Jika ada penilaian bahwa Hairiah cocok menjadi konten kreator, barangkali pendapat itu tidak berlebihan. Dalam video yang diunggah akun Facebook DP3A Menyapa sekitar 21 jam sebelum berita ini diterbitkan itu memperlihatkan, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Malut itu tampil luwes memperkenalkan Air Terjun Tiga Bidadari di Kecamatan Wasilei, Haltim. Cara bertutur dan intonasi yang dimilikinya membuat video tersebut terasa seperti tayangan promosi wisata yang dibawakan seorang kreator konten profesional.
Dalam video tersebut, Hairiah membuka penjelasannya dengan memperkenalkan Air Terjun Tiga Bidadari di Kecamatan Wasilei, Haltim. Keberadaan air terjun tersebut digambarkan sebagai salah satu destinasi wisata alam yang menyimpan pesona tersendiri dan menjadi bagian dari potensi pariwisata yang dimiliki daerah itu.
“Halo, sekarang kami berada di Air Terjun Tiga Bidadari, tepatnya di Kabupaten Halmahera Timur. Air terjun ini merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kecamatan Wasilei,” kata Hairiah, sebagaimana dilansir WARTASOFIFI.ID melalui akun Facebook DP3A Menyapa, Sabtu, 6 Juni 2026.
Alam sering kali menyampaikan keindahannya tanpa kata-kata. Gemuruh air yang jatuh dari ketinggian, hijaunya pepohonan yang mengelilingi kawasan, serta udara yang masih bersih menghadirkan pengalaman yang tidak selalu dapat diterjemahkan melalui gambar maupun video.
Sebagaimana digambarkannya, Air Terjun Tiga Bidadari menyimpan ketenangan yang lahir dari keselarasan antara manusia dan alam yang masih terjaga. “Tempat ini menawarkan pesona alam yang sangat asri dan mampu menenangkan jiwa dalam suasana yang begitu indah,” tutur Hairiah saat memaparkan suasana alami yang menjadi daya tarik utama Air Terjun Tiga Bidadari tersebut.
Bagi banyak orang, keindahan alam bukan cukup sebagai pemandangan yang memanjakan mata. Wisata alam juga menghadirkan ketenangan untuk beristirahat dari kebisingan kehidupan sehari-hari.
Air Terjun Tiga Bidadari menjadi salah satu contoh bagaimana karakter alam yang sederhana mampu menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Sebagaimana dituturkannya, Hairiah juga mengisahkan asal-usul nama air terjun tersebut yang berkembang dari cerita para pengunjung dan masyarakat sekitar.
“Menurut cerita dan pengalaman para pengunjung yang pernah datang ke sini, berikut gambaran mengenai tempat ini. Asal-usul nama Tiga Bidadari konon merujuk pada struktur dan karakter air terjun ini,” ceritanya.
Keunikan Air Terjun Tiga Bidadari tidak hanya terletak pada kejernihan air dan keasrian lingkungannya. Destinasi wisata ini juga memiliki karakter yang terbentuk dari susunan aliran air yang bertingkat, menciptakan pemandangan yang menyatu dengan bentang alam di sekitarnya dan menghadirkan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
“Air terjun ini memiliki beberapa tingkatan atau aliran yang indah, yang menghadirkan keindahan selaras dengan suasana alam di sekitarnya,” papar Hairiah saat menjelaskan bentuk dan keunikan aliran air terjun tersebut.
Di alam, keunikan sering kali lahir dari hal-hal yang luput dari perhatian. Bukan hanya gemuruh air yang jatuh dari ketinggian atau keindahan panorama yang memanjakan mata, tetapi juga karakter bebatuan yang membentuk wajah sebuah kawasan. Pada Air Terjun Tiga Bidadari, keistimewaan itu terlihat pada permukaan batu yang tetap dapat dipijak dengan nyaman meski terus dialiri air dalam jumlah besar.
“Jadi, terdapat tiga struktur utama pada lokasi air terjun ini. Keunikannya juga berbeda dengan air terjun di tempat lain. Batu yang kami injak ini tidak licin, mungkin karena jenis batunya mengandung kapur sehingga tetap tidak licin walaupun dialiri air yang begitu deras,” terang Hairiah saat menjelaskan salah satu karakter alam yang membedakan Air Terjun Tiga Bidadari dari sejumlah destinasi serupa.
Pada akhirnya, keindahan alam tidak selalu dapat diwakili oleh gambar atau rekaman video. Ada pengalaman yang hanya dapat dirasakan ketika seseorang hadir dan menyaksikannya secara langsung. Dengan semangat itulah Hairiah menutup penjelasannya sembari mengajak masyarakat untuk berkunjung ke Air Terjun Tiga Bidadari, salah satu destinasi wisata alam yang berada di Kecamatan Wasilei, Haltim.
“Jadi, itu, Bapak-Ibu sekalian. Saat ini kita berada di Halmahera Timur. Mari berkunjung ke destinasi wisata Air Terjun Tiga Bidadari yang berada di Kecamatan Wasilei, Kabupaten Halmahera Timur,” pungkas Hairiah seraya mengajak masyarakat untuk menikmati langsung pesona alam yang dimiliki Air Terjun Tiga Bidadari.
