
WARTASOFIFI.ID – Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Johan Josias Manery, terus menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan reses masa persidangan pertama tahun 2024/2025.
Reses ini menjadi momen penting bagi Johan untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, yaitu Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Pulau Morotai.
Salah satu lokasi yang dikunjungi Johan dalam rangka reses adalah Desa Soatobaru, Kecamatan Galela Barat, pada Senin, 20 Januari 2025.
Pertemuan ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan permasalahan yang mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyat.
Dalam dialog tersebut, salah satu isu utama yang disampaikan warga adalah kondisi Sekolah Dasar (SD) GMIH di desa tersebut yang dinilai sudah tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.
Bangunan sekolah yang rusak parah, minimnya fasilitas pendukung, serta ruangan yang tidak memadai menjadi perhatian utama masyarakat setempat.
Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata, baik melalui perbaikan maupun pembangunan ulang sekolah tersebut.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan mendesak terkait pembangunan jalan aspal di desa mereka.
Infrastruktur jalan yang rusak parah atau belum diaspal menyulitkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, terutama petani dan pedagang lokal.
Akses jalan yang memadai dianggap sangat penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Soatobaru.
Isu lain yang menjadi sorotan adalah pelayanan kesehatan, khususnya terkait BPJS Kesehatan.
Warga mengeluhkan sulitnya mengakses layanan BPJS, mulai dari proses administrasi hingga pelayanan di fasilitas kesehatan.
Banyak masyarakat yang merasa terbebani dengan sistem yang ada, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil seperti Desa Soatobaru.
Dalam bidang ekonomi, masyarakat juga menyampaikan harapan mereka agar pemerintah dapat menyediakan bantuan berupa mesin penggilingan untuk petani.
Mesin tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Aspirasi lainnya meliputi pembangunan gereja sebagai sarana ibadah yang lebih layak untuk masyarakat Desa Soatobaru.
Warga juga berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan voli untuk mendukung kegiatan pemuda.
Menanggapi aspirasi tersebut, Johan Josias Manery menjelaskan bahwa sebagian besar usulan masyarakat berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.
Namun, ia berkomitmen untuk mengawal aspirasi tersebut hingga ke tingkat provinsi agar mendapatkan perhatian serius.
Johan juga mengingatkan warga bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan utama dalam merealisasikan berbagai program.

Di Desa Gorua, Kecamatan Tobelo Utara, Johan Josias Manery kembali melanjutkan kegiatan resesnya pada 21 Januari 2025.
Pertemuan ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai keluhan dan kebutuhan.
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga Desa Gorua adalah kebutuhan bantuan biaya untuk pembangunan rumah ibadah, baik masjid maupun gereja.
Rumah ibadah menjadi fasilitas penting dalam kehidupan spiritual masyarakat, namun banyak yang masih memerlukan perhatian untuk perbaikan atau pembangunan baru.
Warga juga mengeluhkan layanan BPJS Kesehatan, khususnya terkait tunggakan iuran yang mengakibatkan mereka kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.
Johan Josias Manery berjanji untuk berkoordinasi dengan pihak terkait agar masyarakat dapat kembali menikmati hak mereka atas layanan kesehatan.
Aspirasi lain yang diangkat adalah pembangunan fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan voli, yang dianggap penting untuk mendukung kegiatan pemuda.
Fasilitas ini juga dapat menjadi wadah untuk meningkatkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Di Desa Gorua, warga juga menyampaikan keprihatinan mereka terkait tambatan perahu yang terbakar, yang selama ini menjadi fasilitas vital bagi nelayan setempat.
Johan Josias Manery menyatakan bahwa dirinya akan membawa persoalan ini ke tingkat provinsi untuk mencari solusi yang tepat.
Dalam reses ini, warga juga menyoroti buruknya kondisi saluran drainase yang kerap menyebabkan banjir di permukiman mereka.
Johan berjanji untuk memastikan adanya program pembangunan atau perbaikan drainase di Desa Gorua.
Selain itu, dukungan terhadap pelaku UMKM juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Gorua.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan bantuan modal atau fasilitas lain yang dapat mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah di desa mereka.
