
WARTASOFIFI.ID – Setelah sukses menyelenggarakan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) tingkat Provinsi Maluku Utara pada 15–18 Juni 2025, Kota Sofifi kembali dipilih sebagai lokasi pelaksanaan agenda keagamaan skala provinsi. Pada bulan Agustus mendatang, Sofifi akan menjadi tuan rumah eksebisi paduan suara tingkat Provinsi Maluku Utara, yang digelar menjelang pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV tahun 2026 di Provinsi Papua.
Keputusan tersebut dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Lembaga Pengembangan Paduan Suara Daerah (LPPD) Tingkat Provinsi Maluku Utara, yang diselenggarakan oleh Bimas Kristen Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara di Tobelo, Halmahera Utara.
Ketua LPPD Provinsi Maluku Utara, Herifal Naly Thomas, dalam keterangannya melalui rilis tertulisnya, Rabu (18/6) menyatakan bahwa kegiatan eksebisi yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2025 merupakan bagian penting dari proses evaluasi tim, sekaligus untuk menjaga semangat para peserta.
“Kegiatan eksebisi yang diputuskan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 nanti merupakan kegiatan penting untuk dilaksanakan sebagai evaluasi untuk lebih mematangkan performance tim. Eksebisi ini juga diharapkan dapat membangun semangat dari kelesuan dan kejenuhan peserta dampak penundaan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di Provinsi Papua dari tahun 2025 ke tahun 2026,” jelas Naly Thomas.
Menurutnya, Maluku Utara telah menyiapkan 198 tim dari 11 mata lomba, hasil seleksi Pesparawi Tingkat Provinsi yang sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Pulau Morotai.
Adapun sebelas mata lomba tersebut meliputi: Paduan Suara Campuran, Paduan Suara Pemuda/Remaja, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Wanita, Paduan Suara Anak, Vocal Group, Solis Anak, Remaja, Pemuda, Musik Pop Gerejawi.
Eksebisi ini akan menjadi panggung perdana bagi tim-tim terpilih untuk menunjukkan kesiapan mereka sebelum berangkat ke ajang nasional tahun depan.
Selain alasan teknis, Naly menjelaskan bahwa pemilihan Sofifi sebagai lokasi kegiatan juga mempertimbangkan kemajuan infrastruktur dan posisinya sebagai ibukota provinsi.
“Sofifi diputuskan menjadi ajang pelaksanaan eksebisi karena Sofifi semakin representatif dan sejalan dengan misi Provinsi Maluku Utara menjadikan Sofifi Rumah Kita,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga akan dimeriahkan dengan lomba musik tradisional Yanger, yang merupakan salah satu bentuk pengembangan musik gerejawi nusantara. Oleh karena itu, Naly berharap agar Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat memberikan dukungan penuh.
“Kami berharap mendapat dukungan penuh dari Pemda Provinsi. Eksebisi juga akan dimeriahkan dengan lomba musik tradisional Yanger sebagai bagian dari salah satu pengembangan musik gerejawi nusantara,” pungkasnya.
Rapat koordinasi yang digelar di Tobelo tersebut juga menjadi momentum penting dalam struktur kelembagaan LPPD Provinsi. Rapat turut menghadirkan pengurus LPPD periode 2019–2023 yang diketuai Abner Nones, serta pengurus baru periode 2024–2028 yang kini diketuai oleh Herifal Naly Thomas.
Kepala Bidang Bimas Kristen Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Hans Luter Tongo-Tongo, menjelaskan bahwa selain membahas teknis penyelenggaraan eksebisi, rapat ini juga dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi antarperiode kepengurusan.
“Rapat LPPD tadi telah memutuskan perlunya penyelenggaraan lanjutan yaitu eksebisi, lomba musik tradisional Yanger, dan rapat koordinasi LPPD dan Kesra tingkat provinsi,” ungkap Hans.
Dirinya menyampaikan terima kasih kepada pengurus lama atas dedikasi yang telah diberikan selama lima tahun terakhir, serta berharap kepengurusan yang baru mampu membawa LPPD menjadi lebih aktif dan produktif dalam pengembangan paduan suara dan seni musik gerejawi.
“Atas nama Bimas Kristen Kemenag Maluku Utara, saya menyampaikan terima kasih kepada pengurus lama dan menaruh harapan kepada pengurus yang baru untuk pengembangan ke depan,” ucapnya.
Hans juga berharap kegiatan eksebisi dan seluruh program LPPD dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah provinsi.
“Saya juga mengharapkan rencana yang telah disepakati ini dapat terlaksana dan mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam rangka pengembangan masyarakat, khususnya kegiatan keagamaan Kristiani,” tutup Hans. (red)




