
WARTASOFIFI.ID – Kepala Bappeda Provinsi Maluku Utara, Muhammad Sarmin S. Adam, baru-baru ini menyampaikan Konsolidasi Pengendalian Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Tahap II di Provinsi Maluku Utara.
Program ini menjadi strategi utama dalam memperkuat kapasitas kelembagaan pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas belanja dan efektivitas pembangunan di tingkat desa.
Dalam pemaparannya, Sarmin menegaskan bahwa desa harus menjadi ujung tombak dalam pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi lokal. Untuk itu, upaya menggali potensi desa harus dioptimalkan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Aparatur desa harus mampu memainkan peran sinergi ini, yang didukung dengan integrasi program antar perangkat daerah, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga desa,” ujar Sarmin.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas dokumen perencanaan desa yang mampu menjawab kompleksitas permasalahan di tingkat lokal.
P3PD, yang bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintahan desa, telah menunjukkan dampak signifikan di Maluku Utara.
Data menunjukkan peningkatan pada Indeks Desa Membangun (IDM) antara tahun 2023 dan 2024.
Jumlah desa mandiri meningkat dari 7 menjadi 17 desa, desa maju dari 87 menjadi 107 desa, dan desa berkembang dari 477 menjadi 497 desa.
Sementara itu, jumlah desa tertinggal berhasil ditekan dari 450 menjadi 420 desa, dan desa sangat tertinggal menurun drastis dari 45 menjadi 26 desa.
Capaian ini mencerminkan efektivitas P3PD dalam mendorong pengembangan desa sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
“Dengan kerja sama yang solid antar semua pihak, kita bisa menjadikan desa sebagai pusat penggerak pembangunan dan ekonomi yang lebih inklusif,” tambah Sarmin. (red)




