Kiai Karismatik yang Kini Berjuang Sendiri

1924
Mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (Foto: Istimewa)

WARTASOFIFI.ID – Mantan Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK), yang akrab dipanggil “Aba Haji” oleh masyarakat, kini menghadapi ujian berat dalam hidupnya.

Sosok yang sangat sederhana, karismatik, dan dekat dengan masyarakat ini, kini harus meringkuk di Lapas Kelas IIA Ternate setelah tim medis menyatakan bahwa kondisinya cukup stabil untuk kembali menjalani rawat jalan, meskipun ia masih memerlukan perawatan intensif.

Aba Haji, yang begitu dihormati dan dicintai oleh rakyat Maluku Utara, terbaring lemah setelah beberapa waktu dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesorie, Ternate.

Sejak awal Desember 2024, ia dirawat di rumah sakit setelah mengeluhkan masalah kesehatan serius, termasuk Hipertensi Grade 2 dan Hiponatremia Ringan.

Meskipun kondisinya memburuk, ia terpaksa kembali ke rutan setelah dokter menyatakan bahwa AGK dapat menjalani rawat jalan dan tidak memerlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Namun, kondisi tubuh Aba Haji yang melemah membuat keluarga dan tim kuasa hukumnya sangat khawatir. Putra AGK, Ustaz Thariq Kasuba, menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan tim medis yang menyatakan ayahnya sudah sembuh.

“Iya, beliau dinyatakan sembuh oleh pihak dokter. Padahal kondisi beliau masih butuh perawatan,” kata Thariq, Selasa (17/12/2024).

Menurut Thariq, meskipun ada pernyataan dari tim dokter bahwa ayahnya telah kembali pulih, kenyataannya Aba Haji masih kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan untuk hal-hal sederhana seperti buang air besar, ia memerlukan bantuan dari keluarga atau perawat.

“Padahal kita bisa lihat sendiri kondisi beliau. Dan termasuk faktor usia beliau yang tak bisa dipungkiri mempengaruhi kesehatannya,” tambah Thariq dengan nada penuh keprihatinan.

Abdul Gani Kasuba telah menjalani berbagai serangkaian pemeriksaan medis selama di rumah sakit. Selain hipertensi, kondisi lain yang diderita Aba Haji adalah Hiponatremia Ringan, yang berkaitan dengan keseimbangan cairan tubuh.

Sebelumnya, tim medis menyarankan agar AGK mendapat perawatan inap, namun surat keterangan dokter yang dikeluarkan pada 17 Desember menyatakan bahwa AGK dapat melanjutkan pengobatan rawat jalan dan harus kembali ke rutan.

Tim penasihat hukum AGK mengungkapkan bahwa meskipun dokter telah memberikan surat keterangan tersebut, kondisi Aba Haji secara fisik terlihat sangat memprihatinkan.

“Kami sebagai tim penasihat hukum tetap menghormati rekomendasi dokter, namun kami sangat berharap klien kami bisa mendapatkan perawatan lebih intensif, terutama mengingat kondisi kesehatannya yang sangat lemah,” ujar Hairun Rizal, penasihat hukum AGK.

Di balik segala permasalahan yang tengah dihadapi Aba Haji, publik tidak bisa melupakan pengabdiannya sebagai pemimpin dan dai.

Sebagai seorang dai ternama, Abdul Gani Kasuba telah menghabiskan puluhan tahun berdakwah di berbagai wilayah Maluku Utara, menyebarkan ajaran Islam dengan penuh kesederhanaan dan ketulusan hati.

Dari masjid ke masjid, dari satu pulau ke pulau lainnya, ia dikenal sebagai sosok yang selalu mendengarkan keluh kesah umat dan memberikan pencerahan bagi mereka yang membutuhkan.

Selain itu, Aba Haji juga memiliki peran besar dalam perjalanan ibadah haji warga Maluku Utara. Ia memimpin dan melayani rombongan jemaah haji Maluku Utara, dengan penuh dedikasi dan perhatian, hingga mereka tiba dengan selamat di Tanah Suci.

Banyak orang yang merasa berhutang budi atas kebaikan dan ketulusannya dalam melayani jemaah haji tersebut. Aba Haji bukan hanya seorang pemimpin, namun juga seorang guru agama yang begitu dihormati.