Johan Josias Manery menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Di Desa Ngidiho, Kecamatan Galela Barat, Johan Josias Manery memulai resesnya pada Minggu, 19 Januari 2025.
Warga Desa Ngidiho menyampaikan sejumlah keluhan, mulai dari penyaluran bantuan sosial PKH yang tidak merata hingga masalah fasilitas pendidikan.
Menurut warga, distribusi bantuan sosial yang tidak adil telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Mereka juga meminta bantuan untuk pembangunan fasilitas pendidikan, khususnya SMA/SMK di Galela Barat, yang masih kekurangan sarana dan prasarana.
Johan menyatakan bahwa dirinya akan mengupayakan agar aspirasi tersebut dapat masuk dalam prioritas pembangunan di tingkat provinsi.
Dalam setiap pertemuan resesnya, Johan Josias Manery menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung program pemerintah.
Ia juga mengingatkan bahwa partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan pembangunan yang tepat sasaran.
Johan menutup setiap pertemuan dengan memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir dan menyampaikan aspirasi mereka.
Reses ini menjadi wujud nyata komitmen Johan sebagai wakil rakyat untuk terus mendengar dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Johan Josias Manery memahami bahwa tugas sebagai wakil rakyat tidak hanya berhenti pada mendengar keluhan masyarakat, tetapi juga mengawal aspirasi tersebut hingga mencapai realisasi.
Ia menyatakan bahwa setiap masukan dari masyarakat adalah amanah yang harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh melalui mekanisme yang ada di DPRD.
Dalam penjelasannya, Johan juga menggarisbawahi pentingnya pemahaman masyarakat terhadap pembagian kewenangan antara pemerintah kabupaten dan provinsi.
Sebagian besar usulan yang bersifat teknis, seperti perbaikan sekolah dasar, pembangunan jalan desa, atau tambatan perahu, berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.
Meski begitu, Johan berkomitmen untuk tetap mengawal isu-isu ini agar mendapatkan perhatian dan solusi dari pemerintah kabupaten maupun dinas terkait.
Mengenai persoalan BPJS Kesehatan, Johan mengungkapkan perlunya reformasi sistem agar lebih memudahkan masyarakat, terutama yang berada di daerah terpencil.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dengan lembaga penyelenggara untuk menciptakan skema pembayaran iuran yang lebih fleksibel bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam setiap lokasi reses yang dikunjungi, Johan juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Johan menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan masukan yang konstruktif agar program yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Di Desa Gorua, aspirasi masyarakat terkait pembangunan lapangan olahraga mendapatkan perhatian serius dari Johan.
Ia menyatakan bahwa fasilitas olahraga tidak hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk membangun karakter generasi muda.
Johan menyebutkan bahwa ia akan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menjadikan aspirasi tersebut sebagai prioritas dalam program pemerintah provinsi.
Pada kesempatan lain di Desa Ngidiho, Johan menerima keluhan warga mengenai distribusi bantuan sosial yang dianggap tebang pilih.
Warga meminta agar pemerintah lebih transparan dalam menentukan penerima manfaat, sehingga tidak ada lagi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.
Johan berjanji untuk menyampaikan persoalan ini kepada dinas terkait agar evaluasi terhadap sistem distribusi bantuan sosial dapat dilakukan dengan segera.
Selain itu, aspirasi terkait bantuan bibit tanaman hortikultura dan pupuk juga menjadi sorotan utama di Desa Ngidiho.
Masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih besar kepada petani agar hasil panen mereka lebih maksimal.
Johan mengapresiasi semangat warga yang tetap optimis meskipun menghadapi banyak tantangan, terutama di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.
Ia mengingatkan bahwa salah satu tugas utama wakil rakyat adalah menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan yang tepat.
Johan menutup kegiatan resesnya dengan menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat yang telah memberikan masukan berharga.
Reses ini, menurut Johan, bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab moral untuk memahami langsung kondisi masyarakat di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Johan berharap dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperjuangkan aspirasi mereka demi terciptanya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. (red)




