Badan Penghubung Gelar Seminar, Sekda Malut Sebut TMII Solusi Promosikan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

99
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir saat memberikan sambutan pada acara seminar Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat, di Jakarta, Kamis, 7 September 2023 (Foto: Ist)

WartaSofifi.id – Badan Penghubung Pemprov Maluku Utara (Malut) menggelar Seminar Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat tahun 2023 yang menghadirkan narasumber dari Kemenparekraf RI, Bank Indonesia, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Malut, di Jakarta, Kamis, 7 September 2023.

Gubernur Malut melalui Sekda Samsuddin Abdul Kadir memberikan sambutan pada acara tersebut menuturkan, secara umum, ekonomi kreatif adalah sebuah konsep pada era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide serta pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama.

Konsep itu, menurut orang nomor tiga di Pemprov Malut ini, biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya.

Tujuan pengembangan ekonomi kreatif nasional adalah untuk meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif dan meningkatkan kontribusi usaha ekonomi kreatif dalam perekonomian nasional.

“Arah kebijakan, sasaran, strategi, dan pemangku kepentingan rencana pengembangan ekonomi kreatif telah dijabarkan masing-masing bidang, seperti pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif, pengembangan kota kreatif untuk menggali, memanfaatkan, menumbuhkembangkan, mengelola, dan mengkonservasi kreativitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam hal pengembangan ekonomi kreatif, perlu diterapkan beberapa prinsip-prinsip utama yakni pemberdayaan sumber daya manusia kreatif untuk mewujudkan kreativitasnya menjadi produk dan atau jasa yang dilindungi oleh hak kekayaan intelektual.

Tidak hanya itu, dengan peningkatan literasi mengenai pola pikir desain bertujuan untuk mentransformasikan kreativitas menjadi inovasi dan penciptaan karya kreatif menggunakan warisan budaya sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan keunikan dan memperkuat jati diri.

Selain itu, persatuan dan kesatuan, serta eksistensi bangsa Indonesia di forum internasional dan pengembangan dan pemanfaatan media sebagai saluran distribusi dan presentasi karya dan konten kreatif lokal yang berkualitas untuk meningkatkan apresiasi dan pengakuan masyarakat Indonesia dan dunia.

“Untuk Provinsi Maluku Utara, kita juga dituntut untuk melakukan hal yang sama. Masyarakat kita juga telah menciptakan banyak peluang ekonomi kreatif, namun masih membutuhkan dukungan,” ungkap Samsuddin.

“Dan disinilah pemerintah daerah dituntut berperan aktif menjadi jembatan emas bagi para pelaku usaha, sehingga produk ekonomi kreatif yang dihasilkan mampu menembus pasar nasional bahkan jika perlu pasar internasional,” sambungnya.

Sementara itu, kata dia, seminar pada hari ini harus dijadikan sebagai forum penting dan rujukan dalam rangka menjawab suara pelaku usaha ekonomi kreatif yang ada di daerah.

Untuk itu, perlu adanya satu wadah di Ibukota Negara yang dapat menjadi media promosi dan pusat penjualan semua produk ekonomi kreatif daerah.

“Kita bisa memanfaatkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai salah satu pusat promosi ekonomi kreatif, mengingat disana banyak sekali dikunjungi para wisatawan,” jelas Samsuddin.

Editor: Rais Dero