
WartaSofifi.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Utara (Dinas Perindag Malut) mencatat sebanyak 20 pelaku usaha produk lokal yang aktif di wilayah tersebut.
Jumlah ini mencerminkan semakin berkembangnya potensi produk lokal di Maluku Utara, selaras dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung industri kreatif dan memperkuat daya saing produk unggulan daerah.
Menurut salah satu pejabat teras Dinas Perindag Malut, pendataan ini merupakan bagian dari strategi Pemprov Maluku Utara dalam mengembangkan ekonomi lokal melalui produk-produk yang berbasis kearifan lokal.
Dinas Perindag Malut menilai bahwa produk lokal Maluku Utara memiliki keunikan dan kualitas yang mampu bersaing, baik di pasar nasional maupun internasional.
“Dengan adanya pendampingan yang tepat, kami berharap pelaku usaha lokal dapat memperluas pasar dan memperkenalkan produk Maluku Utara ke lingkup yang lebih luas,” ujarnya.
Saat ini, Dinas Perindag Malut sedang mengembangkan sejumlah program untuk mendukung pelaku usaha ini, termasuk pelatihan kewirausahaan, peningkatan keterampilan produksi, hingga perluasan akses pasar.
Dinas Perindag Malut juga berencana menjalin kerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memperkuat distribusi produk lokal.
Kemitraan ini diharapkan akan memudahkan pelaku usaha dalam memasarkan produknya ke pusat perbelanjaan strategis dan pameran-pameran di luar daerah, sehingga produk lokal Maluku Utara lebih dikenal masyarakat luas.
Ke depannya, Dinas Perindag Malut optimis jumlah pelaku usaha produk lokal di Maluku Utara akan terus bertambah.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan kondisi usaha yang semakin kondusif, diharapkan potensi produk lokal di Maluku Utara dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. (red)