Selama menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara, Aba Haji juga berhasil memperkenalkan sejumlah program pembangunan yang tak hanya bersifat fisik, tetapi juga memperhatikan aspek spiritual dan sosial masyarakat.

Ia memprakarsai pembangunan sejumlah rumah ibadah, termasuk Masjid Nurul Hasan di depan Kantor Gubernur Maluku Utara dan Masjid Raya Shaful Khairaat di Sofifi, yang hingga kini menjadi simbol peran serta pemerintah dalam pembangunan umat beragama di daerah tersebut.

Aba Haji dikenal sangat dekat dengan masyarakat. Ia sering turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluh kesah warga, tanpa memandang status sosial atau golongan mereka.

Meskipun memiliki jabatan tinggi sebagai Gubernur, ia tak pernah melupakan tugas utamanya untuk melayani rakyat. Hal ini pula yang membuat Aba Haji sangat dicintai oleh rakyat Maluku Utara.

Namun, saat Aba Haji mengalami masa-masa sulit seperti sekarang ini, yang sangat memprihatinkan, perhatian dari pejabat Pemerintah Provinsi Maluku Utara tampaknya sangat minim.

Selama ia dirawat, hampir tidak ada pejabat yang menjenguk atau memberikan perhatian. Padahal, di masa kepemimpinannya, Aba Haji selalu dikelilingi oleh banyak pejabat yang kerap mendapat perhatian darinya.

Entah apa yang ada di benak mereka sehingga tidak ada perhatian sedikit pun terhadap “Sang Kiai” tersebut. Padahal, selama ia memimpin Maluku Utara, disekeliling beliau banyak pejabat yang ada di dekatnya. Namun kini, setelah ia tidak lagi menjabat, ia terlihat ditinggalkan.

Dalam masa kepemimpinannya, Aba Haji dikenal sebagai sosok yang tak membedakan siapa pun yang datang kepadanya. Setiap hari, kantor gubernur dipenuhi oleh masyarakat yang ingin bertamu dan berbicara dengannya, tanpa melihat latar belakang sosial atau jabatan mereka.

Bahkan, banyak pejabat yang mendapat tempat khusus untuk bertemu dengannya di kantor, namun kini seakan-akan mereka yang pernah dekat dengannya pergi begitu saja saat Aba Haji sedang mengalami ujian hidup.

Dengan kondisi Aba Haji yang semakin melemah, masyarakat Maluku Utara, terutama mereka yang mengenal dekat sosoknya, berharap agar mantan Gubernur ini mendapatkan perhatian lebih dalam proses hukum dan perawatan kesehatannya.

Sebagai sosok yang begitu banyak berjuang untuk rakyatnya, Aba Haji seharusnya mendapatkan haknya untuk dirawat dengan baik dan diperlakukan dengan penuh kemanusiaan.

Melihat pengabdian dan dedikasinya yang tak pernah surut, harapan agar Aba Haji diberi fasilitas kesehatan yang layak di rumah sakit atau bahkan ditempatkan di tahanan rumah sangatlah wajar.

Banyak yang berpendapat, meskipun hukum harus ditegakkan, namun hak dasar setiap manusia untuk hidup dengan layak dan mendapatkan perawatan kesehatan yang memadai harus tetap dijaga.

“Saat ini, kami berharap agar kondisi beliau diperhatikan dengan serius, dan jika memang kondisi beliau kembali menurun, kami berharap pihak Rutan segera melaporkan agar beliau bisa dirawat secara intensif di rumah sakit,” tegas Hairun Rizal, penasihat hukum Aba Haji.

Abdul Gani Kasuba, atau Aba Haji, adalah sosok yang telah memberikan banyak pengaruh positif bagi Maluku Utara.

Kini, di tengah cobaan yang berat, publik berharap agar mantan gubernur ini mendapatkan perhatian yang layak, baik dari pemerintah maupun dari masyarakat yang telah lama ia abdi.

Sebagai seorang pemimpin dan dai, Aba Haji telah mewariskan jejak pengabdian yang tak ternilai harganya, dan kini saatnya ia mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang setimpal. (red)