Upacara Harkitnas di Pemprov Malut, yang Bangkit Hanya Tiang Bendera?

247
Suasana pelaksanaan upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), di halaman Kantor Gubernur Malut, Rabu 20 Mei 2026, berlangsung khidmat. Foto: WARTASOFIFI.ID/RD
Pelaksanaan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2026 yang digelar Pemprov Malut berlangsung di tengah minimnya kehadiran sejumlah kepala OPD di lingkup pemerintahan provinsi, upacara berlangsung di halaman Kantor Gubernur Malut, Sofifi, Rabu 20 Mei 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena suasana pelaksanaan upacara terlihat berbeda dibanding peringatan hari-hari besar nasional lainnya yang biasanya diikuti lebih banyak pejabat Pemprov Malut dan berlangsung dengan keterlibatan OPD yang lebih banyak.
Berdasarkan pantauan WARTASOFIDI.ID di lokasi kegiatan, hanya beberapa kepala OPD yang terlihat berada di lapangan upacara sejak kegiatan dimulai hingga selesai dilaksanakan. Sejumlah pejabat yang tampak mengikuti jalannya upacara di antaranya Plt Karo Adpim Abdul Karim, Kadis Kominfosan Iksan R.A. Arsyad, Plt Karo Umum Amrin, Kadis Kehutanan Basyuni Tahir, dan Kepala Balitbangda Ruslan Bian.
Kehadiran pejabat yang terbatas tersebut terlihat berbeda dibanding pelaksanaan upacara peringatan nasional pada waktu-waktu sebelumnya yang biasanya diikuti lebih banyak kepala OPD di lingkungan Pemprov Malut.
Tidak hanya itu, beberapa kepala OPD lainnya justru terlihat mulai berdatangan setelah rangkaian upacara selesai dilaksanakan. Di antaranya Kadis Perkim Musrifah Alhadar, Plt Karo PBJ Khairil Hi. Hukum, Kadis Kearsipan Mulyadi Tutupoho, serta Plt Kepala BKD Zulkifli Bian. Situasi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai penyebab minimnya kehadiran pejabat pada agenda nasional yang rutin diperingati setiap tahunnya tersebut.
Menanggapi hal itu, Plt Karo Adpim Malut, Abdul Karim, menjelaskan bahwa pada hari yang sama Pemprov Malut tengah melaksanakan sejumlah agenda penting yang berlangsung secara bersamaan di Sofifi maupun Ternate. Diakuinya, pembagian kehadiran pejabat dilakukan karena terdapat beberapa kegiatan yang dinilai sama pentingnya dan harus dihadiri oleh unsur pimpinan perangkat daerah.
“Kita hari ini ada delapan kegiatan yang terbagi antara Sofifi dan Ternate. Di Sofifi sendiri ada dua kegiatan utama, yakni upacara Hari Kebangkitan Nasional dan sosialisasi Garuda kerja sama dengan Pemprov hingga OPD terkait. Jadi OPD juga dibagi untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut,” tutur Karim kepada WARTASOFIFI.ID.
Kabag Protokol itu mengatakan, selain kegiatan di Sofifi, pada waktu yang bersamaan juga berlangsung agenda dari Irjen Kemendagri di Ternate yang membutuhkan kehadiran sejumlah pejabat Pemprov Malut. Karena itu, Pemprov Malut melakukan pembagian tugas agar seluruh agenda tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.
“Itu juga kegiatan penting dari Irjen Kemendagri yang berlangsung pada jam yang sama di Ternate. Awalnya dipimpin Pak Sekda, namun karena ini merupakan upacara nasional Hari Kebangkitan Nasional, maka Pak Sekda diminta menjadi inspektur upacara di Sofifi, kemudian setelah selesai langsung menghadiri kegiatan Irjen Kemendagri di Ternate,” katanya.

Karim menegaskan, distribusi tugas dan pembagian kehadiran pejabat sebenarnya telah dipersiapkan sejak beberapa hari sebelum kegiatan berlangsung. Menurutnya, pengaturan tersebut dilakukan agar seluruh agenda yang berlangsung di berbagai lokasi tetap dapat terlaksana secara bersamaan tanpa mengganggu jalannya pelayanan maupun koordinasi antarinstansi di lingkungan Pemprov Malut.
“Distribusi tugas sudah dijalankan sejak tiga hari lalu. Sudah dibagi pejabat siapa yang hadir di Sofifi dan siapa yang mengikuti kegiatan Kemendagri. Bahkan setelah ini masih ada lagi kegiatan UNICEF dan agenda-agenda lainnya yang juga membutuhkan kehadiran OPD pendamping,” ungkapnya.
Selain minimnya kehadiran pejabat, pelaksanaan upacara tahun ini juga terlihat lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak tampak adanya tenda besar, penyediaan konsumsi, maupun kehadiran Forkopimda dan para undangan dalam jumlah banyak seperti yang biasa terlihat pada pelaksanaan upacara peringatan nasional di lingkungan Pemprov Malut. Kondisi tersebut kemudian memunculkan anggapan adanya pengurangan fasilitas akibat efisiensi anggaran.
Namun demikian, Abdul Karim membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan upacara tetap mengacu pada panduan resmi yang diterbitkan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sementara fasilitas tambahan bukan menjadi unsur utama dalam pelaksanaan kegiatan seremonial tersebut.
“Upacara ini mengikuti panduan yang diterbitkan oleh Komdigi. Jadi fasilitas seperti tenda dan lain sebagainya itu hanya bagian tambahan. Yang terpenting pelaksanaan upacara tetap berjalan sesuai tata urutan dan petunjuk pelaksanaan yang diterbitkan kementerian,” jelas Karim.

Sementara itu, terkait keberadaan Gubernur Sherly Tjoanda, Abdul Karim menyebut gubernur tengah menjalankan agenda di luar daerah yang telah dijadwalkan sebelumnya. Ia mengatakan, aktivitas gubernur di luar daerah merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan representasi daerah dalam sejumlah agenda nasional.
Dalam penjelasan Karim, tadi malam gubernur berada di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menghadiri kegiatan pemberian penghargaan terkait capaian penanganan stunting dan pengurangan angka pengangguran. Kehadiran gubernur dalam agenda tersebut, kata dia, menjadi bagian dari representasi Pemprov Malut dalam forum nasional yang berkaitan dengan evaluasi kinerja daerah.
“Itu tidak ada hubungannya dengan efisiensi. Kegiatan gubernur di luar daerah memang sangat padat. Tadi malam beliau berada di NTB menerima penghargaan juara satu penanganan stunting dan juara satu pengurangan pengangguran,” katanya.
Karim menambahkan, meskipun gubernur sedang berada di luar daerah, roda pemerintahan di Malut tetap berjalan sebagaimana mestinya melalui koordinasi Wagub Sarbin Sehe dan Sekda Samsuddin Abdul Kadir, serta pejabat lainnya yang telah diberikan tanggung jawab untuk menangani agenda di daerah.
“Ketidakhadiran gubernur di Maluku Utara, karena beliau menghadiri undangan kegiatan di luar daerah. Sementara kegiatan di daerah tetap ditangani oleh Pak Wagub dan Pak Sekda, dan pejabat lainnya,” bebernya. (red)

 

__________________________________________ Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan keberimbangan kepada masyarakat.