Dinas Kehutanan Solid Dukung Program Gubernur Malut Sherly Tjoanda, Sukur Lila Paparkan Strategi

552
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda (kanan), bersama Kepala Dinas Kehutanan Maluku Utara, Sukur Lila (kiri). Sukur menegaskan komitmen dinasnya dalam menjaga kelestarian hutan dan mendukung program pemerintah daerah dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. (Foto: Istimewa)

WARTASOFIFI.ID – Kepala Dinas Kehutanan Maluku Utara (Malut), Sukur Lila, menyatakan dukungan penuh terhadap program-program yang diusung oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Dalam wawancara eksklusif dengan media ini pada Kamis (20/2/2025), Sukur menegaskan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dalam menyukseskan agenda pembangunan di sektor kehutanan dan lingkungan hidup.

Dukungan ini disampaikannya bertepatan dengan pelantikan Sherly Tjoanda sebagai Gubernur Maluku Utara yang berlangsung pada hari ini, Kamis (20/2/2025).

Sherly resmi dilantik sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara dalam sebuah prosesi di Istana Negara yang dipimpin langsung oleh Presiden RI.

Momen bersejarah ini menjadi awal dari kepemimpinan baru yang diharapkan membawa perubahan positif bagi Maluku Utara, termasuk di sektor kehutanan.

Sukur Lila menegaskan bahwa Dinas Kehutanan Maluku Utara akan bekerja maksimal untuk mendukung visi “Maluku Utara Bangkit, Maju, Sejahtera, Berkeadilan, dan Berkelanjutan” yang menjadi pijakan kepemimpinan Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe.

“Kami di Dinas Kehutanan siap menjalankan program-program yang selaras dengan visi dan misi gubernur dan wakil gubernur. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan kehutanan di Maluku Utara tidak hanya berfokus pada eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sukur.

Menurutnya, keberlanjutan sumber daya hutan sangat penting, bukan hanya untuk keseimbangan ekosistem, tetapi juga untuk mendukung kehidupan masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Oleh karena itu, program rehabilitasi hutan dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat akan menjadi fokus utama dinas yang dipimpinnya.

Salah satu prioritas Dinas Kehutanan Maluku Utara di bawah kepemimpinan Sukur Lila adalah rehabilitasi lahan kritis.

Menurutnya, beberapa kawasan hutan di Maluku Utara mengalami degradasi akibat pembalakan liar, perambahan, dan perubahan fungsi lahan yang tidak terkendali.

“Kami akan mengoptimalkan program rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi hutan yang telah mengalami kerusakan. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati,” katanya.

Selain rehabilitasi, upaya konservasi hutan juga menjadi perhatian utama. Pihaknya akan meningkatkan perlindungan terhadap kawasan hutan lindung dan suaka margasatwa dengan memperkuat patroli serta pemantauan berbasis teknologi.

Sukur Lila juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, Dinas Kehutanan akan memperkuat skema perhutanan sosial agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari keberadaan hutan tanpa harus melakukan perusakan lingkungan.

“Melalui program perhutanan sosial, masyarakat dapat mengelola hutan dengan cara yang lebih lestari, misalnya dengan budidaya hasil hutan bukan kayu seperti madu hutan, rotan, dan tanaman obat-obatan,” jelasnya.

Ia berharap program ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus membantu menjaga kelestarian hutan.

Keberhasilan pengelolaan sektor kehutanan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan akademisi.

“Kami membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, untuk berinvestasi dalam sektor kehutanan yang berkelanjutan. Ini bisa berupa ekowisata, pengolahan hasil hutan, atau program restorasi hutan,” kata Sukur.

Menurutnya, investasi berbasis lingkungan dapat memberikan manfaat ganda, yaitu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus menjaga ekosistem yang ada.

Dinas Kehutanan Maluku Utara juga berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan.

Sukur menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku pembalakan liar dan perambahan hutan yang merugikan ekosistem.

“Kami tidak akan mentolerir tindakan yang merusak lingkungan. Jika ada pihak yang melanggar hukum, kami akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Kehutanan juga akan mengoptimalkan sistem pengawasan berbasis teknologi, seperti pemantauan satelit dan drone, untuk mendeteksi aktivitas ilegal di kawasan hutan.

Perubahan iklim menjadi tantangan besar yang harus dihadapi oleh setiap daerah, termasuk Maluku Utara. Sukur Lila menegaskan bahwa pihaknya akan mengintegrasikan strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam pengelolaan hutan.

“Hutan memiliki peran penting dalam menyerap karbon dan mengurangi dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat upaya perlindungan hutan untuk mendukung ketahanan iklim daerah,” katanya.

Beberapa langkah yang akan dilakukan termasuk peningkatan program penanaman pohon, pengelolaan lahan gambut, serta perlindungan hutan mangrove di pesisir Maluku Utara.

Sukur juga menyambut baik komitmen Gubernur Sherly Tjoanda dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

Menurutnya, tata kelola kehutanan yang baik harus berbasis data dan memiliki mekanisme pengawasan yang jelas.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang kami jalankan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Oleh karena itu, kami akan memperkuat sistem pelaporan dan monitoring di sektor kehutanan,” ungkapnya.

Selain itu, Dinas Kehutanan juga akan berupaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan kehutanan.

Di akhir wawancara, Sukur Lila menyampaikan harapannya agar sektor kehutanan di Maluku Utara semakin maju dan berkelanjutan.

Ia optimistis bahwa dengan sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Maluku Utara bisa menjadi contoh dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Kami berharap Maluku Utara bisa menjadi daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga tetap menjaga kelestarian alamnya. Dengan dukungan dari semua pihak, saya yakin kita bisa mencapai hal tersebut,” pungkasnya.

Dinas Kehutanan Maluku Utara berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mengelola hutan secara berkelanjutan, mendukung kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keseimbangan ekologi.

Dengan kepemimpinan baru Gubernur Sherly Tjoanda yang resmi dilantik hari ini, diharapkan kolaborasi lintas sektor semakin kuat dalam mewujudkan Maluku Utara yang lebih hijau dan berkelanjutan. (red)