“Kalau Tara Sehat, Suami Bisa Makan di Tempat Lain” – Canda Serius Wagub Malut

3772
Wagub Maluku Utara, Sarbin Sehe

WARTASOFIFI.ID Wagub Malut, Sarbin Sehe, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut, Selasa pagi. Kedatangannya yang tidak terjadwal itu disambut langsung oleh Plt. Kepala Dikbud Malut, Abubakar Abdullah, bersama sejumlah pejabat dan staf di lingkungan instansi tersebut, Selasa (8/4).

Sidak ini, menurut Sarbin, dilakukan spontan tanpa agenda resmi. Namun, kehadirannya di kantor tersebut justru dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi fisik ruangan serta bertemu para ASN di Dikbud.

“Tidak ada agenda khusus ke sini, saya cuma mau lihat ruangan saja. Ternyata orangnya terkumpul di sini, jadi mo lihat kantor,” ujarnya santai namun penuh perhatian.

Sarbin menegaskan bahwa ia ingin memastikan langsung beberapa hal menyangkut keberlanjutan pembangunan sejumlah kantor OPD yang hingga kini masih belum rampung.

Peninjauan lapangan menurutnya sangat penting agar setiap kebijakan pembangunan didasarkan pada kondisi aktual, bukan hanya laporan di atas kertas.

“Ada beberapa kantor yang perlu kelanjutan pembangunannya. Ternyata perlu dilihat secara fisik, karena itu hari ini ke kantor sini sekaligus lihat dia pe orang,” lanjutnya.

Namun, tidak hanya urusan pembangunan fisik yang menjadi sorotan Wagub. Di hadapan para pegawai Dikbud, ia secara khusus menyinggung pentingnya perhatian terhadap isu kesehatan.

Ia menekankan bahwa kesehatan ASN dan keluarganya harus menjadi prioritas utama, apalagi saat ini Pemprov Malut sedang menggencarkan program pemeriksaan kesehatan gratis.

“Saya ingin menyampaikan, terutama pegawai Dikbud agar proaktif mendorong pemeriksaan kesehatan gratis. Ibu Gubernur sudah wanti-wanti kepada kita semua,” tegas Sarbin.

Ia mengungkapkan, posisi Malut dalam hal partisipasi masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan masih sangat memprihatinkan, berada di urutan terbawah dari 38 provinsi di Indonesia.

“Karena kita paling di bawah dari 38 provinsi. Nah, kita berharap Bapak dan Ibu mendorong terus guru-guru dan keluarganya, sehingga kita bisa naik ke satu atau dua tingkat dari posisi yang sekarang. Kita posisi dari bawah dua kalau tidak salah, bukan dari atas posisi dua, tapi dari bawah posisi dua,” jelasnya.

Wagub juga mengajak para pegawai agar aktif berkoordinasi dengan instansi teknis untuk menyukseskan program ini.

“Pemeriksaan kesehatan gratis, nah maka itu berharap kepada Bapak Ibu dan kawan-kawan, berkoordinasi dengan instansi terkait pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Khusus kepada para perempuan, Sarbin memberikan pesan mendalam tentang pentingnya pemeriksaan rutin, terutama terkait kanker serviks dan kanker payudara, yang menurutnya menjadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan.

“Termasuk ibu-ibu, rajin baperiksa kesehatan itu begitu penting. Kita posisi urutan keempat dunia kalau tidak salah soal kanker. Maaf ibu-ibu, yaitu kanker rahim dan kanker payudara itu penyumbang di angka 40 persen angka kematian, dan kedua penyakit ini di mama-mama,” katanya dengan nada prihatin.

Di sela-sela pesannya yang serius, Sarbin juga menyisipkan canda yang menggelitik namun sarat makna. Ia menyinggung gaya hidup konsumtif di kalangan masyarakat yang sering mengabaikan kesehatan.

“Biar oto bagus lagi, kalau kokehe di atas tampa tidor, paitua WA orang lain. Butul ka tarada? Jadi barenti sudah kredit oto banyak-banyak deng motor, kalau torang tarang tara sehat,” ujar Wagub.

Ia pun kembali mendorong para ASN perempuang agar tidak ragu dan tidak malu memeriksakan kesehatannya.

“Mama-mama saya berharap kebetulan ini gratis, saya berharap termasuk mama. Dua penyakit yang saya sebutkan tadi itu termasuk mama. Lain kali malu hati, tako, jang sudah tako supaya periksa sudah,” katanya.

“Ada yang tong anggap hina terhina dengan profesinya, pekerjaannya, tapi dong sehat karena dong rajin baperiksa,” lanjut Sarbin memberi contoh soal pentingnya menjaga kesehatan tanpa memandang status sosial.

Ia lalu menutup arahannya dengan candaan khasnya yang ringan namun menyentil, mengingatkan agar perempuan tetap menjaga kesehatan agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan dalam rumah tangga.

“So mama, pake jilbab cantik-cantik, tapi kalau tara sehat paitua WA orang lain. Oleh karena itu saya berharap kepada Bapak Ibu sekalian mari kita sukseskan pemeriksaan kesehatan, termasuk torang samua,” ajaknya.

“Saya kira ini kesempatan pemeriksaan gratis, termasuk angka partisipasi juga. Jadi urus suami pe nasi, suami pe makan, lama-lama orang laeng kase makan, ngoni pusing,” pungkasnya. (red)