Komando Gubernur, Aksi Nyata Dikbud Malut: Abubakar Abdullah Pastikan Pendidikan Tak Tertinggal

145
Abubakar Abdullah

TERNATE – Setelah hampir dua tahun menanti, harapan itu akhirnya tiba. Suasana haru dan syukur menyelimuti halaman SMA Bintang Laut Ternate, Jumat pagi (23/5/2025), saat empat ruang kelas baru (RKB) resmi diserahkan oleh Pkt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Provinsi Maluku Utara (Malut), Abubakar Abdullah.

Di tengah cuaca cerah dan senyum lebar para siswa serta dewan guru, penyerahan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah jawaban atas penantian panjang, sekaligus simbol perhatian nyata Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap pendidikan yang inklusif dan bermutu, hingga ke lembaga-lembaga pendidikan swasta berbasis keagamaan.

Ketua Yayasan Santa Theresia Wilayah Maluku Utara, Pastor Titus Rahail, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia dan harunya.

Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa ruang-ruang kelas tersebut telah rampung sejak 2023, namun baru hari itu bisa digunakan karena belum diserahkan secara resmi.

“Kami sudah lama merindukan untuk menggunakan RKB ini. Puji Tuhan, hari ini Pak Kadikbud mengambil langkah cepat untuk menyerahkannya. Kami berjanji akan menggunakan dan merawat fasilitas ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Pastor Titus

Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada Gubernur Maluku Utara, Serly Djuanda, dan Wakil Gubernur, atas komitmen mereka yang dinilai tulus dalam mendukung dunia pendidikan.

Pastor Titus menyampaikan hal ini bukan hanya atas nama sekolah, tetapi atas nama Keuskupan Amboina yang menaungi institusi pendidikan tersebut.

“Atas nama Keuskupan Amboina di Ambon, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas perhatian dan dukungan yang luar biasa,” tambahnya.

Dalam acara penyerahan yang sederhana namun penuh makna itu, Plt Kadikbud Abubakar Abdullah menjelaskan bahwa keputusan menyerahkan empat RKB ini merupakan langkah cepat yang diambil setelah ia turun langsung ke lapangan.

Pada 20 Mei 2025 lalu, Kadikbud yang akrab disapa Pak Aka itu melakukan monitoring ke sekolah dan mendapati gedung baru yang masih kosong dan belum difungsikan.

“Saya melihat bahwa gedung yang telah selesai dibangun sejak tahun lalu belum digunakan. Setelah kami konfirmasi bahwa pembangunan ini berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Provinsi Maluku Utara Tahun 2023, saya langsung menginstruksikan agar dilakukan penyerahan secara resmi hari ini,” jelasnya.

Proses yang cepat itu menunjukkan sebuah kepemimpinan yang bukan hanya administratif, tapi juga aktif dan responsif, mampu mendengar, turun langsung, dan membuat keputusan yang berdampak nyata.

Tak hanya hadir membawa surat serah terima, Kadikbud juga membawa pesan dari pucuk pimpinan daerah.

Menurutnya, Gubernur Serly Djuanda menitipkan harapan besar agar fasilitas baru ini tidak sekadar berdiri megah, tetapi menjadi ruang tumbuhnya semangat belajar, kreativitas, dan cita-cita para siswa.

“Ibu Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur saat ini sangat fokus pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sebagai bagian dari upaya mendorong kualitas pendidikan yang merata di seluruh daerah,” tegas Abubakar Abdullah.

Fokus ini tampak dalam alokasi anggaran dan prioritas pembangunan pendidikan yang tidak hanya diarahkan ke sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi masa depan.

Pembangunan empat ruang kelas baru di SMA Bintang Laut merupakan bagian dari program penguatan sarana pendidikan yang dibiayai melalui APBD Provinsi Maluku Utara Tahun Anggaran 2023.

Ini adalah bukti konkret bahwa visi pendidikan inklusif dan berkeadilan dijalankan tidak hanya dalam wacana, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan.

Dengan diserahkannya empat RKB ini, SMA Bintang Laut tidak hanya mendapatkan ruang fisik tambahan, tetapi juga kepercayaan dan semangat baru untuk menjalankan proses belajar-mengajar yang lebih baik.

Pagi itu, suara lonceng sekolah seolah berdentang lebih merdu. Di balik pintu-pintu kelas yang baru, kini tersimpan mimpi-mimpi baru. Pemerintah Provinsi Maluku Utara, melalui tangan-tangan pengabdi seperti Gubernur Serly Djuanda Laos, Wakil Gubernur Sarbin Sehe, dan Plt Kadikbud Abubakar Abdullah, telah menunjukkan bahwa masa depan pendidikan bisa dibangun, “satu ruang kelas pada satu waktu”. (red)