Demi 10 Besar Nasional, Pemprov Malut Tancap Gas di 2025

263
Pj Sekda Malut, Abubakar Abdullah

WARTASOFIFI.ID – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) memasang target ambisius untuk masuk dalam 10 besar provinsi paling inovatif di Indonesia pada tahun 2025. Namun, untuk mencapai ambisi tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Maluku Utara, Abubakar Abdulla, menegaskan bahwa semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bergerak lebih gesit dan responsif. Hal ini menyusul laporan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mencatat 29 OPD tidak dinilai dalam Indeks Inovasi Daerah 2024 karena telat mengunggah data inovasi.

“Kita punya inovasi yang luar biasa, tetapi sayang sekali banyak yang tidak masuk penilaian hanya karena telat menginput data. Ini bukan soal kurangnya inovasi, tapi soal kedisiplinan dalam pelaporan. Kalau terus begini, bagaimana kita bisa bersaing di tingkat nasional?” tegas Abubakar saat ditemui di Kantor Gubernur, Selasa (14/1/2025).

Abubakar menjelaskan bahwa sebagian besar OPD sebenarnya telah merealisasikan berbagai proyek inovatif yang berdampak positif bagi masyarakat. Sayangnya, proyek-proyek tersebut tidak tercatat di dashboard Kemendagri tepat waktu, sehingga mereka dianggap “tidak inovatif.”

“Ini bukan masalah kurangnya kerja keras, tapi kurangnya kesadaran bahwa inovasi yang tidak dilaporkan sama saja dengan tidak ada. Kita harus mengakhiri kesalahan klasik ini,” ujarnya.

Untuk itu, Abubakar meminta Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) mengambil peran lebih aktif. Tidak cukup hanya menunggu laporan dari OPD, Balitbangda harus jemput bola, membantu memastikan semua data terinput sesuai jadwal.

“Tidak bisa lagi hanya diam dan berharap. Balitbangda harus turun langsung, mengingatkan OPD yang terlambat, dan bahkan memasang pengumuman terbuka di ruang-ruang publik agar tidak ada yang lupa,” tambahnya.

Dengan target masuk 10 besar provinsi inovatif pada 2025, Abubakar menyatakan seluruh jajaran Pemprov Maluku Utara harus bekerja lebih cerdas dan terorganisir. Sosialisasi intensif akan digencarkan agar semua OPD memahami pentingnya pelaporan inovasi tepat waktu.

“Target kita bukan hanya meningkatkan indeks, tetapi juga membangun budaya inovasi yang berkelanjutan. Tahun ini harus jadi momentum besar untuk menunjukkan bahwa Maluku Utara mampu bersaing dengan daerah lain,” katanya penuh optimisme.

Abubakar juga mengingatkan OPD yang telah mendapat predikat inovatif dan sangat inovatif untuk tidak cepat berpuas diri.

Ia menegaskan, inovasi bukan hanya soal pencapaian satu kali, tetapi tentang keberlanjutan dan dampak nyata di masyarakat.

“Kalau tahun lalu sudah inovatif, tahun ini harus lebih baik. Inovasi yang bagus adalah inovasi yang bisa direplikasi dan terus memberikan manfaat. Jangan sampai terlihat baik di laporan, tetapi kosong di lapangan,” sindirnya.

Bagi OPD yang belum berhasil mencatatkan diri dalam penilaian, Abubakar meminta mereka menjadikan kegagalan tahun lalu sebagai pelajaran untuk bangkit.

“Tidak ada ruang untuk mengulang kesalahan yang sama. Tahun ini semua OPD harus lebih responsif dan siap memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Abubakar menutup dengan optimisme bahwa Maluku Utara bisa menjadi provinsi yang adaptif dan kreatif di tingkat nasional. Dengan kerja sama yang erat antara Balitbangda dan seluruh OPD, ia yakin target besar ini dapat tercapai.

“Kita tidak hanya ingin dikenal sebagai provinsi yang inovatif, tetapi juga sebagai daerah yang inovasinya benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal manfaat nyata,” pungkasnya. (red)