Rp11 Miliar Jadi Bukti Nyata Komitmen Sherly Tjoanda pada Jamaah Haji Maluku Utara

35122
Sherly Tjoanda

WARTASOFIFI.ID Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, mengalokasikan anggaran sebesar Rp11 miliar yang bersumber dari APBD Pemprov Malut Tahun 2025 untuk mendukung penuh pelaksanaan pelayanan jamaah haji asal Malut. Anggaran tersebut mencakup seluruh kebutuhan jamaah mulai dari asrama haji Ngade Ternate hingga Asrama Haji Sudiang Makassar, serta proses pemulangan dari Makassar ke Ternate.

Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Malut, Fadlly U. Muhammad, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (15/4), menjelaskan bahwa anggaran pelayanan haji tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2025 sebesar Rp11 miliar, sementara tahun 2024 hanya Rp10 miliar,” ujarnya.

Fadlly menyebutkan bahwa dari total anggaran tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk kegiatan carter pesawat, yakni mencapai Rp7,5 miliar.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Malut, Kadri Laetje, dalam konferensi pers yang digelar di Sofifi pada Senin, 14 April 2025, menegaskan bahwa Pemprov Malut berkomitmen memberikan pelayanan haji yang optimal.

“Pemerintah melalui panitia penyelenggara haji berupaya memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, kesehatan dan ketepatan dalam proses penyelenggaraan haji tahun ini,” tegas Kadri.

Ia menambahkan, seluruh biaya pemberangkatan dan pemulangan jamaah tertuang dalam anggaran APBD sebesar Rp11 miliar.

Tahun ini, Pemprov Malut memutuskan untuk tidak menggunakan penerbangan reguler, melainkan sepenuhnya menggunakan skema charter flight dari Bandara Baabullah Ternate ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan sebaliknya saat pemulangan.

“Dengan anggaran Rp11 miliar, mencakup akomodasi, konsumsi, serta transportasi udara dan darat,” tambahnya.

Kadri juga memastikan bahwa pelayanan yang diberikan tahun ini ditargetkan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ia berharap seluruh proses, mulai dari keberangkatan hingga pemulangan, dapat berjalan lancar dan memberikan kepuasan kepada para jamaah.

Terkait jadwal keberangkatan, ia menyebutkan bahwa jamaah haji dari 10 kabupaten/kota di Malut akan tergabung dalam Kloter 13, 15, dan 17.

Pada 8 Mei 2025, jamaah dari beberapa daerah akan mulai memasuki Asrama Haji Ngade Ternate untuk istirahat dan persiapan, sebelum diberangkatkan ke Makassar keesokan harinya.

“Pada Kloter 17 nanti, kita harapkan seluruh calon jamaah haji asal Maluku Utara yang berjumlah 1.076 orang dapat diberangkatkan ke Makassar,” katanya.

Panitia juga menaruh perhatian besar terhadap aspek kesehatan jamaah. Tahun ini, tim kesehatan menjadi komponen dominan dalam struktur kepanitiaan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi jamaah yang membutuhkan layanan medis khusus.

“Panitia kesehatan berkomitmen bahwa jika ada jamaah yang sakit parah, maka ia tidak akan diberangkatkan. Calon pengganti pun telah disiapkan, dengan batas waktu penetapan hingga 17 April 2025,” jelas Kadri.

Ia menambahkan bahwa mayoritas jamaah tahun ini berada pada kategori lanjut usia, yakni mencapai 60 hingga 70 persen dari total jamaah. Oleh karena itu, panitia dituntut bekerja ekstra untuk memberikan pelayanan terbaik.

“Kolaborasi antarpanitia sangat penting karena jamaah lansia mendominasi. Ini memerlukan pendekatan dan pelayanan yang lebih sabar dan profesional,” pungkasnya. (red)