Gubernur dan PT NICO Berkolaborasi, Masa Depan Kelapa Maluku Utara Cerah

1209
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, melepas truk kontainer PT NICO untuk ekspor ke Swedia, menegaskan dukungan Pemprov Malut terhadap hilirisasi industri kelapa (Foto: Biro Adpim)

WARTASOFIFI.ID, Tobelo Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe dan jajaran Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, melakukan kunjungan kerja ke PT Natural Indococonut Organik (PT NICO) di Tobelo, Selasa (25/3).

Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mendukung industri kelapa, memperkuat kemitraan dengan perusahaan pengolahan kelapa, serta meningkatkan kesejahteraan petani kelapa yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan.

Gubernur dan rombongan disambut langsung oleh General Manager PT NICO, Nanang Rasmadi, yang kemudian mengajak mereka melakukan company tour untuk memahami lebih dalam sejarah dan proses operasional perusahaan.

Dalam kunjungan ini, Gubernur Sherly Tjoanda menanyakan berbagai aspek teknis dan strategis terkait tata kelola industri kelapa, mulai dari sistem produksi hingga tantangan dalam rantai pasok bahan baku.

Pada pertemuan yang berlangsung di Aula Mama Koko, pihak manajemen PT NICO memaparkan mengenai Standard Operational Procedure (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan.

Dijelaskan bahwa PT NICO telah memiliki prosedur keselamatan yang terorganisir dengan baik, termasuk sistem penanggulangan darurat untuk memastikan perlindungan bagi seluruh pekerja.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein, menyoroti besarnya potensi SDA kelapa di wilayahnya, yang sayangnya belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani kelapa.

“Kelapa adalah salah satu komoditas utama Halmahera Utara, tetapi faktanya para petani masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari harga jual yang fluktuatif hingga keterbatasan akses pasar. Kehadiran PT NICO diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi mereka,” ungkap Piet.

Sebagai langkah konkret, Piet telah menginstruksikan Dinas Pertanian Halmahera Utara untuk melakukan pendataan jumlah petani dan luas perkebunan kelapa, serta menyusun program peremajaan bagi pohon kelapa yang sudah tidak produktif.

Ia juga berharap PT NICO dapat memperluas wilayah kemitraan dengan petani lokal guna meningkatkan daya saing industri kelapa di Halmahera Utara.

Gubernur Sherly Tjoanda, dalam sambutannya, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan industri kelapa di wilayah tersebut.

“Sumber daya alam Halmahera Utara memiliki potensi besar yang harus dikelola secara berkelanjutan. Kami mendukung upaya pemetaan potensi kelapa yang dilakukan PT NICO untuk memastikan keberlanjutan industri ini dalam jangka panjang,” ujar Sherly.

Lebih lanjut, Gubernur mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Jajaran Direksi PT NICO di Jakartamengenai pentingnya peremajaan kelapa.

Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi industri ini adalah banyaknya pohon kelapa tua yang produktivitasnya menurun.

“Peremajaan kelapa menjadi agenda penting yang harus segera dilakukan. Pohon kelapa yang sudah tua tidak hanya mengurangi produksi, tetapi juga berdampak pada kualitas hasil panen. Kami berharap ada kerja sama konkret antara pemerintah, PT NICO, dan para petani dalam upaya ini,” tambahnya.

Sebagai bagian dari agenda kunjungan, manajemen PT NICO mempresentasikan video company profile yang menjelaskan proses bisnis perusahaan dari hulu ke hilir.

Dalam pemaparannya, PT NICO menegaskan komitmennya untuk memperluas operasi bisnisnya di Maluku Utara.

Dalam lima tahun ke depan, PT NICO berencana untuk membangun tujuh pabrik baru di Maluku Utara, yang akan membuka lapangan kerja bagi 40.000 tenaga kerja lokal.

Ekspansi ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap industri kelapa, Gubernur Sherly Tjoanda bersama Direksi PT NICO melakukan pelepasan dua kontainer ekspor produk olahan kelapa berupa coconut water ke Swedia.

Acara ini ditandai dengan prosesi pengguntingan pita, yang melambangkan kesiapan industri kelapa Maluku Utara untuk bersaing di pasar internasional.

Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan factory tour untuk melihat lebih dekat proses produksi perusahaan, diikuti dengan jamuan makan siang bersama antara pemerintah daerah, manajemen PT NICO, dan para petani kelapa. (red)

Sumber: Biro Adpim Malut