Diuji di Gerbang Tanah Suci, Jemaah Lansia Malut Tak Pernah Menyerah

226
Kepedulian PPIHD Malut terhadap jemaah risiko tinggi terlihat dalam kunjungan Kadri Laetje dan dr. Rosita Alkatiri di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid, Sabtu malam (10/5). Mereka ingin memastikan semua jemaah mendapat perlakuan terbaik.

Makassar – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memastikan proses keberangkatan jemaah haji asal Maluku Utara berjalan sesuai skema, meski terdapat tiga jemaah asal Halmahera Selatan (Halsel) dari Kloter 15 yang terpaksa tertunda keberangkatannya ke Jeddah akibat kondisi kesehatan. Ketiganya kini dalam perawatan intensif di RSUP Dr Tadjuddin Chalid, Makassar.

“Kita tinggal menunggu Kloter 17 yang akan bergabung dengan jemaah asal Makassar. Kloter 17 itu utamanya berasal dari Kota Ternate,” kata Sarbin kepada wartawan, Minggu malam (11/5/2025), di Asrama Haji Sudiang, Makassar.

Sarbin menjelaskan, dari hasil pemeriksaan kesehatan terakhir, tiga jemaah Kloter 15 asal Halsel tidak dapat diberangkatkan sesuai jadwal. Mereka adalah Arfina Amirudin Bunsunai (64), Taher Ahmad (72), dan Daud Muhammad (86). Ketiganya dirujuk ke RSUP Dr Tadjuddin Chalid pada Sabtu (10/5), setelah mengalami penurunan kondisi fisik usai tiba di Makassar.

“Saat ini, kondisi Ibu Afni dan Pak Taher sudah mulai membaik. Ibu Afni Insya Allah siap diberangkatkan bersama Kloter 17. Pak Taher juga dalam pemulihan dan akan kita evaluasi lagi. Namun, untuk Pak Daud, secara medis sudah dipastikan tidak bisa berangkat,” ujar Sarbin.

Sebagai pengganti Pak Daud, lanjut Sarbin, PPIHD telah menyiapkan satu jemaah asal Halmahera Tengah (Halteng).

“Jemaah pengganti ini sekarang dalam perjalanan dari Weda ke Sofifi, lalu menuju Ternate untuk selanjutnya diterbangkan ke Makassar. Kita sedang mengatur visanya agar bisa ikut Kloter 17 pada Selasa nanti,” jelasnya.

Sarbin juga menegaskan bahwa secara umum kondisi jemaah haji Malut cukup stabil dan siap diberangkatkan. Ia mengimbau para jemaah Kloter 17 yang masih berada di Asrama Haji Sudiang agar memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan memperkuat ibadah.

“Kita berharap semua jemaah dalam keadaan sehat walafiat. Masyarakat Maluku Utara kami minta ikut mendoakan agar seluruh jemaah pergi dan kembali dalam keadaan sehat, serta menjadi haji yang mabrur,” tutupnya.

Ketua PPIHD Malut, Kadri Laetje, dalam keterangan terpisah, menegaskan bahwa pihaknya terus memprioritaskan jemaah lansia dan risiko tinggi (risti). Kunjungan langsung dilakukan ke RSUP Dr Tadjuddin Chalid untuk memastikan pelayanan medis terhadap tiga jemaah tertunda berjalan optimal.

“Dalam kunjungan tadi malam, ketiganya sudah mulai menunjukkan perkembangan positif. Harapan kami, mereka bisa bergabung kembali dan ikut berangkat bersama Kloter 17,” kata Kadri.

Kadri juga mengimbau semua jemaah agar menjaga pola makan dan istirahat dengan baik agar kondisi kesehatan tetap prima selama menjalani ibadah haji.

Sementara itu, Koordinator Seksi Kesehatan PPIHD Malut, Rosita Alkatiri, menjelaskan bahwa kondisi Arfina Amirudin sudah membaik setelah menerima transfusi dua kantong darah. Kadar hemoglobinnya kembali normal dan besar kemungkinan dapat kembali ke asrama pada Senin (12/5).

Untuk Taher Ahmad, tim medis masih melakukan observasi lanjutan. Evaluasi terakhir akan menentukan apakah ia bisa ikut Kloter 17. Sementara itu, kondisi Daud Muhammad dinyatakan belum laik berangkat.

Ia sempat mengalami penurunan kesadaran pada Sabtu siang, meski sebelumnya dalam keadaan fit saat tiba di Makassar. Riwayat kesehatan sebelumnya menunjukkan bahwa beliau sempat dirawat di RSUD Chasan Boesoirie Ternate karena gangguan asupan makan.

“Pak Daud kini sudah sadar penuh, tapi karena masih lemah dan makannya kurang baik, dokter menahannya untuk perawatan lebih lanjut,” terang Rosita.

Tiga jemaah yang tertunda dari Kloter 15 ini telah digantikan oleh jemaah dari Kloter 17, yaitu satu asal Morotai dan dua dari Taliabu.

Mereka langsung diberangkatkan bersama Kloter 15 ke Jeddah, sehingga kuota kloter tetap terisi penuh sebanyak 393 jemaah, termasuk petugas haji.

“Selain ketiga jemaah tersebut, alhamdulillah semua anggota Kloter 15 dinyatakan laik berangkat dan kini dalam perjalanan menuju Arab Saudi,” ujar Rosita.

Hingga saat ini, Kloter 13 sudah tiba di Arab Saudi, Kloter 14 sedang melaksanakan aktivitas ibadah di Madinah, dan Kloter 15 diperkirakan tiba di Jeddah menjelang subuh waktu setempat. Kloter 17, kloter terakhir dari Maluku Utara, akan diberangkatkan dari Makassar pada Selasa, 13 Mei 2025, pukul 07.30 WITA. (red)