Abubakar Abdullah Perkuat Komitmen Pendidikan

161
Pj Sekda Malut, Abubakar Abdullah, memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama Pembangunan Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah Provinsi Maluku Utara di Sofifi (Foto: Biro Adpim)

WARTASOFIFI.ID Pembangunan Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah Provinsi Maluku Utara resmi dimulai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Maluku Utara, Abubakar Abdullah. Acara ini berlangsung meriah dan dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk perwakilan Kementerian Agama, Camat Oba Utara, Ketua MUI Oba Utara, serta para santri dan santriwati.

Dalam sambutannya, Abubakar Abdullah menyampaikan bahwa keberadaan Hidayatullah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan keumatan di Maluku Utara.

Organisasi yang berdiri sejak 5 Februari 1973 di Kalimantan Timur ini dikenal sebagai pionir gerakan dakwah dan pendidikan, terutama di wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.

“Hidayatullah bukan hanya organisasi, tetapi juga gerakan kebaikan yang telah terbukti membawa manfaat besar bagi umat dan bangsa. Kehadirannya di Maluku Utara sangat mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan dakwah di tengah masyarakat,” ungkap Abubakar.

Abubakar juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi umat Islam saat ini, yaitu bagaimana menjaga nilai-nilai religiusitas di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi.

“Tantangan terberat kita adalah memastikan generasi muda tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan, meski kemajuan teknologi terus mengubah pola hidup mereka. Dengan berdirinya kantor ini, saya berharap Hidayatullah semakin mampu menghadirkan solusi yang relevan dan berdampak luas,” tambahnya.

Pj Sekda Malut, Abubakar Abdullah, menghadiri acara peletakan batu pertama Pembangunan Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah Provinsi Maluku Utara di Sofifi (Foto: Biro Adpim)

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah, Dudung A. Abdullah, dalam kesempatan yang sama memaparkan visi besar Hidayatullah, yaitu membangun peradaban Islam yang berbasis pada prinsip moderasi (Al Wasathiyah).

“Hidayatullah telah hadir di 38 provinsi dengan 10 perguruan tinggi, 316 sekolah, dan 2.598 titik dakwah di seluruh Indonesia. Kami hadir untuk memperkuat persatuan umat, dengan menempatkan diri sebagai Jamaatun Minal Muslimin, sebuah elemen penting dalam membangun bangsa yang berkeadaban,” kata Dudung.

Menurut Dudung, pembangunan kantor pusat dakwah di Sofifi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan misi pendidikan dan dakwah Hidayatullah.

Kehadiran kantor ini diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan program-program unggulan yang mampu melahirkan generasi emas, baik untuk Maluku Utara maupun Indonesia secara keseluruhan.

Acara groundbreaking ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Hidayatullah dan pemerintah daerah. Abubakar Abdullah menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah sebagai kunci membangun bangsa.

“Melalui kantor pusat dakwah ini, kita semua berharap akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual. Ini adalah wujud nyata dari komitmen bersama antara Hidayatullah dan pemerintah dalam membangun masa depan bangsa,” tegasnya.

Pj Sekda Malut, Abubakar Abdullah, secara resmi meletakan batu pertama Pembangunan Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah Provinsi Maluku Utara di Sofifi (Foto: Biro Adpim)

Acara ditutup dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Pj Sekprov Abubakar Abdullah, didampingi para tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran kantor pusat ini diharapkan menjadi babak baru bagi penguatan peran Hidayatullah di Maluku Utara, sekaligus inspirasi bagi gerakan dakwah di seluruh Indonesia. (red)