
WartaSofifi.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Kota Sofifi, ibu kota Provinsi Maluku Utara, semakin memprihatinkan.
Harga BBM melonjak tajam hingga Rp28.000 per liter di sejumlah kios pengecer, memaksa warga untuk menanggung beban yang semakin berat.
Dampak dari kelangkaan ini juga terlihat jelas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan kios-kios eceran, di mana antrian panjang menjadi pemandangan yang sudah sehari-hari.
Ical, salah satu warga Sofifi, mengungkapkan keluhannya melalui telepon pada Sabtu (9/11/2024).
Menurut Ical, pada Jumat, 8 November 2024, saat mengisi BBM di salah satu kios pengecer, harga bahan bakar yang ia temui mencapai Rp28.000 per liter, sebuah angka yang sangat tinggi.
“Harga bahan bakar minyak (BBM) kendaraan motor dan mobil mencapai 28 ribu per liternya,” ujar Ical. Ia menilai harga ini sangat memberatkan, apalagi dengan kelangkaan yang terjadi.
Selain itu, Ical juga menambahkan bahwa harga BBM yang dijual dalam botol air mineral ukuran besar, yang berisi sekitar satu liter lebih, kini dijual dengan harga bervariasi antara Rp27.000 hingga Rp28.000 per botol.
“Isi BBM dari satu botol Aqua yang besar itu sekitar satu liter lebih, harganya bisa mencapai 27 ribu dan 28 ribu,” kata Ical.
Pantauan media ini, kelangkaan BBM di Sofifi telah menyebabkan antrian panjang di SPBU dan kios pengecer di berbagai titik.
Warga yang membutuhkan bahan bakar terpaksa menunggu berjam-jam, bahkan sejak pagi hari, untuk mendapatkan pasokan yang terbatas.
Keterbatasan pasokan ini semakin memperburuk situasi, mengingat BBM adalah kebutuhan vital bagi mobilitas warga, baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
Selain antrian panjang, kelangkaan ini juga memicu lonjakan harga yang semakin membuat warga tertekan.
Seorang sopir angkutan yang ditemui mengungkapkan bahwa harga di kios eceran lainnya sempat mencapai Rp16.000 per liter, meskipun harga tersebut masih dirasa sangat tinggi dibandingkan dengan harga normal.
Kelangkaan BBM ini sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan berdampak besar pada kehidupan sehari-hari warga Sofifi.
Selain meningkatkan biaya hidup, kelangkaan ini juga mengganggu berbagai sektor ekonomi, terutama bagi mereka yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja atau berbisnis.
Warga berharap agar pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah kelangkaan BBM ini, baik dengan memastikan distribusi pasokan yang lancar maupun dengan mengatasi dugaan praktik spekulan yang memperburuk kondisi.
Stabilitas pasokan BBM yang terjaga akan membantu menurunkan harga dan memberikan kepastian bagi masyarakat, yang saat ini sangat terbebani dengan harga yang terus meningkat. (red).




