Aurelia Indah Mole Tinjau Langsung Kerusakan Puskesmas Tiley Kusu: Plafon Hilang, Obat Minim

109
Aurelia Mole saat mengunjungi Puskesmas Tiley Kusu dan melihat langsung kondisi interior bangunan yang rusak berat, plafon hilang dan fasilitas terbengkalai. (Ist)

Morotai – Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Aurelia Indah Mole, yang akrab disapa Ela, menggelar kunjungan reses di Desa Tiley Kusu, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, Senin (12/5/2025). Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini datang dalam rangka menyerap langsung aspirasi masyarakat dari daerah pemilihannya, yakni Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Pulau Morotai (Dapil II).

Kehadiran Ela disambut antusias oleh warga, terutama kaum ibu-ibu desa yang secara spontan meramaikan lokasi kunjungan. Suasana penuh keakraban itu membuka ruang dialog antara rakyat dan wakilnya di parlemen, yang dimanfaatkan warga untuk menyampaikan sejumlah persoalan di desa mereka.

Dari berbagai aspirasi yang diterima, Aurelia menyoroti beberapa yang dinilainya memiliki tingkat urgensi tinggi. Salah satunya adalah kondisi memprihatinkan Puskesmas Tiley Kusu. Seorang kepala ruangan di fasilitas kesehatan tersebut menyampaikan langsung keluhan kepada Aurelia terkait sarana-prasarana yang rusak dan kekurangan tenaga medis.

Tanpa menunggu lama, Aurelia langsung mengunjungi Puskesmas tersebut untuk melihat secara langsung kondisi yang dikeluhkan.

Ia mendapati bangunan yang secara tampilan luar tampak layak, namun bagian dalamnya mengalami kerusakan serius.

“Plafon di dalam ruang utama sudah hilang, tinggal kerangka yang menggantung. Ini tentu tidak layak dan sangat berisiko bagi petugas maupun pasien,” ujar Aurelia.

Tak hanya itu, ia juga mencatat kekurangan tenaga medis dan minimnya persediaan obat-obatan sebagai persoalan yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Kesehatan adalah hak dasar rakyat. Saya akan membawa masalah ini ke tingkat provinsi dan mendorong dinas terkait agar segera memberi perhatian lebih kepada Puskesmas Tiley Kusu,” tegasnya.

Usai meninjau fasilitas kesehatan, Aurelia bersama Kepala Desa Tiley Kusu melanjutkan peninjauan ke jembatan utama desa. Jembatan ini menjadi akses vital bagi para nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari mencari nafkah. Sayangnya, jembatan tersebut juga memerlukan perbaikan karena sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

“Jembatan ini bukan hanya penghubung antarlokasi, tapi juga jalur kehidupan warga yang bergantung pada laut. Jika jembatan ini rusak parah, maka secara langsung akan memukul penghasilan keluarga-keluarga nelayan di sini,” ujar Aurelia.

Sebagai wakil rakyat, Aurelia berkomitmen akan memperjuangkan dua isu krusial ini – kesehatan dan infrastruktur desa – dalam rapat-rapat strategis di DPRD maupun dalam koordinasi lintas sektor dengan Pemprov Malut.

Ia juga meminta masyarakat untuk terus mengawal dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan di daerah.

“Kita ingin pembangunan yang merata, yang menyentuh sampai ke desa-desa terjauh. Dan ini tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah saja, tapi juga perlu pengawalan dari masyarakat agar program-program benar-benar menyasar kebutuhan riil warga,” pungkasnya.

Reses Aurelia Mole di Desa Tiley Kusu menjadi cerminan nyata peran wakil rakyat yang turun langsung ke lapangan, tidak hanya mendengar, tetapi juga bertindak cepat untuk merespons keluhan rakyat. Aspirasi dari desa ini akan menjadi bagian penting dalam pembahasan agenda pembangunan daerah ke depan. (red)