Keindahan alam kerap memiliki caranya sendiri untuk menyentuh perhatian publik. Hal itu tampak dari respons warganet terhadap video yang diunggah akun Facebook DP3A Menyapa. Hingga dipantau media ini, unggahan tersebut telah memperoleh sekitar 249 tanda suka dan lebih dari 40 komentar. Sebagian besar tanggapan yang muncul berisi pujian terhadap panorama Air Terjun Tiga Bidadari yang masih terjaga keasriannya dan menghadirkan pesona alam yang memikat.
Pesona Air Terjun Tiga Bidadari juga menarik perhatian Haji Rahmawati Muhammad, istri Wali Kota Tidore Kepulauan. Apresiasi terhadap destinasi wisata tersebut disampaikannya melalui kolom komentar unggahan video yang dibagikan akun Facebook DP3A Menyapa. “Kereeen Bunda,” tulis Haji Rahmawati Muhammad.
Di antara berbagai keindahan yang ditampilkan dalam video tersebut, kejernihan aliran air menjadi salah satu hal yang paling banyak menarik perhatian netizen lainnya. Air yang tampak bening dan mengalir di antara bebatuan menghadirkan kesan alami yang memperkuat daya tarik Air Terjun Tiga Bidadari sebagai destinasi wisata alam. “Sangat bagus tempatnya, Bunda. Air terjunnya jernih,” puji Risnawati Palalo, saat menyampaikan kekagumannya terhadap kondisi air yang masih terlihat bersih dan alami di lokasi wisata tersebut.
Kekaguman serupa juga datang dari netizen lainnya. Bagi sebagian warganet, pesona Air Terjun Tiga Bidadari tidak hanya terlihat pada derasnya aliran air, tetapi juga pada keasrian alam yang masih mengelilingi kawasan tersebut. “Masya Allah indah sekali,” ungkap Rusdi Arfah sebagai bentuk kekagumannya terhadap keindahan alam Air Terjun Tiga Bidadari yang tersaji dalam tayangan video tersebut.
Pujian terhadap Air Terjun Tiga Bidadari terus bermunculan di kolom komentar. Banyak warganet menilai destinasi wisata tersebut memiliki panorama alam yang masih terjaga dan berbeda dari kebanyakan lokasi wisata lainnya. “Masya Allah keren sekali,” komentar Sriwati Lestari saat merespons tayangan video yang menampilkan keindahan kawasan wisata tersebut.
Salah satu komentar yang cukup menarik datang dari warganet yang mengaku telah lama mendengar cerita mengenai Air Terjun Tiga Bidadari dari keluarganya di Haltim. Keunikan bebatuan yang tidak licin meski dialiri air deras menjadi bagian yang paling menyita perhatiannya. “Wah, aku pernah dengar dari keluargaku di sana. Memang air terjunnya sangat indah dan kini aku melihatnya sendiri. Tidak licin karena batunya mengandung kapur,” ungkap Samsudin Sani saat menceritakan kesannya setelah menyaksikan video Air Terjun Tiga Bidadari yang diunggah akun Facebook DP3A Menyapa.
Namun di balik apresiasi terhadap konten wisata tersebut, terdapat realitas lain yang tidak kalah penting untuk diperbincangkan. Kehadiran Hairiah di Haltim bukan semata-mata untuk mengunjungi objek wisata. Dia dan rombongan tengah menjalankan agenda kedinasan Pemprov Malut melalui kegiatan Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dan Pembentukan Kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
Pada konteks inilah muncul pertanyaan yang layak direnungkan. Ketika akun resmi perangkat daerah mampu menarik perhatian publik melalui konten wisata, sejauh mana ruang digital yang sama digunakan untuk menyampaikan edukasi mengenai perlindungan perempuan dan anak?
Pertanyaan tersebut menjadi relevan karena pada saat yang hampir bersamaan, anggota DPD RI dari daerah pemilihan Malut, Hasby Yusuf atau yang dikenal dengan sapaan karib Abang Bices, tengah membawa sejumlah aspirasi masyarakat Malut ke KemenPPPA di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Hasby menyampaikan berbagai persoalan strategis yang masih dihadapi Malut, termasuk data 1.242 kasus kekerasan yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Masalah yang disampaikan tidaklah sederhana. Mulai dari belum tersedianya regulasi daerah yang komprehensif mengenai perlindungan perempuan dan anak, minimnya rumah aman berstandar nasional, keterbatasan tenaga profesional seperti psikolog dan konselor, hingga layanan bantuan hukum yang belum menjangkau seluruh kebutuhan korban.
Sebagai daerah kepulauan, Malut juga menghadapi tantangan geografis yang membuat biaya pelayanan menjadi lebih tinggi dibanding wilayah lain. Kondisi tersebut menuntut kebijakan yang lebih responsif agar perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak berhenti pada slogan atau seremonial semata.
Karena itu, video Air Terjun Tiga Bidadari sesungguhnya menghadirkan dua cerita dalam satu waktu. Cerita pertama adalah tentang keindahan alam Halmahera Timur yang layak diperkenalkan kepada publik. Cerita kedua adalah tentang pekerjaan besar yang masih menunggu penyelesaian di sektor perlindungan perempuan dan anak.
Keduanya tidak perlu dipertentangkan. Namun publik tentu berharap ruang informasi milik pemerintah mampu memberi porsi yang seimbang antara promosi potensi daerah dan penyebarluasan edukasi mengenai persoalan sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah institusi publik tidak hanya diukur dari kemampuannya menghadirkan konten yang menarik perhatian, melainkan juga dari konsistensinya menyuarakan isu-isu yang membutuhkan kepedulian bersama. (red)
Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.