
WARTASOFIFI.ID, Ternate – Pada Sabtu, 12 April 2025, suasana penuh kebersamaan mewarnai acara Halal Bihalal yang digelar oleh Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Maluku Utara.
Acara yang berlangsung di Ballroom Muara Hotel ini dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara Rusni Sarbin, serta berbagai pejabat dan tokoh penting lainnya.
Tak hanya sekadar seremoni, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkuat hubungan antara dunia usaha dan pemerintah, guna mempercepat pembangunan ekonomi di daerah ini.
Mengawali sambutannya, Gubernur Sherly Tjoanda menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk bertemu kembali dengan seluruh pengusaha dalam semangat kebersamaan.
Ia juga mengucapkan permohonan maaf lahir batin atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Meskipun di tengah pandemi dan tantangan ekonomi global yang tidak mudah, Gubernur Sherly menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan kolaborasi adalah hal yang sangat dibutuhkan untuk terus mendorong kemajuan Maluku Utara.
“Semoga ke depan semuanya bisa bersama-sama untuk membangun Maluku Utara sehingga pertumbuhan ekonomi yang dua digit masih tetap bisa dipertahankan,” ujar Sherly.
Pernyataan Gubernur ini sangat relevan mengingat bahwa hanya ada dua provinsi di Indonesia yang pertumbuhan ekonominya masih mencatatkan angka dua digit, yaitu Papua Barat dan Maluku Utara.
Meskipun ada penurunan yang cukup signifikan dari angka 27% menjadi 23%, serta di tahun sebelumnya tercatat 13%, Sherly tetap merasa optimis dengan potensi ekonomi Maluku Utara.
“Kita mensyukuri bahwa terlepas dari segala tantangan perekonomian nasional maupun internasional, Maluku Utara masih bisa dua digit walaupun terjadi penurunan yang cukup tajam. Semoga di tahun 2025 ini masih bisa tetap dipertahankan di dua digit,” harapnya.
Sherly menambahkan bahwa meskipun sektor ekonomi mengalami penurunan, ini tidak menyurutkan tekad pemerintah dan pengusaha untuk bersama-sama mencari solusi agar Maluku Utara tetap tumbuh dan berkembang.
Ia menyadari bahwa tantangan ekonomi global memang tidak bisa dihindari, namun hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi dan berkolaborasi.
Tidak hanya menyampaikan optimisme, Sherly juga menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pengusaha, pemerintah, dan pekerja untuk menjaga kestabilan ekonomi daerah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak bisa tercapai jika hanya ada satu pihak yang bekerja keras. Semua pihak harus bersinergi dan saling mendukung agar ekonomi Maluku Utara bisa tetap tumbuh dengan kuat.
“Pertumbuhan tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang kokoh antara pengusaha, pemerintah, dan pekerja. Kolaborasi adalah kekuatan untuk Maluku Utara bisa menjaga pertumbuhan ekonominya tetap di dua digit,” kata Sherly dengan tegas.
Ia juga mengingatkan bahwa komunikasi terbuka antara pemerintah dan APINDO sangat penting untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.
Gubernur berharap agar APINDO dapat terus bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk menciptakan solusi terbaik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selain ekonomi, Sherly juga menyentuh isu penting yang menjadi perhatian utama pemerintahannya, yakni ketahanan pangan. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa untuk memastikan ketersediaan bahan pangan di Maluku Utara, pihaknya akan mendorong program swasembada pangan dalam jangka pendek.
“Kita harusnya sudah swasembada beras, swasembada rica, tomat, telur, dan ayam. Ini rencana saya jangka pendek dalam dua tahun ke depan, mudah-mudahan sudah ada progres signifikan yang terjadi,” jelas Sherly.
Dengan adanya program swasembada pangan ini, Gubernur berharap agar Maluku Utara tidak lagi terlalu bergantung pada bahan pangan yang didatangkan dari luar daerah.
Ia menekankan pentingnya peran serta pengusaha lokal dalam menyediakan kebutuhan pangan yang selama ini masih didominasi oleh produk impor dari luar Maluku Utara.
Hal ini akan memperkuat kemandirian pangan daerah dan mengurangi ketergantungan pada pihak luar.
“Kita berharap kerja sama yang baik ke depan antara pemerintah, APINDO, dan semua lembaga pendukung dalam mewujudkan kemandirian pangan di Maluku Utara,” tutup Sherly.
Ketua APINDO Maluku Utara, Gazali Abd. Muthalib, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat yang ditunjukkan oleh Gubernur Sherly. Gazali mengungkapkan bahwa APINDO akan selalu mendukung program-program Pemerintah Provinsi Maluku Utara, terutama dalam hal pembangunan Sofifi, pengembangan infrastruktur, serta penciptaan lapangan kerja baru.
“Kita siap. Kebetulan di Maluku Utara ini kami dari asosiasi daerah sudah membentuk Forum Pengusaha Maluku Utara, di mana di dalamnya ada sekitar 20 asosiasi pengusaha. Maka kita semua bisa bekerja sama,” ucap Gazali.
Gazali juga menyampaikan bahwa acara ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat tali silaturahmi antara sesama pengusaha yang sempat terpecah beberapa waktu lalu.
Ia mengajak semua pihak untuk melupakan perbedaan yang ada dan membuka diri untuk bekerja sama demi tujuan bersama.
“Mari kita rapatkan barisan lagi sesama pengusaha untuk mendorong program-program ke depan yang lebih baik,”ujar Gazali dengan penuh semangat.
Acara Halal Bihalal APINDO Maluku Utara kali ini tidak hanya menjadi ajang untuk mempererat hubungan antar anggota, tetapi juga sebagai momen strategis untuk menegaskan komitmen bersama dalam membangun Maluku Utara yang lebih baik.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Gubernur Sherly dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap menjadi mitra yang terbuka dan siap mendukung setiap langkah yang diambil oleh pengusaha di Maluku Utara.
Kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja akan terus diperkuat, dengan harapan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, membuka lebih banyak lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara.
Sebagai penutup, Sherly Tjoanda mengajak semua pihak untuk menyatukan visi dan bekerja keras agar Maluku Utara tidak hanya bertahan di tengah tantangan global, tetapi juga tumbuh menjadi daerah yang lebih mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Mari kita bersama-sama menjaga dan memajukan Maluku Utara, agar ke depannya kita semua dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ketahanan pangan yang lebih kuat,” tegas Sherly.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara Ibu Rusni Sarbin, Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi. Ahmad, Ketua APINDO Maluku Utara Gazali Abd. Muthalib, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Dwi Putra Indrawan, Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara, dan anggota APINDO lainnya, yang semuanya berkomitmen untuk mewujudkan kemajuan yang lebih besar bagi Maluku Utara. (red)
Sumber: Biro Adpim Malut




