Kantor Gubernur Maluku Utara. Foto: WARTASOFIFI.ID/RD
Pasca aksi demonstrasi terkait kelangkaan BBM yang berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026, aktivitas perkantoran di lingkungan Pemprov Malut terpantau berbeda pada Selasa 12 Mei 2026 hingga Rabu 13 Mei 2026. Sejumlah pejabat di lingkup Pemprov Malut disebut tidak terlihat berkantor, termasuk beberapa pimpinan OPD yang berkantor di area Kantor Gubernur Malut, Sofifi.
Berdasarkan pantauan dan penelusuran WARTASOFIFI.ID, sejumlah ruangan di lantai satu hingga lantai empat Kantor Gubernur tampak sepi dari aktivitas pimpinan. Beberapa staf yang ditemui mengaku para atasannya tidak masuk kantor sejak Selasa. Kondisi itu disebut membuat sejumlah urusan administrasi dan koordinasi internal tertunda.
“Banyak hal yang sebenarnya mau dibicarakan dengan pimpinan, termasuk berkas yang harus ditandatangani, namun belum bisa diproses karena pimpinan tidak berada di kantor,” ujar salah satu staf yang enggan disebutkan namanya.
WARTASOFIFI.ID juga sempat menanyakan kepada sejumlah ASN terkait keberadaan para kepala OPD maupun agenda dinas luar mereka. Namun, sebagian besar mengaku tidak mengetahui secara pasti keberadaan para “Bos-Bos” tersebut.
Pantauan di lobi utama Kantor Gubernur juga menunjukkan kendaraan dinas yang biasa digunakan Gubernur Malut Sherly Tjoanda, Wagub Sarbin Sehe, maupun Sekda Samsuddin Abdul Kadir tidak terlihat terparkir di lokasi. Beberapa ASN juga membenarkan bahwa ketiga pejabat tersebut sedang tidak berada di kantor.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemprov Malut terkait tidak terlihatnya sejumlah pejabat di kantor gubernur dalam dua hari terakhir tersebut. (red)