
WARTASOFIFI.ID – Dalam upaya mendukung program swasembada pangan dan kemandirian pangan nasional, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Malut bersama Wagub Malut, Sarbin Sehe, melakukan peresmian Kebun Ansor sebagai patriot ketahanan pangan di Kelurahan Kastelah, Kota Ternate, Sabtu (9/8).
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen GP Ansor Malut dalam mendukung visi besar Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama nasional.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Pimpinan Pusat GP Ansor, Sekretaris Jenderal GP Ansor, perwakilan Polda Malut, Dinas Pertanian Malut, Dandrem Kota Ternate, serta masyarakat Kelurahan Kastelah dan seluruh pengurus Wilayah GP Ansor Malut.
Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menegaskan sinergi antara organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam menguatkan ketahanan pangan di Malut yang dikenal sebagai daerah kepulauan.
Ketua GP Ansor Malut, Syarif Abdullah, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan yang mereka lakukan.
Menurutnya, sinergi yang terjalin dengan pemerintah provinsi menjadi modal penting bagi GP Ansor untuk terus berkontribusi nyata demi kemajuan masyarakat Malut.
“Di kesempatan ini ada beberapa hal penting yang saya sampaikan. Pertama, kami mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah Provinsi Maluku Utara, Ibu Gubernur dan Pak Wagub, atas suportnya kepada Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Maluku Utara,” ungkap Syarif Abdullah.
Lebih lanjut, Syarif menyebutkan bahwa kolaborasi ini merupakan titik awal bagi GP Ansor Malut untuk merespons program nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan bahwa fokus ke depan akan lebih ditekankan pada program ketahanan pangan, sebagai bagian dari komitmen memperkuat ekonomi lokal melalui pengembangan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA).
“Kami merasa senang dan bahagia bisa bekerja sama dengan pemerintah Provinsi. Bagi kami ini merupakan salah satu aset untuk terus menjaga dan merawat hubungan dengan pemerintah provinsi Maluku Utara sebagai pengabdian diri terhadap masyarakat Malut. Apa yang kami lakukan hari ini merupakan starting awal bagi kami GP Ansor Maluku Utara dalam rangka merespon program nasional Asta Cita Presiden Indonesia Prabowo Subianto,” tuturnya.
Ia menambahkan, komitmen GP Ansor Malut bukan hanya soal ketahanan pangan, tetapi juga menguatkan kemandirian ekonomi melalui BUMA sebagai fokus utama. Penguatan ini diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi masyarakat lokal sekaligus meningkatkan kapasitas organisasi pemuda.
“Ini suatu kebanggaan tersendiri dan menjadi fokus dan perhatian keseriusan bagi kami untuk lebih cenderung untuk program ke depan lebih pada program ketahanan pangan. Komitmen kami untuk melakukan penguatan ekonomi melalui pengembangan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) sebagai fokus utama. Sehingga progres kami ke depan lebih cenderung kepada kemandirian ekonomi,” jelasnya.
Selain itu, Syarif juga memberikan apresiasi atas dukungan dari masyarakat Kelurahan Kastelah yang turut membantu mempersiapkan kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran GP Ansor di tengah masyarakat merupakan wujud nyata keberadaan dan peran organisasi pemuda dalam membangun daerah.
“Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada warga masyarakat Kelurahan Kastelah karena telah membantu kami dalam menyiapkan kegiatan ini. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat Kota Ternate bahwa GP Ansor betul-betul hadir dalam kehidupan masyarakat di Maluku Utara,” ujarnya.
Lebih istimewa, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pimpinan Pusat GP Ansor dan Sekretaris Jenderal GP Ansor, yang menjadi spirit dan penyemangat bagi GP Ansor Malut untuk terus bergerak dan memberikan yang terbaik bagi bangsa, negara, dan khususnya masyarakat Malut.
“Kami juga merasa bangga dan bahagia karena dihadiri langsung oleh Pimpinan Pusat GP Ansor dan Sekretaris Jenderal GP Ansor. Semoga kehadiran Ketua Umum dan Sekjen menjadi spirit dan semangat tersendiri bagi kami GP Ansor Maluku Utara untuk terus bergerak untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa dan Negara dan khususnya Malut,” tutup Syarif.
