Gawat! Direktur RSUD Sofifi Rela Rogoh Kocek Pribadi Demi Operasional Ambulans

141
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sofifi. WARTASOFIFI.ID/RD
Direktur RSUD Sofifi, Silvia Umaternate, menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM berdampak langsung pada operasional rumah sakit, terutama layanan ambulans yang setiap hari melayani pasien rujukan dan darurat. Ia menegaskan kebutuhan BBM tetap harus dipenuhi meski anggaran tertekan, bahkan sebagian operasional ambulans terpaksa ditopang dengan dana pribadinya demi memastikan layanan tetap berjalan.
“Torang sekarang beli BBM ambulans so pake doi pribadi,” ungkap Silvia saat bincang-bincang dengan WARTASOFIFI.ID usai mengikuti rapat di Kantor Gubernur Malut, Sofifi, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa ambulans merupakan fasilitas vital yang tidak bisa berhenti beroperasi, karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kebutuhan pasien. Oleh karena itu, ketersediaan BBM harus selalu dijaga agar pelayanan tetap optimal, terutama untuk pasien rujukan maupun kondisi darurat lainnya.
“BBM ambulance itu tidak bisa kosong, karena harus melayani pasien,” paparnya.
Selain itu, Silvia juga menyoroti faktor eksternal yang dinilai turut memengaruhi kenaikan harga BBM. Disebutkan situasi konflik internasional, seperti yang terjadi antara Iran dan Israel, sebagai salah satu penyebab yang berdampak luas, termasuk pada harga kebutuhan pokok di daerah. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga barang di pasaran jika berlangsung dalam waktu lama.
“Ini kalu dong tara barenti perang, barang-barang di toko juga akan naik,” tandasnya. (red)