
Makassar — Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menunjukkan perhatian luar biasa terhadap jemaah calon haji (JCH) asal Maluku Utara. Sejak Jumat, 9 Mei 2025, hingga Minggu (11/5), orang nomor dua di Pemprov Malut itu berada di Asrama Haji Sudiang, Makassar, untuk mengawal langsung kesiapan dan pelayanan terhadap jemaah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.
Bukan sekadar kunjungan formal, Wagub Sarbin memilih menginap di asrama bersama jemaah selama tiga hari berturut-turut. Kehadirannya tidak hanya sebagai bentuk empati, tetapi juga sebagai wujud tanggung jawab moral dan politik atas kelancaran salah satu misi keagamaan terbesar di Indonesia, yaitu ibadah haji.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses layanan embarkasi berjalan dengan baik dan manusiawi, terutama bagi jemaah lansia dan berisiko tinggi. Tidak boleh ada kelalaian. Pelayanan harus benar-benar maksimal,” tegas Sarbin di sela-sela peninjauan, baru-baru ini.
Sebagai mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara, Sarbin sangat memahami dinamika teknis dan administratif penyelenggaraan haji.
Karena itu, ia menaruh perhatian besar pada aspek perlindungan hak jemaah, terutama terkait kuota. Ia secara khusus meminta Kakanwil Kemenag Malut dan seluruh jajarannya untuk mengawal ketat kuota haji agar tidak terjadi kekosongan akibat pembatalan keberangkatan.
“Saya sudah mewanti-wanti agar semua jemaah dipastikan benar-benar siap secara fisik dan administrasi. Jika ada yang batal berangkat karena alasan tertentu, maka penggantiannya harus segera dilakukan, baik dari kloter sama maupun kloter lain. Bahkan jika perlu dari provinsi lain, asal kuota Malut jangan sampai berkurang. Ini menyangkut keadilan distribusi ibadah,” ungkapnya tegas.
Menurut Sarbin, Pemprov Malut tidak ingin ada satu kursi pun yang kosong karena kelalaian koordinasi. Ia juga meminta agar semua fasilitas pendukung, termasuk transportasi antargedung di lingkungan asrama, benar-benar dimanfaatkan untuk memudahkan mobilitas para jemaah, terutama mereka yang sudah sepuh.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara petugas haji daerah, petugas kesehatan, dan panitia penyelenggara lainnya. Pelayanan kepada jemaah, kata Sarbin, bukan hanya soal logistik dan administrasi, tetapi juga menyangkut rasa aman, nyaman, dan tenang menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
“Kita harus hadir sepenuh hati untuk para jemaah. Mereka datang dari jauh dengan harapan besar. Jangan biarkan satu pun dari mereka merasa ditinggalkan oleh negara,” ucapnya.
Di tengah aktivitas pemantauan, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, juga turut hadir di Makassar. Ia tiba pada Sabtu malam, 10 Mei 2025, dan langsung mendatangi Asrama Haji Sudiang pada Minggu pagi.
Sekda Samsuddin berdialog dengan Wagub Sarbin Sehe dan sejumlah petugas sebelum kembali ke hotel pada pukul 14.00 WITA. Kehadiran Sekda melengkapi dukungan moril dan administratif Pemprov Malut terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Sarbin turut mengajak masyarakat Malut untuk bersama-sama mendoakan keselamatan dan kelancaran seluruh jemaah.
“Mari kita semua warga Maluku Utara panjatkan doa terbaik agar jemaah kita diberikan kekuatan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji. Semoga mereka kembali dalam keadaan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya. (red)




