Kabid SMK Dikbud Malut, Makmur S., Kom, mengatakan Dikbud Malut melalui Bidang SMK menggelar rakor SMK se-Malut terkait sinkronisasi program tahun 2026 di Kantor Dikbud Malut, Sofifi, Selasa 12 Mei 2026, yang diikuti 63 SMK dari 10 kabupaten/kota. Kegiatan ini difokuskan pada konsolidasi data antara yang tercatat di aplikasi dengan kondisi sebenarnya di satuan pendidikan agar perencanaan dan pelaksanaan program SMK di daerah berjalan lebih akurat dan selaras.
“Hari ini kita melakukan rapat koordinasi terkait sinkronisasi program tahun 2026. Rakor ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan data SMK yang ada di aplikasi dengan yang ada di satuan pendidikan (sekolah),” katanya.
Selain itu, rakor juga membahas penyatuan berbagai kegiatan yang ada di bidang SMK dengan program yang dijalankan di masing-masing sekolah, khususnya SMK negeri di Malut. Hal ini dilakukan agar seluruh program dapat terintegrasi dan berjalan sesuai arah kebijakan pendidikan vokasi di tingkat provinsi.
“Kemudian mengkonsolidasikan beberapa kegiatan yang ada di bidang SMK dan yang ada di sekolah di Malut, khususnya SMK negeri,” kata Makmur lagi.
Ia menambahkan, dalam forum tersebut setiap SMK diminta memaparkan potensi yang dimiliki, termasuk kekurangan serta proyeksi pengembangan ke depan. Hasil pemetaan itu nantinya akan menjadi bahan penyusunan agenda bersama dalam pengembangan SMK di Malut. Menurutnya, sebanyak 63 SMK dari 10 kabupaten/kota diundang dalam kegiatan ini untuk menyampaikan potensi masing-masing sekolah sebagai bagian dari proses konsolidasi dan perencanaan pengembangan SMK ke depan.
“Jadi yang kami undang ini berjumlah ada 63 SMK yang berasal dari 10 kabupaten kota dan salah satunya juga adalah bagaimana SMK menyampaikan terkait dengan potensi SMK,” jelasnya.
Makmur mengatakan pemetaan ini tidak hanya bertujuan mengidentifikasi kondisi masing-masing sekolah, tetapi juga menyusun langkah pengembangan yang lebih terarah. Setiap sekolah diharapkan dapat menyampaikan potensi unggulan dan tantangan yang dihadapi untuk kemudian disinergikan dalam perencanaan bersama, sehingga seluruh data dan masukan tersebut dapat dihimpun menjadi agenda pengembangan SMK di Malut secara terpadu yang mencakup potensi, kekurangan, serta proyeksi pengembangan ke depan.
“Kemudian kekurangan yang ada dan proyeksi pengembangan terkait dengan apa yang dilakukan ke depan SMK ini terkait dengan potensi-potensi dan itu kami satukan untuk dijadikan sebagai agenda bersama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya penguatan kemitraan antar-SMK di Malut. Kolaborasi antar-sekolah diperlukan agar potensi yang dimiliki masing-masing SMK dapat saling melengkapi dan menutupi kekurangan yang ada, sehingga sinergi antar-SMK dapat memperkuat pengembangan pendidikan vokasi di daerah. Ia menjelaskan bahwa potensi yang dimiliki satu SMK dapat disinergikan dengan SMK lainnya agar kekurangan yang ada dapat tertutupi melalui kerja sama tersebut.
“Intinya, salah satunya adalah bagaimana membangun penguatan dan kemitraan di antara SMK dengan potensi yang masing-masing dimilikinya seperti potensi yang ada di SMK A itu juga bisa disinergikan dengan potensi yang ada di SMK lain, agar supaya menutupi kekurangan-kekurangan,” tandasnya. (red)