menjenguk tiga jamaah haji asal Maluku Utara yang tengah menjalani perawatan intensif. Ketiganya berasal dari Kabupaten Halmahera Selatan dan tergabung dalam Kloter 15 Embarkasi Makassar.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub Sarbin Sehe turut didampingi tim dokter dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Malut, termasuk Rosita Alkatiri.
Ia menjelaskan bahwa jamaah atas nama Ibu Afni, Pak Daud, dan Pak Taher sebelumnya dinyatakan tidak laik terbang akibat kondisi kesehatan yang melemah setelah tiba di Makassar pada Sabtu (10/5/2025).
“Saat ini, Ibu Afni insya Allah siap diberangkatkan, dan Pak Taher juga semakin membaik. Kita terus pantau dalam satu dua jam ke depan,” ujar Sarbin.

Namun, untuk Pak Daud dipastikan tidak dapat berangkat dan telah disiapkan penggantinya dari Halmahera Tengah.
“Sekarang sedang dalam perjalanan dari Weda ke Sofifi dan lanjut ke Ternate. Kita upayakan agar besok pagi sudah terbang (ke Makassar),” tambahnya.
Secara terpisah, Koordinator Seksi Kesehatan PPIHD Malut, Rosita Alkatiri, memaparkan kondisi medis tiga jamaah Kloter 15 tersebut. Ketiganya, yakni Daud Muhammad (86), Taher Ahmad (72), dan Arfina Amirudin Bunsunai (64), harus dirujuk ke RSUP Dr. Tadjuddin Chalid karena tidak laik terbang berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.
“Ketiganya tiba di Makassar pada Sabtu (10/5), tapi saat dilakukan pemeriksaan kesehatan, kondisi mereka melemah. Maka, mereka dirujuk ke RS Tajuddin Chalid Makassar dan hingga kini masih menjalani perawatan,” ujar Rosita kepada wartawan.
Menurut evaluasi medis, ketiganya dinyatakan tidak dapat berangkat pada jadwal Kloter 15, yang semestinya terbang ke Jeddah pada Minggu pukul 14.00 WITA. Rencananya, mereka akan diberangkatkan bersama Kloter 17 pada Selasa (13/5/2025) pukul 07.30 WITA, jika kondisi memungkinkan.

Arfina telah menjalani transfusi dua kantong darah dan kondisi hemoglobinnya telah kembali normal. Ia diperkirakan bisa kembali ke Asrama Haji Sudiang pada Senin (12/5). Sementara Taher masih dalam observasi dan kepastian keberangkatannya akan ditentukan pada Senin pagi. Daud Muhammad yang sebelumnya sempat dirawat di RSUD Chasan Boesoirie Ternate, mengalami penurunan kesadaran pada Sabtu siang meski pagi harinya dalam keadaan fit.
“Alhamdulillah, Sabtu malam beliau sudah sadar penuh. Tapi karena asupan makannya masih buruk, maka dokter menahannya untuk rawat inap. Kita terus pantau dan doakan semoga beliau bisa bergabung di Kloter 17,” kata Rosita.
Namun demikian, belum ada kepastian apakah ketiganya akan benar-benar berangkat bersama Kloter 17. Keputusan akhir akan diambil berdasarkan hasil evaluasi medis pada Senin (12/5/2025).
Sebagai langkah antisipasi, tiga jamaah pengganti telah disiapkan dari Kloter 17—masing-masing satu dari Morotai dan dua dari Taliabu. Ketiganya langsung masuk dalam Kloter 15 dan telah diterbangkan pada Minggu sore. Dengan demikian, kuota Kloter 15 tetap terisi penuh sebanyak 393 jamaah, termasuk petugas haji.
“Selain tiga yang ditunda, semua jamaah Kloter 15 ditetapkan laik berangkat,” tutup Rosita.

Di sisi lain, Asisten II Setda Malut Sri Haryanti Hatari yang saat ini berada di Madinah melaporkan kondisi jamaah lainnya. Salah satunya, Zahra Joisangaji dari Kepulauan Sula, yang dirawat di ICU Almouasat Hospital, Madinah.
“Insyaa Allah Ibu Zahra diberikan kesembuhan,” tulisnya dalam status WhatsApp, seraya menyebutkan jamaah Kloter 13 menempati Hotel Emaar Maktan dengan suhu ekstrem mencapai 42°C.
Wagub Sarbin mengimbau agar seluruh masyarakat Maluku Utara turut mendoakan jamaah haji agar diberi kesehatan, kelancaran ibadah, dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat serta menjadi haji yang mabrur. (red)




