PPIHD Maluku Utara Tuntaskan Pemberangkatan Jamaah Haji 2025

136
PPIHD Malut

Makassar – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Provinsi Maluku Utara (Malut) secara resmi menuntaskan seluruh tugas mereka dalam mempersiapkan keberangkatan jamaah haji dari wilayah Malut ke Arab Saudi.

Proses ini dimulai sejak tahap awal di Ternate, berlanjut ke Makassar, dan berakhir dengan penerbangan jamaah menuju Tanah Suci.

Puncaknya terjadi pada Selasa, 13 Mei 2025, saat Kloter 17 resmi diberangkatkan dari Asrama Haji Sudiang, Makassar, menuju Jeddah, Arab Saudi.

Ketua PPIHD Maluku Utara, Kadri Laetje, menyampaikan perkembangan terbaru terkait kondisi dan pergerakan jamaah haji Malut saat diwawancarai wartawan di Asrama Haji Sudiang, Makassar.

Dalam keterangannya, Kadri menegaskan bahwa seluruh proses pemberangkatan telah berjalan dengan baik, dengan kerja keras dan koordinasi yang maksimal dari seluruh unsur panitia.

“Pemberangkatan jamaah haji, alhamdulillah, berjalan lancar. Kloter 17 tadi pagi telah dilepas secara resmi di Aula Mina, kemudian pada pukul 03.00 WITA jamaah mulai bergerak untuk proses keberangkatan. Sekitar pukul 05.00 mereka keluar dari asrama, dan pukul 07.10 WITA pesawat sudah take off menuju Jeddah,” ujar Kadri.

Kloter 17 terdiri atas jamaah asal Ternate dan Taliabu. Mereka merupakan rombongan terakhir dari Maluku Utara yang diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini.

Sebelumnya, dua kelompok terbang lainnya, yakni Kloter 13 dan Kloter 15, telah lebih dulu diberangkatkan dan kini sudah berada di Arab Saudi.

Kadri juga mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan jamaah menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemberangkatan tahun ini.

Dua jamaah dari Kloter 15 yang sebelumnya sempat dirawat karena kondisi kesehatan, yakni Ibu Afriani dan Bapak Taher. Akhirnya mendapatkan izin dari tim medis untuk diberangkatkan, dan langsung dimasukkan ke dalam Kloter 17.

Namun, tidak semua jamaah dapat diberangkatkan. Seorang jamaah atas nama Bapak Daud yang seharusnya tergabung dalam Kloter 17 terpaksa tidak diberangkatkan akibat kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

Keputusan ini diambil setelah hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa kondisi Bapak Daud tidak bisa ditolerir untuk mengikuti perjalanan jauh ke Arab Saudi.

“Pak Daud saat ini masih dirawat di RSUP Tadjuddin Chalid, Makassar. Kami siagakan tiga orang dari panitia untuk mendampingi beliau di Makassar. Jika kondisi kesehatannya membaik, maka akan dipulangkan ke kampung halaman di Halmahera Selatan,” jelas Kadri.

Terkait kondisi jamaah yang telah berada di Arab Saudi, Kadri menyampaikan bahwa dua kloter. Kloter 13 dan Kloter 15, saat ini sudah berada di Arab Saudi.

Ia menyoroti pentingnya pengawasan ekstra ketat terhadap jamaah asal Maluku Utara, mengingat mayoritas dari mereka adalah lanjut usia.

“Sebagian besar jamaah haji kita adalah lansia, sehingga kami telah meminta kepada petugas haji di Arab Saudi untuk memberikan perhatian khusus. Kami ingatkan agar tugas utama mereka adalah melayani jamaah, bukan fokus pada ibadah pribadi,” tegas Kadri.

Kadri menambahkan bahwa para petugas haji yang ditugaskan oleh PPIHD Malut telah bergabung dan berkolaborasi dengan Petugas Haji Indonesia (PHI) pusat.

Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat sistem pelayanan dan pengawasan, sehingga jamaah bisa menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.

“Petugas yang kami kirimkan harus mendahulukan tugas dibandingkan ibadah pribadi. Mereka ditugaskan secara resmi untuk melayani jamaah, bukan semata-mata menjalankan ibadah sebagai individu,” tandasnya.

Pantauan media ini menunjukkan bahwa PPIHD Malut menjalankan tugasnya dengan sangat serius dan profesional.

Sejak proses pemberangkatan di Ternate hingga tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar, tidak tampak kelalaian berarti.

Seluruh rangkaian mulai dari registrasi ulang, pemeriksaan kesehatan, hingga pengawasan bagasi dan pemberangkatan jamaah, dikawal secara ketat dan sistematis oleh panitia.

Dedikasi PPIHD ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk keluarga jamaah yang menyaksikan proses pemberangkatan.

Ketepatan waktu dan kesiapan logistik menjadi indikator utama dari keberhasilan operasional tahun ini.

“Kami tidak main-main. Sejak dari Ternate hingga ke Makassar, semua petugas PPIHD bekerja maksimal. Kami ingin memastikan jamaah haji Malut bisa berangkat dan melaksanakan ibadah dengan aman,” tegas Kadri.

Kloter 17 sendiri dijadwalkan tiba di Arab Saudi pada malam hari waktu setempat. Setibanya di Jeddah, jamaah akan langsung diarahkan ke Mekkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah sebagai pembuka ibadah haji.

Dengan berangkatnya Kloter 17, maka seluruh proses pemberangkatan jamaah haji asal Maluku Utara tahun 2025 resmi tuntas.

Fokus kini beralih ke proses pelayanan dan pembinaan jamaah di Arab Saudi, termasuk pengawasan intensif terhadap kesehatan, keamanan, dan pelaksanaan ibadah jamaah yang mayoritas lanjut usia.

PPIHD Malut berkomitmen untuk terus mengawal para jamaah hingga seluruh rangkaian ibadah selesai dan mereka kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan membawa predikat haji mabrur.

Semua pihak, termasuk keluarga jamaah di Malut, kini menaruh harapan besar pada kelancaran prosesi haji tahun ini. (red)