
Sofifi – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, kembali menegaskan arah kepemimpinannya yang berfokus pada reformasi birokrasi, kedisiplinan ASN, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Dalam momentum Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang digelar pada Senin, 19 Mei 2025, di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Sherly mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadikan HKN sebagai titik balik dalam memperbaiki kinerja dan mentalitas sebagai abdi negara.
Upacara berlangsung penuh khidmat dan tertib. Gubernur Sherly Tjoanda bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara, tiba tepat waktu pukul 08.30 WIT.
Komandan upacara dipegang oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan, dan Perwira Upacara oleh Kepala Bagian Materi Komunikasi Pimpinan.
Hadir pula Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten, pimpinan OPD, dan ratusan ASN dari berbagai instansi di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Dalam amanatnya, Gubernur Sherly menyampaikan bahwa Hari Kesadaran Nasional bukan hanya rutinitas formal, melainkan refleksi integritas ASN sebagai pelayan masyarakat.
“Momentum ini harus kita jadikan pengingat untuk terus menjaga semangat kebangsaan, persatuan, dan dedikasi sebagai abdi negara. Ingat, ASN digaji oleh uang rakyat. Tugas kita adalah melayani rakyat dengan tulus dan penuh tanggung jawab,” ujar Sherly.
Ia menekankan bahwa sepertiga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Maluku Utara dialokasikan untuk belanja pegawai.
Maka dari itu, ASN wajib mengembalikan kepercayaan tersebut dengan kerja keras, disiplin, dan loyalitas terhadap tanggung jawab publik.
Sementara dua pertiga APBD lainnya diarahkan pada program kesejahteraan dan pembangunan masyarakat.
Dalam pidato evaluatifnya, Gubernur Sherly mengungkapkan bahwa selama 89 hari masa kepemimpinannya, ia telah mengamati dinamika kerja di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Beberapa OPD dinilai telah menunjukkan perencanaan dan kinerja yang baik, namun sebagian lainnya masih belum memiliki arah kerja yang jelas.
“Saya tidak ingin ada OPD yang sekadar mengisi waktu. Kita butuh program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Output dari kerja kita harus terasa di lapangan,” tegasnya.
Ia menginstruksikan seluruh kepala OPD dan ASN untuk meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan pelayanan prima kepada masyarakat, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang digagas secara nasional.
Sherly juga menyampaikan apresiasi terhadap OPD yang telah mendukung program unggulan seperti Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), yang menjamin pendidikan gratis untuk tingkat SMA/SMK/SLB Negeri di Maluku Utara.
Tak hanya itu, Pemprov juga telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk program beasiswa mahasiswa, sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan tinggi.
“Saya tidak ingin ada pelajar atau mahasiswa Maluku Utara yang gagal meraih pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Masa depan Maluku Utara ada di pundak generasi muda,” kata Sherly.
Salah satu gebrakan besar dalam reformasi kedisiplinan ASN adalah penerapan sistem absensi biometrik Palm Vein, teknologi canggih yang menggunakan pemindaian vena telapak tangan untuk mencatat kehadiran secara akurat dan higienis.
Sistem ini menggantikan aplikasi absensi berbasis Android, SIABA, yang sebelumnya diterapkan namun masih ditemukan berbagai celah manipulasi. Mulai dari praktik “titip absen”, keterlambatan kronis, hingga pemberian izin yang tidak sesuai prosedur oleh pejabat eselon kepada staf.
“Palm Vein ini adalah solusi modern yang tidak bisa dimanipulasi. Kami ingin ASN yang jujur, disiplin, dan profesional. Tidak ada lagi toleransi untuk kebiasaan buruk,” ungkap Sherly.
Sherly menambahkan bahwa absensi berbasis Palm Vein bukan hanya meningkatkan keakuratan data kehadiran, tetapi juga akan mempercepat transformasi digital tata kelola kepegawaian yang efisien dan transparan.
Peluncuran sistem ini dilakukan pada Minggu, 18 Mei 2025, dan dihadiri langsung oleh Gubernur Sherly Tjoanda bersama sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Kepala Dinas Kominfosan, Kepala Dinas ESDM, Kepala Dinas PMD, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan dan Kepala Biro Organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Sherly memimpin langsung uji coba aplikasi tersebut, memperlihatkan komitmennya dalam memberi teladan bagi seluruh ASN.
“Kalau saya, sebagai gubernur, datang tepat waktu dan patuh pada aturan, maka ASN juga harus. Kita semua pelayan masyarakat,” tegas Sherly dengan nada serius.
Sebagai penutup, Gubernur Sherly menyampaikan kembali pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa ASN harus menjadi agen perubahan, bukan hanya pengisi struktur birokrasi.
“Kita harus menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat. ASN bukan hanya mengurus administrasi, tapi harus ikut menciptakan solusi nyata untuk persoalan sosial dan ekonomi rakyat,” ucap Sherly. (red)




