Pemprov Malut Ganti Sapi Kurban Tak Layak di Haltim atas Perintah Gubernur, Pastikan Sudah Sesuai Spek

4682
Sapi kurban bantuan Pemprov Malut di Haltim (Foto: Istimewa)

WARTASOFIFI.ID Distribusi 67 ekor sapi kurban bantuan Pemprov Malut untuk perayaan Idul Adha tahun ini tak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah keluhan warga bermunculan terkait kondisi hewan yang tak sesuai spesifikasi. Namun, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Malut mengklaim telah mengambil langkah cepat sebagai respons atas temuan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesra, Kadri Laetje, kepada Wartasofifi.id, pada Sabtu (31/5), menyampaikan bahwa seluruh sapi telah terdistribusi ke 10 kabupaten/kota, ditempatkan di masjid-masjid yang ditunjuk langsung oleh Gubernur Malut, Sherly Tjoanda.

“Bantuan sapi dari Pemprov sebanyak 67 ekor sudah sampai di seluruh titik. Kami pastikan pengiriman dilakukan langsung ke lokasi masjid yang ditetapkan oleh Ibu Gubernur,” ujar Kadri melalui sambungan telepon.

Kadri menuturkan, pengantaran hewan kurban tak hanya dilakukan oleh pihak penyedia, tetapi juga didampingi oleh tim dari Biro Kesra. Sekitar 20 hingga 30 staf diturunkan ke lapangan untuk memastikan kualitas dan kelayakan hewan yang diberikan.

“Pengawalan kami fokus pada dua aspek utama, yaitu kesehatan dan berat hewan kurban. Semua sapi yang disalurkan telah diperiksa sesuai standar yang telah ditentukan,” tambahnya.

Meski demikian, Kadri mengakui adanya temuan di lapangan, salah satunya di Desa Cemara Jaya, Kecamatan Wasilei, Halmahera Timur, yang sempat viral di media sosial. Seekor sapi yang diserahkan dinilai tidak sesuai spesifikasi, dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.

“Dalam kasus di Halmahera Timur itu, pihak penyedia telah menggantikan sapi yang tidak sesuai dengan yang memenuhi standar. Mereka mengakui adanya kesalahan oleh orang lapangan saat pembelian,” ujarnya.

Tak hanya di Halmahera Timur, sejumlah lokasi lain seperti Tobelo juga ditemukan sapi dengan spesifikasi di bawah ketentuan. Kadri menegaskan, semua hewan yang tak memenuhi syarat akan segera diganti oleh penyedia.

“Intinya, dalam SOP Biro Kesra, kami membuka ruang pengaduan selama 3×24 jam. Bila ditemukan sapi dengan berat di bawah 90–100 kilogram daging, maka akan segera ditindaklanjuti dan diganti,” jelasnya.

Ia pun meminta masyarakat tidak panik jika mendapati hewan kurban di lokasi masing-masing tidak sesuai harapan. Kadri menjamin, seluruh sapi akan disesuaikan dengan ketentuan sebelum hari pelaksanaan kurban.

“Lebaran Iduladha jatuh pada tanggal 6 Juni. Jadi sebelum H-1, Insya Allah seluruh sapi sudah sesuai spek,” tegas Kadri.

Ia menambahkan, hingga saat ini, belum ada masalah signifikan yang muncul selain kasus di Halmahera Timur.

Untuk Kota Ternate, distribusi telah dilakukan dan tim monitoring dari Biro Kesra sedang melakukan pengecekan langsung di lapangan bersama panitia masjid.

Diketahui, pengadaan sapi kurban ini dilakukan oleh perusahaan penyedia bernama CV Dian Sejati, yang diberi tanggung jawab penuh oleh Pemprov Malut.

Distribusi bantuan hewan kurban oleh Pemprov Malut ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Idul Adha.

Namun, keluhan terkait standar kualitas hewan kembali menjadi sorotan, menyoroti pentingnya pengawasan ketat agar bantuan yang diberikan benar-benar layak dan bermanfaat bagi masyarakat. (red)