Di kesempatan yang sama, Wagub Malut, Sarbin Sehe, mengajak seluruh keluarga besar Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU) secara umum untuk memahami visi besar Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan. Ia menekankan pentingnya makna dan implementasi gagasan tersebut dalam pemberdayaan masyarakat.
“Saya mengajak kepada seluruh keluarga besar Ansor dan NU secara umum, mari kita membaca pikiran Bapak Presiden Prabowo terkait dengan gagasan besar tentang ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan,” ujar Sarbin.
Menurut Sarbin, gagasan besar tersebut harus dipahami dan dijadikan semangat bersama agar gerakan pemberdayaan masyarakat dalam ketahanan pangan dapat diwujudkan secara nyata.
Ia menilai bahwa ketahanan pangan sangat penting untuk masa depan Indonesia, terutama di wilayah seperti Malut.
“Gagasan yang luar biasa ini harus kita pahami dan maknai untuk melakukan gerakan pemberdayaan masyarakat, sehingga ini bisa diwujudkan secara bersama,” katanya.
Wagub juga menyampaikan fakta bahwa meskipun Malut memiliki potensi lahan yang luas, daerah ini masih bergantung pada impor beras dari luar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri yang harus diatasi dengan gerakan ketahanan pangan yang terorganisir.
“Maluku Utara memiliki lahan luar biasa, akan tetapi kita masih melakukan impor beras untuk mendatangkan dari luar untuk masuk di Maluku Utara,” kata Sarbin.
Sarbin berharap GP Ansor bisa menjadi motor penggerak dalam menjalin kemitraan lintas sektor untuk menekan ketergantungan impor bahan baku pangan, khususnya bagi program gizi gratis yang sebagian besar bahan bakunya masih didatangkan dari luar Malut.
“Saya berharap kepada GP Ansor untuk membangun bermitra kepada seluruh lintas sektor, saat ini hampir seluruh bahan baku pelaksanaan makanan gizi gratis semua masih didatangkan dari luar Malut,” ujarnya.
Wagub Sarbin juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi menargetkan dalam enam bulan ke depan kebutuhan gizi gratis di Malut tidak lagi bergantung pada impor dari luar daerah. Oleh karena itu, gerakan bertani dan menanam pangan harus segera dilakukan dan dikembangkan.
“Pemerintah provinsi menargetkan di enam bulan ke depan kebutuhan makan gizi gratis tidak lagi melakukan impor dari luar daerah,” jelasnya.
Selain menanam, Sarbin juga mengingatkan agar kebutuhan pasar terhadap produk pangan lokal juga harus dipastikan terjamin keberlangsungannya agar petani tidak dirugikan dan produksi dapat terus meningkat.
“Saya berharap kepada GP Ansor Maluku Utara untuk tidak hanya menanam, tetapi kebutuhan pasar juga harus terjamin,” tambahnya.
Sarbin juga berharap agar Pimpinan Pusat GP Ansor melihat Indonesia secara utuh sebagai NKRI dan terus menyuarakan keberpihakan terhadap wilayah kepulauan seperti Malut di forum-forum nasional.
“Saya berharap kepada Pimpinan Pusat GP Ansor untuk melihat Indonesia secara utuh sebagai bagian dari NKRI,” katanya.
Ia menegaskan, wilayah kepulauan dengan populasi kecil seperti Malut memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan nasional sehingga perlu perhatian khusus untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Maluku Utara merupakan daerah kepulauan dengan penduduk yang kecil dan memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan nasional. Kami berharap GP Ansor Pusat dalam forum-forum nasional dapat terus menyuarakan untuk keberpihakan bagi wilayah-wilayah kepulauan, agar keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa diwujudkan secara bersama,” ujar Sarbin.
Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, menyampaikan bahwa agenda penguatan ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) merupakan dua hal utama yang digerakkan secara nasional di seluruh Indonesia.
“Ini merupakan agenda yang urgen sekali di mana kami di seluruh Indonesia menggerakkan dua hal. Yang pertama adalah perekonomian dalam bentuk wadah bernama Badan Usaha Milik Ansor (BUMA),” kata Addin.
