Pemerintah Tak Anti Kritik, Asal Bukan Cuma Cari Like dan Share!

359
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda

WARTASOFIFI.ID, Ternate – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media dalam mendukung transparansi serta percepatan pembangunan daerah.

Hal ini disampaikannya dalam acara Diskusi Media Gathering dan Buka Puasa Bersama yang digelar di Ballroom Hotel Bela, Ternate, Rabu (26/3).

Acara tersebut dihadiri oleh wartawan serta pemimpin redaksi dari berbagai media cetak dan elektronik, baik lokal maupun nasional, dengan mengusung tema “Program 100 Hari Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara dari Kacamata Media”.

Dalam sambutannya, Sherly Tjoanda menekankan bahwa media memiliki peran strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan serta menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

“Media memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi, pengawas pembangunan, dan mitra strategis pemerintah. Hubungan kita haruslah bersifat simbiosis mutualisme—saling menguatkan demi kemajuan Maluku Utara,” ujarnya di hadapan peserta.

Sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, Sherly menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe terbuka terhadap kritik yang membangun.

“Kami terbuka terhadap semua kritik yang konstruktif dan solutif. Kritik yang membangun akan menjadi bahan refleksi dan koreksi demi perbaikan bersama,” katanya.

Sherly menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan.

Menurutnya, perubahan yang nyata membutuhkan perencanaan yang matang, tim yang solid, partisipasi publik, serta kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Saya bukan tukang sulap, bukan superwoman. Tidak mungkin membangun dengan one-man show. Semua pihak, termasuk media, harus terlibat aktif,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya transparansi dalam penggunaan APBD, memastikan bahwa anggaran daerah dikelola secara akuntabel dan sesuai dengan skala prioritas yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

Sherly mengajak media untuk berperan aktif dalam membangun narasi positif tentang potensi Maluku Utara, sembari tetap menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah.

Sebagai langkah konkret dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah dan media, ia mengumumkan rencana pembentukan Media Center Provinsi Maluku Utara.

Media center ini akan menjadi pusat informasi resmi yang cepat tanggap serta menyediakan ruang dialog dan pertemuan berkala antara pemerintah daerah dan insan media.

“Mari kita jaga integritas, kedamaian, narasi yang teduh, dan semangat gotong royong membangun Bumi Moloku Kie Raha,” tutupnya. (red)

Sumber: Biro Adpim Malut