Selain ekonomi, Addin juga menegaskan bahwa GP Ansor menginisiasi gerakan patriot ketahanan pangan di setiap daerah, dengan usaha yang meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Ini diharapkan menjadi pilar penguatan ekonomi desa lewat koperasi Merah Putih.
“Yang kedua kami juga menggerakkan patriot ketahanan pangan, jadi setiap kami kunjungan ke daerah-daerah pelantikan ataupun yang lain di seluruh Kabupaten/Kota dan Provinsi wajib kemudian untuk ada inisiasi usaha-usaha pangan. Usaha pangan ini meliputi empat hal, baik itu pertanian, perkebunan, perikanan maupun peternakan. Mudah-mudahan dengan ini semua bisa menjadi penguatan pilar dalam konsolidasi ekonomi di bawah naungan koperasi merah putih di desa-desa di seluruh Indonesia,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa gerakan ini lebih dari sekadar menanam pangan, melainkan juga sebagai upaya untuk menghidupkan kembali warisan leluhur dengan memanfaatkan lahan-lahan yang selama ini terlantar atau tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Perlu kami tegaskan bahwa sebenarnya Pak Sarbin sampaikan kenapa Ansor juga bergerak di pangan bukan semata-mata soal bagaimana kita menanam pangan tapi bumi adalah warisan para leluhur, bumi adalah tempat kita berpijak untuk tempat kita hidup. Kemudian ini harus kembali diingat oleh seluruh komponen bangsa bahwa kita sudah saatnya memberdayakan seluruh aset lahan kita yang mungkin selama ini terlantar atau tidak dipergunakan,” ujarnya.
Addin menyatakan keyakinannya bahwa pencapaian swasembada pangan di Indonesia dapat terwujud secara bertahap melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dukungan aktif dari masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan di seluruh wilayah tanah air.
“Kita yakin dengan agenda pemerintah kemudian pemerintah daerah dan didukung sama masyarakat kita tentu bisa mencapai swasembada pangan,” tambahnya.
Addin menegaskan pentingnya sinergi dan kerja sama antara semua tingkatan pengurus GP Ansor, mulai dari wilayah hingga ranting. Ia mendorong agar seluruh anggota bergerak bersama-sama dalam memanfaatkan lahan yang ada secara optimal demi mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi lokal. Semangat kebersamaan ini diharapkan mampu memperkuat langkah GP Ansor dalam menjalankan program-program strategisnya.
Lebih jauh, Addin juga mengajak agar kolaborasi tidak hanya terbatas pada internal organisasi, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat dan aparat keamanan. Kerja sama lintas sektor ini dianggap penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung keberhasilan usaha-usaha yang dijalankan oleh para pemuda dan komunitas lokal.
Dengan motivasi yang kuat, ia berharap seluruh sahabat Ansor dari tingkat wilayah sampai ranting dapat bergerak secara serentak, memanfaatkan lahan yang tersedia dan membangun usaha bersama. Semangat gotong royong ini menjadi modal utama untuk mencapai tujuan besar GP Ansor dalam penguatan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
“Apa yang kita lakukan ini bisa termotivasi dan kepada seluruh sahabat-sahabat Ansor dari mulai wilayah sampai ranting juga bisa bergerak secara serentak untuk mari kita memanfaatkan lahan yang ada ataupun kolaborasi dengan semua komponen untuk membuat usaha-usaha bersama,” katanya.
Dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah dan bangsa, peran serta generasi muda menjadi sangat krusial. Anak-anak muda sebagai agen perubahan diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Kolaborasi yang solid antar elemen pemuda dengan berbagai pihak akan menjadi modal utama dalam memperkuat daya saing dan ketahanan daerah.
GP Ansor, sebagai salah satu organisasi kepemudaan yang aktif, berkomitmen untuk terus menggalang sinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat luas. Melalui berbagai program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal, mereka optimis dapat menjadi motor penggerak perubahan positif yang membawa manfaat besar bagi Malut dan Indonesia secara keseluruhan.
“Karena saya percaya bahwa di tangan kolaborasi anak-anak muda inilah kemudian masalah daerah dan bangsa ini bisa diatasi apapun masalahnya,” tutup Addin. (red)




